Transmigrasi Menjadi Dewi

Transmigrasi Menjadi Dewi
Dewi?


__ADS_3

(Bukan POV Charlene lagi)


Iris mata berwarna merah serta rambut yang senada Mewakili sang dewi kehancuran..


sang dewi yang tak kan terkalahkan kecantikan nya  yang di agungkan para manusia.


kini pecahan memorinya berada dalam tubuh gadis cantik, yang tengah berdiri  di atas aula.


dewi yama mempunyai seorang anak, namun karena sesuatu hal, ia menganugerahkan kan anak gadisnya itu kepada diana, karena ia percaya diana akan menjaga anak nya dengan baik


"aku dewi kehancuran... menganugerahkan kepada anak ini, setengah kekuatan dewi ku, disaat umurnya mencapai 17 tahun.


asal kalian tau wahai manusia, sebentar lagi akan terjadi peperangan hebat di peradaban ini, dan nasib kalian hanyalah bergantung pada sang putri, apakah ia akan menang atau tidak.


Maka jagalah putri ini, ia akan menggantikan posisi dewi ku ketika ia mampu menanggung beban dunia...  Hormati dia! Dia anak ku yang aku anugrah kan pada diana !!."


Suara yang berasal dari bibir mungil milik Charlene sendiri membuat semua orang kaget sekaligus was was, peperangan dengan siapa?.


Tanpa mereka sadari,Charlene sudah tersadar dan kembali seperti biasa, semua berjalan normal kembali.


"eh, ada apa ini?." tanya nya.


Semua rakyat termasuk ayah ibu sahabat serta louis pun bersujud pada nya, apa apaan itu? Charlene kebingungan.


"Dewi, kami mohon bimbingan mu!."


"Hah?." Charlene menatap aneh kearah rakyat dan orang orang disana.


"Kau adalah utusan dan titisan sang dewi kehancuran,Charlene." Amber menatap sahabatnya sendu,ia merasa beban Charlene akan bertambah sangat banyak.


"apa maksud nya? Dewi kehancuran?, tak mungkin, Amber. ibuku hanyalah ratu diana." Charlene kembali mendekati amber dan menggoyangkan lengan nya, ia sangat Tidak percaya dengan yang amber katakan.


"anak ku, memang kau adalah titisan dewi, mohon ampuni ibu mu ini sayang." Ratu Diana menangis sembari menangkupkan tangan nya, ia merasa berdosa karena menyembunyikan fakta yang ada bersama nya selama ini.


"Ibu tahu dari lama?." charlene menatap ibu nya tak percaya.


Lalu tak beberapa lama, Charlene kembali bersuara..


"jika memang aku ini adalah keturunan sang dewi, maka turuti perintah ku! Mulai hari ini bersikaplah seperti biasa,dan jangan nenganggap ku sebagai seorang dewi!." Charlene menatap marah sekaligus bimbang, entah lah perasaan nya sangat campur aduk.


"Dewi, tidak sopan jika kam-." belum selesai Louis mengakhiri kalimat nya, Charlene sudah menginterupsi terlebih dahulu.

__ADS_1


"bahkan kau juga Louis?, Aku tak percaya. Acara di bubarkan!." Charlene menatap tunangan nya kecewa.


Charlene tak percaya jika ia dirinya titisan dewi, ia hanyalah gadis 20 tahunan yang masuk  ke zaman antah berantah ini, yang manakah ibunya?. Ia terus berlari hingga taman, ia duduk di bangku mewah milik kerajaan.


"jika kau memang ibunda ku, tolong beri aku jawaban. aku tak bisa menahan nya sendirian. Aku tak tau aku siapa, aku mohon." Charlene menangis tersedu hingga pipinya penuh akan air mata, bahkan matanya pun kini sembab sekali, itu membuat Charlene semakin terlihat menyedihkan.


Namun tanpa disangka sangka, ada seorang wanita cantik yang menggunakan mahkota, serta membawa tongkat yang memakai baju serba putih, dan ada beberapa dayang di belakangnya.


"Siapa kau?." Charlene menatap aneh kearah perempuan itu, dia sangat berbeda dari manusia pada umumnya.


tapi Charlene yakin 100% kalau orang di depan nya ini bukan manusia seutuh nya.


