
Arsta yang memberitahu kepada sang raja bahwa ada daratan lain selain daratan yang dihuni nya,membuat sang raja penasaran daratan seperti apa yang ada di balik lautan luas itu.
"tuan Arsta,apa kau bisa memberitahu daratan seperti apa yang ada disana?" tanya sang raja kepada Arsta
Arsta yang mendengarnya bingung harus memberitahunya atau menyembunyikan nya,karna arsta belum yakin kerajaan yang dia tinggali sekarang akan menjadi sekutu nya atau musuh nya.
setelah Arsta memikirkan dengan matang matang,Arsta berencana akan menyembunyikan nya dan membuat kerajaan manusia menjelajahi nya sendiri.
"untuk sekarang mungkin aku tidak akan memberi tahu lebih dari yang sekarang yang mulia ketahui" ucap arsta tersenyum kepada sang raja
"mungkin?berarti ada kemungkinan di masa depan kau akan memberitahu segala yang kau ketahui?" tanya sang raja serius
"entahlah,tergantung sikap kerajaan ini" arsta kembali tersenyum
"seperti itu pun sudah membuatku tenang" balas senyum sang raja
tak lama kemudian seorang pria paruh baya dengan pakaian layaknya bangsawan masuk ke dalam ruangan
"yang mulia,uang untuk pembayaran wyfern sudah berada di luar ruangan" ucap paruh baya itu dengan penuh sopan santun
"bawa uang nya masuk" ucap sang raja
pria paruh baya itu pun memanggil beberapa orang masuk dengan membawa berkantung kantung emas
"gila!! tau gini dulu gua gak bakal anjir bakar mayat mayat nya" gumam arsta
setelah melihat uang yang banyak itu Arsta disuruh menandatangani surat dengan darah Arsta lagi,seperti yang dulu arsta lakukan di guild petualang.
"tuan Arsta,anda akan berada di kerajaan ini berapa lama?" tanya sang raja
"mungkin sekitar empat sampai lima bulan" jawab Arsta
"apa perlu saya siapkan tempat tinggal sementara anda disini?orang yang membunuh wyfern sama saja dengan seorang dengan gelar pahlawan" ucap sang raja
"wah...boleh juga tuh,sekalian di sediain makan sama kebutuhan nya juga kan" tanya Arsta kegirangan
"tentu saja,anda tak perlu mengkhawatirkan apapun" balas sang raja
"hehehe" arsta tersenyum (MC gak tau diri emang gitu-_-)
__ADS_1
"kalau begitu,nanti roldson akan datang ke penginapan mu bila semuanya sudah siap" ucap sang raja
"terima kasih yang mulia atas kebaikan nya,kalau begitu saya pamit undur diri sekarang" ucap arsta berdiri dari duduknya
"tentu saja,semoga hari mu menyenangkan" ucap sang raja berdiri
saat arsta hampir keluar ruangan Arsta mengucapkan sesuatu yang membuat sang raja malu
"ah..saya lupa menyampaikan.yang mulia,bangsawan bangsawan mu harus sering yang mulia awasi,banyak dari mereka yang lebih mengutamakan kekayaan nya sendiri dibanding rakyat bawah.bila yang mulia tidak bisa,akan saya bantu membereskan ular ular berbisa itu atas nama umat manusia" ucap Arsta tersenyum sambil meninggalkan ruangan
sang raja tidak bisa berkata apa apa lagi karena yang di katakan Arsta memang kenyataannya
ketika di lorong kastil,Arsta melihat wanita dengan rambut silver panjang dengan mata biru sebening lautan melewati lorong yang sama
seketika mata mereka bertemu dalam beberapa detik
"tuhan,terima kasih telah mensuci kan mata ini lewat bidadari itu tuhan" ucap arsta di dalam hati
wanita itu pun memalingkan wajah nya dari pandangan arsta dan menuju ke ruangan sang raja
"siapa wanita itu?" tanya Arsta ke Guild Master
"ah...dia putri pertama kerajaan ini Isabella Nabill Von Krain" jawab Guild Master
"bila tuan Arsta menyukai putri Isabella mungkin kau akan disetujui oleh yang mulia untuk menikahinya dan menjadi raja selanjutnya" ucap Guild Master memegang pundak Arsta
"jangan becanda...mending hidup bebas dari pada di kekang sama satu negara" ucap menepis tangan Guild Master
"tapi gak buruk juga ngajak berpetualang si putri ngeliat dunia luar" gumam Arsta
Arsta dan Guild Master pun meninggalkan istana kerajaan.
