
Queen Diana sangat amat bersedih atas jawaban putri nya itu, tapi ia mengerti jika Charlene sendiri adalah titisan sang Dewi, bisa tinggal dan merawat Charlene selama 15 adalah sebuah anugrah.
"anak ku, Tapi berjanjilah untuk datang lagi kesini walau entah kapan waktu nya." Queen Diana tersenyum sendu, ia mengusap pipi putri nya itu.
"tentu saja ibu, boleh kah aku pergi ke kamar dahulu?. Aku sangat lelah." Charlene mengusap tengkuk nya, ia canggung sekali.
"tentu saja Charlene, mari ibu antarkan." Queen Diana tersenyum cerah, ia membimbing Charlene menuju kamarnya.
setelah hari itu, Queen diana kembali ceria walau ia tau putri kecilnya akan pergi lagi.
Dan berakhir sudah waktu Charlene di bumi, ini saat nya ia pulang ke kerajaan atas.
Ratu Diana memeluk Charlene dengan erat, sang ratu menangis seakan tak akan pernah bertemu putri semata wayang nya lagi.
"kembali lah anak ku, disini adalah rumh mu juga. kelak jika kau sudah menikah, sempatkan lah dirimu untuk berkunjung kemari, ibunda dan ayahanda mu begitu merindukan Charlene kami." Ucapan Ratu Diana membuat Charlene terharu, ia memeluk wanita paruh baya itu dengan intens.
"tentu ibu, aku akan sering mengunjungimu dan kerajaan ini." Charlene tersenyum, ia menampilkan gigi rapi yang berderet manis disana.
"baiklah putri, Sudah waktunya berangkat." Shiro menepuk pundak calon istrinya itu.
"ya, sebentar lagi. Ah, dan sampai jumpa ayah, ibu." Charlene tersenyum.
setelah acara perpisahan yang terjadi barusan, Charlene dan Shiro segera menuju khayangan. Charlene terbang dengan sayap nya yang begitu anggun, sedangkan pangeran Shiro terbang memakai jurus terbang nya yang membuat mereka terlihat sangat serasi,di perjalanan mereka hanya diam tak membicarakan apapun.
saat sampai di kerajaan atas,mereka di kejutkan dengan persiapan pesta pernikahan yang sangat indah dan mewah,saat itu juga Dewi Letizia menghampiri mereka.
"putri ku, bersiap lah. malam nanti kau akan menikah dengan pangeran Shiro." Dewi Letizia tersenyum, ia mengusap surai halus milik puterinya dengan sayang.
__ADS_1
"tapi, apakah ini tidak terlalu cepat ibunda?." Charlene menatap dekorasi pernikahan dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Tidak anak ku,ini perhitungan yang pas,sebentar lagi kau akan di nobatkan sebagai seorang dewi yang sah, karena usiamu yang Sekarang mencapai 16 tahun, sedangkan tahun depan kau sudah menjadi Dewi secara resmi, maka kau harus mempunyai keturunan, dan lebih cepat lebih baik." Dewi Letizia paham, putri nya ini pasti sangat kaget dengan peraturan yang ada di dunia khayangan.
"baik ibunda, Charlene akan bersiap."
"Dewi, hamba juga akan bersiap."
"baik lah, di kamu kalian sudah ada baju pernikahan." Charlene dan Shiro hanya mengangguk
__________kamar___________
setelah Charlene masuk kamar, dewi Lilith membantu nya memakai pakaian pengantin berwarna putih, gaun yang sangat indah dengan mahkota yang sangat cantik.
"Lilith, menurut mu apa kah keputusan ku menerima pernikahan ini benar?." Charlene menatap pantulan dirinya yang begitu anggun dan cantik.
" yaah, yasudah lah ayo kita turun."
terlihat semua dewa dan dewi dari kalangan bawah hingga yang atas juga ikut hadir, pangeran Shiro yang mengenakan pakaian berwarna putih biru dengan sebilah pedang di pinggang nya juga menambah kesan keren,mereka sangat serasi!.
setelah pendeta agung menikahkan mereka,saat ini,detik ini juga mereka sah menjadi sepasang suami istri dan sekarang di lanjut meminta restu dari kedua belah pihak.
"ibunda Dewi yama,dan ayahanda Dewa Rigel. hamba meminta doa restu kalian untuk memberkati pernikahan kami." Shiro dan Charlene berlutut di hadapan mereka.
"kami berkati kalian."
"terimakasih ibunda dewi,ayahanda dewa." kemudian Charlene dam Shiro bergeser ke arah Dewi bulan dan Dewa Langit..
__ADS_1
"ibunda dewi bulan,ayahanda dewa langit, hamba meminta doa restu untuk pernikahan kami."
"ya kami restui anak ku."
"terimakasih ayahanda,ibunda."
"sekarang kalian sudah sah menjadi sepasang suami istri,aku harap kalian bisa memberi kami cucu yang cantik dan tampan." Dewi Letizia tersenyum manis, ia mengusap wajah putri nya.
pipi Charlene memerah karena malu, tapi Shiro hanya tersenyum melihat tingkah istri kecil nya itu.
kabar pernikahan antara sang titisan dewi dan pangeran Shiro sudah sampai di telinga manusia bumi. Begitu juga di kerajaan Morrel, aucoin, Hillbright, Bergeron dan yang lain.
di kerajaan morell, kini mereka tengah khawatir dan gundah, kemarahan sang dewi yang mereka dapat ketika membatalkan pertunangan antara Charlene dan Louis. mereka menyesal menunangkan Louis dengan Anne..
dan di kerajaan hillbright mereka malah tampak bahagia dengan kabar ini, para sahabat nya pun turut bahagia karena ini lah awal mula kebahagiaan Charlene..
semoga
_______
maaf typo,,,
kalau yang setuju ini di up tolong beri komen dan like,karena itu semangat author
salam rindu author
RSY
__ADS_1
____