Transmigrasi Menjadi Dewi

Transmigrasi Menjadi Dewi
rencana keluar desa


__ADS_3

tak terasa 7 tahun sudah Charlene dan amber tak ada kabar,bahkan ada yang menyebutkan bahwa mereka mati di makan hewan buas, lucu bukan? padahal amber dan Charlene punya hewan suci.


kekaisaran langit mendapat 1 putri bernama Laluna atau di panggil Luna. Shiro sudah lama mencari keberadaan Charlene namun nihil, ia benar benar hilang seperti di telan bumi. entah apa kesalahan yang di lakukan Luna, sang ayah yang tak lain adalah Shiro selalu memarahinya dan seolah tak perduli,


egois bukan?.


pernah Luna tak sengaja menjatuhkan gelang peninggalan dari Charlene, Shiro langsung menghukumnya dengan tak di beri makan selama 2 hari penuh.


posisi Leshaa di sana Tak pernah berubah,tetap menjadi selir tak di anggap. posisi permaisuri masih kosong Hingga saat ini, omong omong Laluna memiliki 1 elemen yaitu angin.


di saat yang sama, amber dan Charlene mendidik keras Dhira dan Dhara supaya menjadi kuat.


Dhira memiliki 3 elemen yaitu Holly light, angin dan air.


Dhara juga memiliki 3 elemen salah satu nya Holly light tanah dan es.


"Dhira! jangan lemah lakukan seperti ini!." Cherlene benar benar mengasah kemampuan anak anak nya dengan keras, ia tak ingin anak anak nya terlihat lemah di depan publik.


"baik ibunda." Dhira yang teguh langsung melakukan apa yang ibu nya contohkan tadi.


"Dhara, walau perempuan kau harus kuat mengerti?." Charlene menatap tajam ke arah anak anak nya.


"mengerti ibunda!."

__ADS_1


"sudah, jangan terlalu keras mereka butuh kasih sayang mu. Mereka butuh sosok ibu, cukup ayah nya yang brengsek, ibu nya jangan." Amber cukup muak, ia melihat Dhara dan Dhira di latih cukup keras seperti itu. ia takut kalau 2 bocah kembar itu tak menyayangi Charlene kedepan nya.


"aku ingin anak ku berdiri dengan kaki nya sendiri, aku tak akan selamanya menemani mereka amber, tapi apa yang kau katakan cukup benar, aku tak jauh berbeda dari Shiro." Charlene tersenyum miris.


"tidak sepenuhnya salah mu ,mereka juga harus kuat jika ingin memberontak."


" beberapa kali aku ingin sekali memeluk mereka, membuat mereka hidup dengan normal. tapi siapa yang menyangka jika terjadi hal di luar kendali ku?." Charlene tersenyum getir sembari melihat anak anak nya berlatih.


akhirnya Charlene mengatakan nya, Charlene menyiksa dirinya untuk tidak pernah lembut pada anak anak nya bukan nya kejam, tapi ia takut kalau tak di didik dari sekarang malah mereka menjadi sasaran empuk kekaisaran.


karena didikan Charlene, bahkan di usia mereka yang baru 7 tahun mereka sudah mahir berperang, memanah, beladiri, sihir, mereka di ajarkan membunuh binatang buas di umur 4 tahun. kejam?, tapi ada benarnya Charlene membuat Dira dan Dara menjadi orang yang kuat dan ber emosi tenang. kalau tidak, mungkin mereka akan menjadi anak anak yang manja, dan itu akan sangat sulit, kekaisaran memiliki aturan nya sendiri, dan siapa yang tahu masa depan itu seperti apa.


Amber memberi kode supaya Dhira dan Dhara memeluk Charlene, sontak 2 bocah itu berlari mendekati sang ibu. lalu mereka memeluk nya dengan erat.


"maaf kan ibunda nak." Charlene memeluk putra putri nya dengan haru.


"tak apa ibunda,dengan ibunda mau memeluk kami saja kami akan berlatih dengan giat!"


"iya benar kata kakak ! kami akan belajar giat, omong omong, kenapa kami tidak pernah melihat ayahanda ya ibunda? apa beliau sedang bekerja jauh sekali?." mau bagaimana pun pertanyaan seperti ini pasti akan muncul. Charlene menghela nafas.


"eh ayah kalian." Charlene termenung sebentar, Dhira yang menyadari kalau pertanyaan adik nya tidak bagus pun langsung mengalihkan pembicaraan.


"yasudah ibu kami akan berlatih lagi ,salam bibi,ibu. ayo pergi Dhara, jangan mengacau." Dhira langsung menarik lengan adik kembar nya menuju lapangan tempat mereka berlatih.

__ADS_1


"bahkan Dhira sangat pengertian, omong omong kau benar benar akan membalaskan dendam wahai permaisuri??." Amber tersenyum lebar.


"eh?permaisuri?! enak saja aku bukan permaisuri! dan aku pasti akan membalaskan dendam ku." Charlene mendengus kesal.


"ya,dia benar benar keterlaluan,bahkan dia tak menahan mu ketika kita mau pergi."


"amber,apa kita harus mengenal kan mereka pada dunia luar?."


"maksud mu kita akan pergi dari desa ini?lalu ke kota?."


"iya, tentu saja. ketika kita sukses nanti ,kita akan membawa warga desa bersama kita.


_/_/_/_/_/_/


maaf typooo


komen dong guysss kasih kritik saran juga bolehh


salam rindu author


RSY


____

__ADS_1


__ADS_2