Trash That Becomes Useful

Trash That Becomes Useful
PECAHNYA PEPERANGAN#18


__ADS_3

jarak satu kilometer dari ibukota kerajaan tiga ribu ksatria kerajaan sedang bersiap untuk menghadapi serangan besar dari para monster.


serangan besar monster yang belum pernah terjadi sebelum nya membuat para kesatria kerajaan gugup dan ketakutan,namun mereka tak punya pilihan lain selain melawan para monster itu atau tempat tinggal mereka akan menjadi lautan darah.


"Roldson,apakah kau tak bisa membujuk orang itu untuk mengikuti perang?" ucap raja kepada Guild Master


Raja dan Tuan Putri pun mengikuti peperangan bersama dengan Guild Master sebagai komndan,namun mereka juga tetap pesimis akan kah mereka memenangkan peperangan ini.


"yang mulia,anda tahu sendiri sikap dia bagaimana,bagaimanapun saya membujuk dia akan tetap tidak ingin ikut capur" ucap Guild Master


"ayah,biarkan saja orang itu!dia tak memiliki hati sebagai seorang manusia.seharusnya dia mati saja tersambar petir" sangkal sang putri yang masih kesal karena di todong dagger oleh Arsta


"kau ini...seorang putri harus bisa menjaga sikap!" ucap sang raja dengan tegas


"hah...lalu bagaimana dengan kau,Karina Danist?apa yang dia ucapkan saat dia memanggil mu?"tanya sang raja kepada Karina


"dia menyuruh saya untuk tak mengikuti perang,tapi saya tetap bersikeras untuk mengikuti perang.hanya itu saja yang mulia" ucap Karina


"wanita yang paling dekatnya pun tak bisa mengubah pikirannya kah..." sang raja menghela nafas


"Roldson,berapa besar kemungkinan kita menang?"


"bila kita melihat ada sekitar lima wyfern dan sepuluh menotaur sebagai pemimpin para monster,kemungkinan kita menang hanya lima persen yang mulia" ucap Guild Master menundukkan kepala


"tapi bila saat pasukan kita sudah tak bisa menahan para monster lagi,kami akan membuka kan jalan untuk yang mulia pergi" jelas guild master


"apa yang kau bicarakan?,kau ingin aku seorang raja yang hanya bisa melihat prajuritnya mati dan melarikan diri?jangan bercanda!bila prajurit ku mati demi melindungi negaraku,maka aku pun akan melindungi negaraku" teriak sang raja


Guild master pun tersenyum mendengar apa yang raja katakan,di dalam lubuk hatinya dia bersyukur karena tidak salah memiih seorang pemimpin.


"sesuai perintah anda yang mulia,maka saya akan menjaga agar anda tetap bisa berdiri di barisan depan" Guild Master tersenyum


"aku mangandalkanmu Roldsof"


malam hari di daratan luas itu di penuhi dengan ketakutan,gugup,kepercayaan diri,semua bercampur menunggu datangnya hari esok.


di pagi hari buta seorang prajurit pengintai mendatangi sang raja mengatakan bahwa para pasukan monster sudah berada di depan mereka.


Raja dan Guild Master pun mulai mempersiapkan kembali formasi perang mereka.


"DENGARKAN AKU PRAJURITKU YANG TERCINTA!"


"PARA MONSTER BIADAB ITU SUDAH BERADA DI HADAPAN KITA,NASIB KOTA YANG KITA SAYANGI BERADA DI BAWAH TANGAN KALIAN,DENGAR!JANGAN TAKUT JANGAN GENTAR!"

__ADS_1


"INGAT BAHWA MASIH ADA YANG MENUNGGU KALIAN DI RUMAH!BUNUH MEREKA SEBANYAK MUNGKIN,LALU PULANGLAH DENGAN BANGGA.TUNJUKKAN BETAPA HEBAT KALIAN BISA MELINDUNGI TEMPAT YANG KALIAN SAYANGI!"


seluruh prajurit kerajaan terpukau dengan pidato sayang raja.


"HIDUP YANG MULIA RAJA!" seluruh ksatria menyorakan nama sang raja hingga berdengung di telinga.


tak terasa para monster sudah terlihat dari kejauhan menuju kearah mereka.


wyfern-wyfern yang berterbangan membuat langit seperti sedang dikutuk oleh iblis.


niat perang yang tadinya para ksatria dan raja kumpulkan seketika runtuk ketika melihat monster monster besar itu.


Guild Master mencoba menaikkan kembali niat berperang para ksatrianya,dan dia berhasil menenangkan sedikit kegugupan para ksatria.


