
setelah arsta pergi meninggalkan Ibukota Krain,Arsta bertemu dengan ras singa setengah manusia yang menjadi dalang penyerangan di Ibukota.
Arsta diajak menemui tuannya Birlan si manusia setengah singa itu.mereka pun pergi semakin dalam menaiki poppet dan si tiger of hero.
"oi birlan,kenapa kau mau di perbudak ama ras iblis?" tanya Arsta blakblakan
"hahaha,ternyata mulut manusia masih sama seperti biasanya" jawab birlan tertawa keras
"kau bisa menyebut ini perbudakan atau apapun,tapi bila boleh jujur ini bukan perbudakan,hanya saling bertukar kontrak" balas birlan tersenyum
"apa kau bodoh?bertukar kontrak sama saja dengan menjadi budak dari yang kuat kan?" ucap Arsta dengan wajah heran
"lalu saat kau bertukar kontrak dengan para beast mu apa kau menganggap mereka budak?" balas birlan tersenyum
Arsta terdiam mendengar balasan dari birlan itu.
"t-tapi itu beda-"
"itulah sikap manusia,selalu membenarkan apa yang menurut mereka benar dan menyalahkan apa yang menurut mereka salah" sangkal birlan kesal.
Arsta semakin dibuat diam oleh kata kata birlan.dalam pikirnya Arsta yang tadinya memandang birlan hanya sebagai budak ternyata dia membuat kesalahan besar,karna memandang rendah orang lain.
didalam perjalanan tak ada seorang pun yang mengeluarkan suara.dan satu jam pun telah terlewati...
"kita sudah sampai" ucap Birlan menuju ke sebuah pohon yang sangat besar di depannya.
mereka pun masuk kedalam pohon yang menjulang tinggi itu.
"kau sudah datang kah birlan" suara seorang wanita bergema di dalam sebuah pohon itu.
"iya aku sudah datang tuan membawa tamu yang anda inginkan" balas Arsta membungkukkan badan tiba tiba.
Arsta yang melihat Birlan membungkukkan tiba tiba kedepan,dia tak melihat apapun selain batang pohon biasa.
"hmmm...terimakasih atas kerja kerasmu" balas suara wanita itu
"apa kau yang bernama Arsta Grid" tanya suara wanita itu
"bukankah tidak sopan bertanya tanpa menunjukkan wujud mu" jawab Arsta tersenyum jahat
"huhuhu...maafkan atas kelancangan iblis ini"
tak lama kemudian sebuah kabut hitam pekat muncul di depan mereka semua.
"tuan mundur!,aura yang sangat kuat" ucap Poppet maju melindungi Arsta
"yah...baru kali ini aku merasakan aura yang lebih kuat daripada mu tuan" ucap Zinus melihat kabut hitam itu.
perlahan lahan seorang wanita kecil bertanduk nan manis muncul dari kabut hitam itu.
__ADS_1
rambut merah panjang dengan di tambah dua tanduk kecil di dahinya,membuat Arsta tak bisa berkata apa apa atas kecantikan iblis kecil itu.
"ada apa?apa kau terpesona dengan diriku,Arsta Grid" ucap iblis kecil itu tersenyum
"hah..mengecewakan..aku paling tidak suka dengan wanita yang menyebut dirinya cantik" ucap Arsta menghela nafas
"k-kau!" si iblis itu mulai kesal
"jadi langsung ke intinya saja,ada apa kau memanggilku kesini?apa kau kesal karna aku menghancurkan pasukanmu?" ucap Arsta dengan wajah sombongnya.
"aku kesal?bila aku ingin seluruh monster di hutan Alfraid bisa menyerang ibu kota itu" balas iblis kecil itu.
"helleh....kalah ya kalah aja,gak usah ngeles" balas Arsta dengan wajah malasnya.
"kau!!!" wanita itu makin kesal
"yeee kalah...loser!loser!loser!..." Arsta terus mengejek iblis kecil itu dengan wajahnya yang menjengkelkan
"manusia rendahan!bila aku ingin,aku bisa membinasakan mu sekarang juga!" teriak iblis itu marah dengan wajah imutnya
"sini maju!sini maju!" balas Arsta semakin mengejeknya
Poppet,Zinus,Birlan,dan si tiger of hero hanya melihat perkelahian mereka.mereka seperti sedang melihat perkelahian anak kecil.
