Transmigrasi Menjadi Dewi

Transmigrasi Menjadi Dewi
Sayap


__ADS_3

Charlene pun memanggil teman teman nya


Yups ! Aric dan Cleo serta burung yang berhasil ia tetaskan ia memutuskan memberi nama burung phoenik 37 langit itu dengan nama Acton.


"hei aric, Cleo acton." Charlene memanggil hewan suci milik nya dengan semangat.


"yah ibundaaa?." 3 Hewan suci itu berseru secara bersamaan.


"hey! Dia ibuku! Dia yang menetaskan ku!." lagi lagi pertengkaran tidak berfaedah terjadi lagi, ayolah ini sudah terjadi beberapa kali sebelum nya.


"hei hei aku baru berumur 10 tahun." Charlene menatap malas pada makhluk makhluk yang mengaku sebagai putranya itu, ayolah bahkan Charlene saja belum pernah, ekhem..


"yaaa tapi kami akan tetap memanggil mu ibu aku bahkan baru berumur 5 bulan!." Aric mendengus santai.


"aku 1 tahun, ibu ku di bunuh oleh orang yang kau kalahkan sebelumnya." Cleo tak mau kalah, ia dengan suka rela membeberkan dan mengingatkan Charlene.


"bahkan aku baru saja lahir!, Ibu aku ingin memeluk mu." Acton memang yang paling manja disini, ia menduselkan kepalanya pada Charlene.


"huh baiklah peluk!." saat ini lebih baik Charlene mengalah, kan?..


Dan Charlene pun memeluk leher dari Acton Cleo dan Aric


"kalian di ruang rahasia Dulu ya, aku akan pulang ke istana." Charlene tersenyum dan berdiri, ia mengusak kepala mereka bertiga dengan sayang.


"yaa ibu sampai jumpa." Ketiganya berseru dengan semangat


________


"ayahanda, ibunda, mengapa kalian menatapku seperti itu?." Charlene menatap aneh pada orang tuanya, apakah ia terlihat aneh? apa pakaian nya yang aneh?.


"tidak apa, ayah dan bunda hanya segan padamu Charlene, bagaimanapun juga kami sudah tahu ini dari lama namun ketika masalah ini diungkit kembali, kami merasa jika kami tidak pantas untuk menjadi orang tua seorang dewi." Ayah nya tersenyum, namun Charlene malah menangis tersedu sedu, pasalnya ia tak ingin kedua orang tua nya berbuat seperti itu. ia hanya ingin diperlakukan seperti biasa.


"kalian, aku tak ingin kalian seperti itu." Charlene memeluk diana dengan segera, diana pun langsung memeluk buah hati nya dengan perasaan sayang.


"baik lah baiklah, jangan menangis lagi, oke?." Diana tersenyum dan mengusap airmata putrinya, ayolah Charlene masih berusia 10 tahun!!


"huh baik lahh, ayo cepat mandi putri ayah. jangan jorok hm?." Charlene menganggukkan kepala nya.

__ADS_1


"ya baiklah, ayah, ibu, besok aku akan bermain dengan Cleo, Aric serta Acton." Charlene mendongakkan kepalanya, tentu ia meminta izin.


"tapi kau harus hati hati, mengerti?." Ibunya memberi wejangan, itu hal wajar ketika ia akan pergi kemanapun.


"ya bu, mengertii."


"baiklah, sekarang pergi mandi lalu kau ke kamar mu dan tidur."


"okee."


___________


Keesokan hari nya charlene pun memasuki hutan milik keluarga Hillbright, ia melatih kekuatan nya.


"emm, aku sering menggunakan sihir cahaya, menurut ku itu sangan membantu."


"menurut ku, kau harus mencoba sihir dewi mu ibu." ujar Cleo pada Charlene.


"sihir dewi?." Charlene tidak tahu jika ia masih bisa mempunyai sihir dewi atau apalah itu, ia kira tak ada perubahan yang signifikan.


"ya sihir dewi, sihir yang di miliki dewi ketika lahir. Kita tinggal melihat saja seberapa kuat sihir mu dan apa bentuk nya, sihir dewi ada yang nampak contoh nya lotus penghancur milik dewi Eren. Dan bayangan cakar langit milik dewa Wise.


"ya sangat susah, maka dari itu keturunan sang dewi pun kadang tak bisa menanggung nya contoh nya dewi Aelise. Yang mati akibat mengembangkan sihir dewi nya.


"di mur berapakah aku bisa mempelajarinya? Apakah sekarang bisa?." Charlene menatap Aric dengan binaran di matanya.


"hei tentu tak bisa, itu harus dilakukan di khayangan tauu." Aric mendengus, memangnya mengaktifkan sihir ini semudah membalikkan telapak tangan ya!!.


"sayang sekali tidak bisa dilakukan sendiri, yah baik lah aku mengerti." Charlene menganggukkan kepalanya.


"emm apakah kau ingin belajar menggunakan sihir angin? Sepertinya ibu terlalu banyak sihir cahaya." Cleo yang mengatakan ini.


Charlene berpikir sebentar, lalu ia mengangguk. "boleh juga."


"serah kan padaku ibu! Aku bisa mengajarimu terbang." Acton selaku Phoenix berseru dengan semangat.


"haha baik lah ayo apa mantranya?."

__ADS_1


"fokuskan pikiran ibu, tarik nafas dan keluarkan. buat badan ibu nyaman terlebih dahulu. setelah itu ucapkan ini, angin yang sejuk, hantar kan aku ke langit suci! Angin 1000 langit!."


Charlene pun mengikuti ajaran Acton, namun ia tak berhasil, ia pun akhirnya terus mencoba dan kembali gagal.


"eh, apakah yang terjadi? Mengapa tak bisa terbang?."


"Dewi Lilith, bantu aku! aku kesulitan." pada akhirnya Charlene memanggil pelayan ibunya itu, mau bagaimana lagi? ia harus menanyakan ini.


mendengar panggilan, Dewi Lilith pun langsung menemui Charlene.


"ada apa Charlene?". Dewi Lilith muncul dari cahaya yang begitu terangnya.


"dewi, mengapa aku tak bisa mengandalikan angin untuk terbang? apakah aku todak bisa menggunakan angin sebagai unsur elemen ku?." Charlene terlihat lumayan cemas, todak bisa terbang tapi akan emngemban banyak beban adalah hal yang cukup sulit nantinya.


sedangkan Lilith yang melihat nya pun langsung tersenyum. "tentu saja, kau akan memiliki sayap di usia 17 tahun, Makanya angin menolak di ajak terbang dengan mu."


Charlene terkaget dan menegang, astaga plot twist apalagi ini?! " hah? Sayap? Eh, apa kau juga punya?."


Lilith menganggukkan kepalanya. "ya tentu, apa kau mau melihatnya?."


ya! Tentu saja."


Lilith pun langsung membaca mantra, kini sepasang sayap membentang lebar, sayap putih yang Cantik menyilaukan mata.


"apa sayap ku akan tumbuh seperti mu?." Charlene menatap kagum pada sayap milik Lilith.


"mungkin lebih indah, ah baiklah aku harus pergi lagi Charlene." Lilith tersenyum danelmbaikan tangan nya.


"ya silahkan, dan terimakasih tentunya."


___________


Sorry banyk typo


Salam rindu author


RSY

__ADS_1


____


__ADS_2