
setelah perbincangan yang panjang dengan Elva si raja iblis dari benua timur,Arsta memutuskan membawa Elva ke benua utara untuk menaikan level nya agar bisa bertemu iblis kuno.
"tunggu yang mulia!apa kau yakin akan mengikuti si Arsta Grid ini ke benua utara?!" tunjuk birlan ke Arah Arsta
"memangnya kenapa?toh akupun bosan" balas Elva
"yang mulia,anda pun tau keaadan di benua timur seperti apa kan?!mereka berbeda jauh lebih kuat daripada monster di benua ini dan benua iblis" ucap birlam menahan Elva agar tidak ikut bersama Arsta
"menurutmu aku lebih lemah dari mereka" Elva mengeluarkan aura iblisnya yang kuat
"b-bukan seperti itu yang mulia...h-hanya saja saya khawatir pada anda" balas birlan murung
"hah...kau harus lebih percaya pada nii loli tua,balis" ucap Arsta menghela nafas
"siapa yang kau panggil loli tua s*al*an" teriak Elva
"jadi intinya kau jangan menghkawatirkan ku,bila aku ingin meratakan daratan utara pun aku hanya perlu menjentikkan jariku" ucap Elva membusungkan dadanya yang kecil.
"kalau begitu biarkan aku dan burumus(nama si tiger of hero) ikut" ucap birlan
"benar yang mulia" balas burumus
"tidak!,kalian tunggulah disini dan awasi pergerakan manusia manusia itu" ucap Elva membentak
"t-tapi"
"tidak ada tapi tapian!ini perintah!" ucap Elva tegas
"baiklah yang mulia...." jawab birlan dan barumus tak bersemangat
"jadi sudah sepakat nih?kalau udah sepakat lebih baik kita berangkat sekarang" ucap Arsta
"kau ini tak sabaran ya Arsta Grid" ucap Elva menghela nafas
Arsta,Poppet,Zinus,di tambah anggota baru Elva si raja iblis mulai berangkat lebih dalam ke arah utara meninggalkan birlan dan barumus di hutan.
di kedalaman hutan
"tuan,tuan,apa tidak apa apa mengajak iblis dalam perjalanan kita?" bisik Poppet kepada Arsta
"kau lihat kelakuannya kan?" ucap Arsta melihat ke arah Elva yang tersenyum bahagia karena diajak Arsta
"kau merasa bahaya saat melihat senyum polos nya itu?" ucap Arsta tersenyum ke Arah poppet
"hmm....anda benar juga tuan!" ucap poppet membalas senyum Arsta
"justru kita bisa memanfaatkan kekuatannya" ucap Arsta tersenyum jahat
"tuan,kau terlihat yang lebih mirip raja iblis daripada dia" ucap Zinus jijik,Poppet pun ikut mengangguk setuju dengan ucapan Zinus
"Berisik!" balas Arsta marah
"apa yang kalian bicarakan?" tanya Elva yang mendekati mereka bertiga
"tidak ada apa apa" balas Arsta
"yang lebih penting kenapa kita tidak menaiki naga yang ada di pundak mu?bukannya akan lebih cepat?" tanya Elva menunjuk ke arah Zinus
"aku tak ingin anak kecil menaiki pundakku" ucap Zinus sombong
"siapa yang kau panggil anak kecil,kadal sialan!" teriak Elva
__ADS_1
"hahaha,naga legenda pun melihatmu sebagai anak kecil,hahaha" Arsta tertawa terbahak bahak.
"kalian,tuan dan pengikut sama saja!sama sama gak punya tata krama!" ucap Elva kesal
"iya..iya..iya...terserah kau,loli kecil" senyum Arsta
Arsta pun langsung menyuruh Zinus berubah ke wujud aslinya,kemudian mereka berempat pun melanjutkan perjalannya dengan cepat menggunakan Zinus.
"huuuuh!!emang ras naga legenda berbeda ya,mereka lebih cepat dari pada naga yang lain" ucap Elva senang
"ngomong ngomong Arsta,berapa levelmu sekarang" tanya Elva
"hmm...seusai peperangan yang kau sebabkan di kerajaan manusia,sekarang level 185" jawab Arsta melihat bar stattus nya
"heh!aku lebih tinggi daripadamu ternyata" ucap Elva sombong
"emang kau level berapa?" tanya Arsta kesal
"200!" ucap Elva sombong
"heh!di benua barat nanti aku yakin akan melebihi level mu" jawab Arsta makin kesal
"coba saja kalau bisa" balas Elva dengan nada sombong
setelah lima hari perjalanan Arsta dan party nya sampai di benua utara dengan cepat.
di benua utara sepanjang pandangan Arsta,Arsta hanya melihat hutan membentang sampai unjung
di dalam hutan benua utara
"kadal,lebih baik kita turun disini" ucap Elva
"jangan memerintahku,kau bukan tuanku" ucap Zinus jutek
saat Elva hendak memukul punggung Zinus Arsta menahannya
"udah napa si...Zinus turun disini"
"baiklah...baiklah..."balas Zinus
zinus pun langsung turun ke bawah.
