Transmigrasi Menjadi Dewi

Transmigrasi Menjadi Dewi
back to the Hillbright kingdom


__ADS_3

"baik lah anak ku Charlene, engkau berhak memilih. Pangeran shiro, kuharap dewa bulan dan dewi awan akan setuju." Letizia tersenyum menampilkan raut wajah tegas namun anggun.


" tentu saja dewi, kami sangat setuju anak kami shiro menikah dengan putri Putri Charlene." Dewa bulan selaku orang tua dari Shiro pun ikut tersenyum, ayolah siapa yang tidak mau berbesanan dengan keluarga dewi yama begini?.


"ya sungguh sebuah kehormatan, dan putri Cjarlene jangan memanggil kami dewa bulan dan dewi awan ya, panggil kami ibunda Leana dan ayahanda Darion." Leana selaku ibu dari Shiro ikut tersenyum, ia mengimpikan seorang yang lembut untuk putra nya, ah sungguh beruntung.


"tentu ibunda, ayahanda. Charlene akan ingat." Charlene tersenyum lembut dan menundukkan kepalanya sebentar.


"baik lah anak anak ku, kalian akan menikah setelah kalian turun ke bumi." ujar Dewa Rigel.


"ayahanda, maaf memotong pembicaraan, mengapa kami berdua harus pergi ke bumi?." Charlene yang memang sudah melupakan masalalu nya menjadi bingung, mengapa ia ditugaskan lagi ke bumi?.


"bagaimana pun juga, kau harus meminta restu orang tua mu anak ku, mereka yang membesarkan mu walau kau adalah anak kami." Charlene hanya bisa mengangguk ragu, ia bingung harus apa nanti nya.


"setujui saja putri, aku bersamamu." Ujar Shiro sembari tersenyum dengan lembut ke arah Charlene.


"ah, baiklah ibunda, ayahanda, kapan kami akan pergi?." Charlene menatap orang tuanya kembali.


"sebaiknya kau pergi secepatnya anak ku. Berhubung ini masih sore kau boleh pergi sekarang." orang tua nya ini begitu senang membuat kaget, cepat sekali?.


"dewi, berapa lama kami akan di bumi?." kali ini Shiro lah yang bertanya.


"seminggu anak anak ku, setelah kalian pulang kesini, kalian akan langsung menikah. Apa kalian mengerti?." Charlene dan Shiro mengangguk pelan lalu, Charlene dan Shiro mengatakan dengan jelas dan lantang "kami mengerti"

__ADS_1


,,,,,,,,,,,,


Setelah bersiap siap, mereka berdua mengenakan baju yang sama, mereka tampak sangat tampan dan cantiiik sekali, mereka tak di antar sampai di dalam kerajaan Hillbright, mereka hanya di antar menuju air terjun saja.


"emm shiro, menurutmu apakah mereka mengenaliku." Tanya Charlene pada tunangan nya ini.


"ya tentu saja putri, mereka pasti mengenalimu."


"shiro, bisakah kau tak memanggilku putri?." Charlene agak kesal sebenarnya, Shiro kan tunangan nya! kenapa juga ia memanggil nya dengan embel embel putri?.


"mn, baik lah aku akan memanggil mu permaisuri ku, Atau sayang?." senyum di wajah Shiro membuat Charlene tersipu, wajah nya semerah tomat.


"ayo lah jangan bercanda lagi." Shiro terkekeh melihat perubahan wajah Charlene, lalu ia mengusak usak rambut gadis itu.


"CHARLENE!."


"hah?! Putri?!"


"ya dewa, Putri Charlene?!."


Charlene yang memang kaget atas teriakan Amber Jhon dan Steve, langsung menatap nya, bahkan ia dan Shiro memberanikan diri menghampiri mereka yang sedang terkejut.


Tanpa aba aba tubuh amber memeluk Charlene dengan erat, ia tak menyangka sahabat tercintanya itu telah kembali, bahkan terlihat sangat cantik.

__ADS_1


"Charlene, apa kau lupa dengan ku? Bahkan kau tak menyapaku." Charlene bingung harus bersikap bagaimana, toh sebenarnya Charlene tidak mengingat siapapun


"tenang lah, maafkan aku tapi aku tak mengenali mu. Tapi aku tau kau adalah sahabat ku, aku bisa merasakan nya. Dan aku juga telah melupakan ingatan ku yang dahulu, jadi tolong beri tahu aku apa yang terjadi. Dan satu lagi, dia tunangan ku, pangeran Shiro." Charlene menunjuk kearah Shiro, ia membungkuk perlahan untuk memberi hormat.


Shiro hanya tersenyum simpul, padahal di hati nya sangat bahagia ketika dirinya di anggap tunangan oleh wanita yang di cintai nya.


"putri, kau terlihat berbeda, dulu rambut mu coklat." ucapann Steve membuat Charlene tersenyum, ah pengetahuan baru tentang dirinya sendiri.


"ekhem, omong omong bisakah kalian mengantarkan kami ke kerajaan Hillbright?." kini berganti Shiro yang bertanya.


dengan senang hati Amber menjadi juru pandu mereka berdua. "tentu saja! Mari."


"dari pada kalian lelah berjalan, lebih baik ikut ku, akan aku bawa kalian terbang, cukup pegang tangan ku dengan erat, amberia kau ikut aku, dan kalian ikut Shiro." Shiro juga mengangguk, itu akan lebih cepat sampai.


"baiklah."


___


Maaf typoo


Salam rindu author


RSY

__ADS_1


____


__ADS_2