RUANG PRIBADI RAJA
"ayah,siapa lelaki yang bersama tuan Roldson?" tanya putri Isabella
"ah..dia kah...dia Arsta Grid" sang raja menghela nafas
"siapa dia?,ah...dan juga aku tadi melihat ada tujuh wyfern yang dibawa oleh para ksatria dari ruang tahta" ucap putri Isabella
__ADS_1
"dia lah yang membunuh wyfern itu dan menjual nya ke kerajaan kita"
"dia?!ternyata ada manusia sekuat itu di dunia ini,untunglah dia bukan musuh kita" putri Isabella menghela nafas
"sayang nya dia bukan rekan kita" raja ikut menghela nafas
"dia bukan rekan kita?!berarti dia musuh?!kalau begitu ayah kita harus mempersiapkan ksatria kita dan memanggil seluruh orang terkuat di kerajaan kita" putri Isabella panik,karena dia tahu seekor wyfern saja sudah cukup untuk melenyapkan kerajaan tercinta nya,namun orang itu mampu mengalahkan tujuh wyfern
"tenanglah Isabella!" ucap sang raja menenangkan putri Isabella
"tapi bila monster itu bukan rekan kita,kerajaan kita bisa hancur kapan saja" ucap putri Isabella khawatir
"karna itu Isabella..." sang raja menatap serius ke arah putri Isabella
"buatlah dia menjadi raja selanjutnya kerajaan ini" ucap sang raja
"maksud ayah,aku harus mengorbankan hatiku dan menikahi nya agar dia tidak menjadi musuh ini?" ucap putri Isabella
"maafkan aku,aku tahu aku bukan ayah yang baik,tapi bila aku tidak bisa menjadi ayah yang baik,aku ingin menjadi seorang raja yang baik" ucap sang raja berwajah sedih
Isabella tidak tahu harus bagaimana.di satu sisi dia tak ingin mengorbankan hatinya untuk menikahi orang yang tidak di cintai nya,namun disisi lain dia tak ingin membiarkan negara nya menjadi sebuah reruntuhan
"tapi bila dia tidak menyukai ku bagaimana" tanya Isabella
"aku mendengar dari roldson bahwa dia lebih menghargai wanita dari pada segalanya,makannya hanya kau wanita tercantik di kerajaan ini yang bisa membuatnya berpihak kepada kita" ucap sang raja
"baiklah akan ku lakukan" putri Isabella tersenyum
"maafkan aku anakku,bila aku memiliki kekuatan yang lebih mungkin semua ini takkan terjadi padamu" ucap sang raja menundukkan kepala
"ayah tidak usah seperti itu,ayah hanya menjalankan tugas sebagai seorang raja,maka dari itu akupun harus menjalankan tugas sebagai seorang putri sang raja" ucap putri Isabella tersenyum
"terima kasih nak" sang raja meneteskan air matanya
putri Isabella yang tersenyum dihadapan sang raja,di dalam hatinya dia menjerit kenapa harus kerajaan ini yang menerima sebuah bencana berjalan.dia pun mulai meragukan dengan kepercayaan nya kepada dewa alugus yang dia sembah sembah.
dilain sisi Arsta yang baru saja keluar dari istana kerajaan,sudah di sambut dengan masalah baru lagi.
"*nj*ng alugus!!!gunanya skill master keberuntungan sama LUK max buat apa asu!,kenapa masalah mulu!!!" gumam arsta
__ADS_1
masalah apa yang Arsta hadapi?next chap:)
BERSAMBUNG....