
"hei, maaf tapi kalung ini akan ku beli." Charlene tampak sedih ketika kalung yang ia sukai tadi di ambil oleh pemuda yang Charlene tidak kenal.
"tapi aku dulu yang mengambil nya Putri Charlene." Pemuda itu tersenyum manis, lesung pipinya membuat Charlene terpukau sejenak.
Ps: sebelum usia 17 tahun seorang belum di sebut dewi/dewa.
"ah, baiklah maafkan aku. Lilith ayo kembali." Charlene mengajak Lilith untuk pergi dari tempat itu.
"hei tunggu!." Pemuda tadi memanggil Charlene dengan sedikit keras.
"ada apa tuan?." Charlene memicingkan matanya ketika pemuda tadi berjalan mendekatinya.
ia ak menjawab, ia hanya memakaikan kalung putih itu di leher Charlene, setelah memakaikan kalung nya, pemuda itu pun tersenyum.
"baiklah, kau terlihat cantik, aku pergi dulu." Pemuda itu membayar kalung yang ia berikan pada Charlene lalu pergi begitu saja.
Charlene pun diam di tempat, ia seakan mematung di sana, pipinya menjadi merah tomat.
"hais apa apaan aku ini, Baiklah Lilith mari pulang." Lilith hanya hisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
_____
Saat di kerajaan sang dewi yama, Charlene dan Lilith kembali ke kamar masing masing,besok ibundanya akan mengatakan sesuatu, kira kira apa ya?.
Pagi hari harinya Charlene terbangun dengan tubuh yang segar, lalu Setelah mandi dari pemandian pribadi nya ia segera bersiap, Charlene di tuntun oleh Lilith menuju ruang pertemuan.
"ibunda dewi, ada apa sekiranya engkau memanggil ku?." Charlene duduk di samping ibunda nya sembari mengernyitkan dahi.
__ADS_1
"putri ku, diri mu sudah berumur 15 tahun. sejak kepergian mu dari bumi, baik nya engkau segeralah menikah. Lagi pula, kau memang tak ada sangkut paut dengan manusia bumi, anak ku." Charlene hanya diam dan menatap kaki nya sendiri.
"ya putri ku, kami akan memilihkan jodoh yang terbaik untuk mu. Bagaimana? Ataukah Mau di adakan sayembara?."
"ayahanda dewa, ibunda dewi, Charlene akan melakukan apa yang di sarankan ayahanda dan ibunda, karena Charlene yakin itu yang terbaik." Charlene tersenyum simpul.
"baiklah anak ku, berhubung ini masih pagi, kita masih sempat mengabari semua pangeran." Charlene agak kaget, ia kira tak akan secepat ini.
"baik ibunda, ayahanda, Charlene mohon undur diri." Charlene berdiri lalu membungkukkan badan nya sejenak.
"ya anak ku pergi lah, persiapkan dirimu."
_____
di kamarnya, Charlene sedang berbicara pada Lilith, "Lilith, apa kah menurutmu aku memang harus menikah?."
"yah mungkin kau benar, cinta datang dengan sendirinya. Baik lah ayo."
____
Di dalam acara sayembara itu banyak pangeran, ada juga yang sudah di angkat menjadi dewa yang umurnya masih 18 tahunan.
"baik lah, di dalam sayembara ini, siapakah yang bisa mencabut pedang yang di tancapkan langsung oleh ku, akan berhak masuk seleksi pemilihan calon suami putri ku Charlene ."
Semua dewa dewi bertepuk tangan, akhirnya banyak yang gagal mencoba, hanya tersisa 5 orang yang bisa mencabut nya, yaitu pangeran Gabriel, pangeran Dlaar, pangeran Liam, pangeran Daniel, dan pangeran Shiro..
"hah dia lagi?." Charlene terkejut melihat salah satu dari pangeran itu, pemuda yang memberinya kalung ada di sini !!.
__ADS_1
"baik lah putri ku, silahkan engkau bertanya pada para pangeran ini."
"ya ibunda, pertama untuk pangeran Liam, apa alasan mu untuk menjadi suami ku.
"alasan ku adalah karena kau cantik, cerdas, intinya dirimu lah yang ada pada kriteria ku putri." Charlene mengangguk mendengar penuturan Liam.
"di tolak!." ujar Charlene lantang.
Pada akhirnya, tersisalah pangeran Shiro seorang, giliran nya menjawab pertanyaan dari gadis cantik itu.
"apa alasan mu pangeran Shiro?." Charlene lumayan gugup, ia harap pernyataan pangeran ini tak mengecewakan nya.
"karena aku menyukaimu. Aku akan menjagamu." Charlene bisa melihat kesungguhan yang ada pada sorot mata Shiro.
"baik lah, aku pegang omongan mu pangeran, baik lah, ibunda, ayahanda, aku menerima pangeran shiro menjadi calon suami ku."
"Terima kasih Putri."
_______
Maaf typo
Salam rindu author
RSY
____
__ADS_1