"zinus,apa ada monster dalam jarak sepuluh kilometer?"
"banyak" balas Elva
"kau bisa merasakan keberadaan mereka juga elva?" tanya Arsta kaget
"kau kira gelar iblis itu cuman buat mainan hah?" Elva kesal
"ternyata monster disini pada gak takut ya sama aura milik Zinus" ucap Arsta
"bukan hanya tidak takut sama aura BlackDragon mu,mereka juga tidak takut dengan aura yang kita miliki.rata rata monster di benua ini sekitar tiga ratus keatas" jelas Elva
"sekali salah langkah berarti mati?" ucap Arsta tersenyum
"yup!,makannya kau harus bersyukur aku ikut bersama dengan mu" ucap Elva sombong
"tuan!ada monster menuju kesini dengan cepat!" ucap Poppet panik
"kenapa kau panik seperti itu?"
__ADS_1
Arsta heran melihat poppet yang biasanya tak pernah panik kepanikan mendeteksi monster itu.
"huu...aura yang sungguh mencengkam" ucap Elva tersenyum
"hoi!ada apa sih?!" ucap Arsta yang bingung
"hah...tuan,makannya kau belajar skill untuk mendeteksi" ucap Zinus menghela nafas
"berisik!!"
"hohoho...pemandangan yang sungguh menarik!"
suara yang bergema sangat kencang datan dari dalam hutan
perlahan lahan muncul seekor monster berukuran besar berbentuk ular.
aura yang sangat mencekam membuat Zinus dan Poppet yang memiliki level rendah terdiam tanpa bisa bergerak sedikitpun.
di samping itu,Arsta yang setelah sekian lama tak merasakan takut,untuk pertama kalinya ia merasakan rasa takut nya lagi.
Arsta hanya bisa ketakutan melihat keagungan ular hitam itu.
"plak!!" tiba tiba Elva menampar pipi Arsta dengan kencang.
Arsta yang tadinya hanya ketakutan melihat ular besar itu akhirnya tersadarkan oleh tamparan dari Elva.
"udah sadar?bagaimana kau bisa bisa bertemu dengan iblis agung bila kau melihat makhluk ini pun sudah gemetaran" ucap Elva menghela nafas
"ah...m-maaf"
"hahaha!sungguh menarik!ras manusia,ras iblis,dan beast datan ke benua seperti ini,hahaha" tawa ular hitam besar itu.
"apa tujuan kalian datang ke benua ini?"
ular besar itu kemudian mendekati party Arsta,poppet dan zinus di buat pingsan oleh racun yang di keluarkan dari nafas si ular besar itu.
"hoi!kalian bangun!cih s*al*n!" teriak Arsta
"gimana ni?!gua bakal mati disini?!a*jing!kagak bakal bisa gua ngebunuh ni monster?!" pikir Arsta
dalam pikir Arsta hanya di penuhi dengan ketakutan yamg luar biasa,dan hanya mati yang bisa ia pikirkan.
tiba tiba Elva mengangkat kerah baju Arsta
"Arsta b*jing*n!ngapain kau mengeluarkan wajah yang mejedihkan seperti itu hah?!apa kau ingin mati s*al*n?!" teriak Elva yang marah melihat wajah ketakutan Arsta
"t-tapi kau lihat sendiri aura monster itu...dia sunggu seorang monster..." ucap Arsta ketakutan
"terus kenapa?!apa kau ingin kembali menjadi seorang pengecut?"
"pengecut?"
saat mendengar kata 'pengecut' dari Elva Arsta mulai teringat semua kenangan yang pernah terjadi di kehidupannya sebelumnya
"gua emang sampah yak,ngeliat cacing gede doang bikin akal sehat gua jadi ilang" dalam pikir Arsta tersenyum
"kenapa lu senyum b*go!udah jadi gila kah gara gara di panggil pengecut?" ucap Elva heran
Arsta langsung melepaskan tangan Elva yang memegang kerah baju Arsta.
"maaf,tadi ngasih liat pemandangan yang gak enak di pandang" ucap Arsta tersenyum ke arah Elva
__ADS_1
"emang!sampai membuatku ingin muntah" balas Elva tersenyum.
"maaf membuatmu menunggu lama,cacing besar!" senyum jengkel Arsta kearah ular hitam besar itu.