"maafkan sikap tuanku karena kekanak kanakan" ucap Poppet murung
"hahaha" birlan tertawa
"yah...terkadang kadang" balas tiger of hero menghela nafas
"hah...ternyata nasib kita sama bila melihat dari ekspresimu" poppet pun ikut menghela nafas.
dan mereka pun mulai menghela nafas berjamaah.
disisi lain si iblis kecil yang terus di ejek Arsta,tanpa terlihat sedikitpun dia sudah berada di depan Arsta menunjukkan cakarnya.
namu dengan reflek,Arsta langsung menangkis nya dengan cepat.si iblis itu pun kemudian melangkah mundur.
"seperti yang kuduga..." gumam iblis kecil itu.
"s*al*n lu ya loli!,maen nyerang tiba tiba kek gitu" Arsta kesal
"ap-!siapa yang kau panggil loli br*ngsek!" balas teriak iblis itu
"sepertinya pertarungan ini harus di hentikan,bila kita melanjutkan bertarung,mungkin setengah hutan akan hancur" ucap iblis kecil itu.
"pilihan yang bijak" balas Arsta tersenyum.
Arsta yang masih kesakitan tangannya karena menangkis serangan dari iblis kecil itu merasa bersyukur karena tak melanjutkan pertarungan.
__ADS_1
"baiklah,langsung saja keintinya." ucap wanita itu.
si iblis kecil itu pun menghampiri Arsta,tiba tiba sebuah barrier muncul mengelilingi mereka berdua.
"tuan!" teriak poppet yang melihat tuannya seperti sedang tertelan barrier hitam pekat iru bersama si iblis kecil
"tenang saja,mereka hanya sedang berbicara.tuanku tidak ingin diganggu saat berbicara dengannya,aku bersumpah demi nyawaku tuanmu akan baik baik saja" sangkal Birlan membungkukkan kepalanya.
Poppet yang masih ragu mempercayainya tidak punya pilihan lin selain mempercayainya.
"baiklah aku mempercayaimu,tapi bila tuan Arsta kenapa napa,akan ku bawa kau mati bersama ku" ucap poppet.
"tentu!" balas Birlan
disisi lain di dalam Barrier....
"apa ini?" ucap Arsta sambil memegang barrier hitam pekat itu.
"itu hanya barrier kedap suara,jadi tidak akan ada satu orang pun yang mendengar percakapan kita." ucap iblis kecil itu semakin mendekati Arsta
"sepertinya,pembicaraan ini sangat penting hingga kau membuat barrier yang merepotkan ini" ucap Arsta melangkah mundur menjauhi si iblis kecil itu.
"ya...seperti itulah" si iblis kecil pun terus melangkah mendekati Arsta
"loli s*al*n kau membuatku takut!bisakah kau berhenti mendekatiku!" teriak Arsta
"ap-! siapa yang kau panggil loli?!aku lebih tua dari mu kau tahu!" balas si iblis kecil itu semakin cepat mendekati Arsta
"jadi apa yang ingin kau bicarakan?dan bisakah kau berhenti mendekat?!sungguh kau membuatku takut" ucap Arsta
"baiklah,baiklah~" si iblis kecil itu pun mulai berhenti mendekati Arsta.
"sebelum itu,aku akan memperkenalkan diriku terlebih dulu"
"namaku elva,raja iblis dari benua timur.kau pasti sudah tahu kan ada benua lain selain di dunia ini?" ucap elva tersenyum.
"tunggu tunggu tunggu kau raja iblis?sekecil ini?kau bercanda?" ucap Arsta mengejek
"kau yakin ingin bertarung denganku sampai mati?" ucap elva dengan wajah kesal
"hahh....baiklah baiklah aku percaya~" jawab Arsta malas
"jadi ada apa raja iblis sampai datang ke benua yang jauh dari timur ini?" tanya Arsta
"apa kau tahu 'bumi'?" ucap elva tersenyum
Arsta terdiam mendengar perkataan Elva
"siapa kau sebenarnya?" tanya Arsta dengan wajah serius
__ADS_1
siapakah Elva si raja iblis itu?next chap:)