"Hai Charlene, aku hanyalah salah satu pelayan ibu mu,dewi Kehancuran. Nama ku adalah Lilith.


Dan apa kau Sedang kesulitan?, Di sini aku yang akan membantu mu." Lilith tersenyum dan duduk di samping Charlene.


"Aku tidak keaulitan, tapi aku sedang sangat amat bingung Lilith.


Aku masih bingung,apakah benar sang dewi kehancuran adalah ibunda ku? Tapi kenapa?." Charlene menatap langit,ia sedang bimbang.


"tentu saja beliau adalah ibunda mu Charlene." Lilith kembali tersenyum dan diam mendengarkan keluhan serta pertanyaan gadis remaja didepan nya.


Dewi Lilith pun tersenyum, bahkan tanpa ia sadari, wajah dari charlene memang sangat mirip dengan 'beliau'.


Wajahnya yang manis, tatapan mata yang lembut dan tajam, akan membuat siapa pun jatuh cinta padanya.


"Charlene, apa kau tau? Ini adalah dunia asli mu." Lilith selaku dewi yang mengaku sebagai pelayan ibu nya itu tersenyum tipis, bahkan saking tipis nya Charlene tak mampu melihat senyuman itu.


"apa maksud nya?." Charlene menatap sang dewi dengan tatapan heran, ini dunia asli nya?.


"Kamu memang harus berada di 'dunia' ini, Charlene.


kamu memang keturunan dewi kehancuran, kamu bisa memanggilnya dewi Letizhia.


Waktu itu terjadi sebuah peristiwa kehancuran di dunia atas, dengan panik nya dewi Letizhia melempar sukma mu ke dunia mu yang dulu, setelah kehancuran sudah usai dan semua susah normal, kami mencari diri mu ke segala penjuru dunia ini, tak di sangka kamu malah sudah wafat di dunia mu. Namun, dewi Uttari yang tau kamu adalah titisan dewi Letizhia, ia meletakkan kembali sukma mu ke dalam kandungan Diana, jika kau bertanya mengapa tidak ke kandungan dewi Letizhia lagi? Itu karena sang dewi mempunyai rencana yang hanya akan bisa kamu ketahui setelah kamu cukup dewasa, Charlene..


jadi bisa di bilang sebelum kamu kesini pun, memang takdirmu yang menggariskan kalau kau adalah putri dewi Letizhia." Lilith menjelaskan nya dengan perlahan dan sabar,ia tau kalau Charlene masih enggan menerima takdirnya.


"tapi, aku tak mengerti, aku tak faham,kenapa haris aku?." Charlene menatap lekat kearah Lilith, manik nya menyorotkan ketidaktahuan bahkan kekecewaan.


"Ada saat nya kamu akan tahu,Charlene.

__ADS_1


Mungkin tidak sekarang,namun segera. tapi sekarang lihatlah, ada pangeran yang akan menemui mu." Lilith tersenyum dan menunjuk kearah barat. tak lama, pangeran Louis pun menghampiri charlene.


Lilith menghilang sebelum pangeran datang.


"Charlene..."


"Ada apa pangeran?." Charlene masih enggan menatap tunangan nya itu.


"maaf kan aku Charlene." Louis menunduk dan menatap kaki nya sendiri.


"untuk apa?."


"aku tau kau tak suka bila di sebut Dewi, namun itu peraturan nya, bahkan para hewan suci pun takut padamu." Louis menatap tungan nya dengan lembut, ah ia tidak menyukai tunangan nya yang pendiam begini.


Charlene dengan santai menjawab.


"lalu, apakah kau takut padaku pangeran?."


"tidak, kau selamanya hanya lah putri kecil ku. Tak kan berubah." Louis tersenyum.


Charlene pun ikut tersenyum mendengar pernyataan dari louis


"baiklah, aku maafkan.


aku akan kembali ke kastil, kau juga kembalilah."


" baik, Jaga dirimu."


"pasti, dan kau jaga diri mu, juga hatimu." Charlene tersenyum malu malu.


"haha baiklah, muka mu seperti seekor anak kucing yang lucu!." louis pun Pergi berlari meninggalkan Charlene.


_____________


Jan lupa komen guys


Maaf kalo banyak salah kata


Salam rindu author


RSY

__ADS_1


__ADS_2