Karina pun sama ketakutannya seperti kesatria lain nya,namun dia tetap berusaha menggenggam pedang nya sekuat tenaga.


"PARA KSATRIA KU!TUNJUKKAN PADA MEREKA SEBERAPA KUAT MANUSIA!SERAANG!!!" perintah sang raja menodongkan pedang kearah gerombolan monster


"AHHHHH" para prajurit berlarian menyerang para monster dengan sekuat tenaga.


wyfern yang tadinya hanya terbang dia pun turun ke daratan dan membakar puluhan orang dengan sekejap oleh hembusannya.


hanya dalam beberapa menit yang tadinya daratan indah,berubah menjadi neraka dengan penuh darah dimana mana


"sebelah sini,tolong bantu aku"


"s*al*n jangan bunuh temanku!"


"tolong!!!tolong aku!!!"


"oh dewa alugus!"


entah berapa banyak teriakan yang bergema,namun tak menghentikan para monster untuk terus membasmi para ksatria itu


disamping itu Guild Master yang disibukkan melawan satu wyfern di buat kewalahan oleh wyfern itu


"hanya satu wyfern ini saja sudah membuatku kecapean setengan mati seperti ini?!" gumam Guild Master melangkah sedikit mundur dari wyfern


Guild Master pun mulai menyerang kembali wyfern itu dengan pedang besarnya,berkali kali dia menyerang namun wyfern itu dapat menangkis nya dengan mudah.


tak lama kemudian dia dapat kesempatan untuk menyerang bagian lehernya,namun hasilnya tak seperti yang diduga.kulit dari wyfern itu hanya sedikit tergores.


sebaliknya,saat Guild Master hendak mundur dari kegagalan memenggal wyfern itu,wyfern itu mengeluarkan nafas apinya.Guild Master yang tak sempat menghindar terkena serangan fatal dari serangan wyfern itu hingga membuat Guild Master tak bisa terbangun lagi.

__ADS_1


"ayah....apakah ini peperangan atau pembantaian....hampir seperempat prajurit kita sudah terbunuh.....kenapa ini harus terjadi pada kerajaan kita" ucap putri isabella meneteskan air mata


"isabella dengarkan aku.ini perintahku sebagai ayah dan juga sebagai seorang raja.pergilah dari medan perang sekarang,lalu bangun lah kembali kerajaan ini saat kau sudah memiliki kekuatan" ucap sang raja memegang tangan putri isabella


"apa yang ayah katakan!aku akan berada disini membantu para ksatria untuk melawan mereka!" teriak sang putri


"apa yang bisa kau bantu sekarang!!kau hanya akan menjadi penghambat disini!!" teriak sang raja


Putri Isabella yang mendengar itu dari mulut sang Raja membuat hatinya sedikit hancur,namun dia bertekad akan tetap melihat hingga akhir perjuangan dari para prajurit.


"kalau begitu izinkan aku untuk melihat akhir khayat dari seorang raja yang gagah berani,agar aku bisa melihat bagaimana seharusnya sikap seorang raja" ucap Putri Isabella menangis


raja yang mendengar itu tersenyum dengan melihat tekad putrinya.


"baiklah,lihatlah raja yang gagah ini hingga akhir khayatnya" senyum sang raja


"ummm" balas sang Putri tersenyum


di lain sisi Karina sedang melawan satu minotaur dengan pedang nya.


entah berapa kali Karina di pukul mundur oleh minotaur itu,namun Karina tetap berdiri kembali dan melawan minotaur itu.


hingga akhir nya Karina sudah kehilangan kekuatan dan semangatnya untuk bertarung


"hah....apa ini akhir hidup ku?" gumam Karina terlentang di depan minotaur


dia melihat ke samping dan melihat sudah banyak darah rekan nya di sampingnya.dia hanya bisa mengeluarkan air mata tanpa melakukan apapun.


saat melihat kearah depan minotaur sudah mengayunkan senjatanya ke arah Karina.


"selamat tinggal Arsta Grid" ucap Karina menutup mata


ketika karina hampir menutup mata,dia melihat monster yang tadinya mengayun kan senjata,tiba tiba terbakar habis di hadapannya.


"oi oi oi,,,,selamat tinggal mau kemana kau karina?" ucap Arsta tersenyum


Arsta yang tiba tiba datang membuat Karina tak tahan menahan tangisan nya.


"kau terlambat bodoh!" ucap Karina tersenyum.


bagaimana aksi si mc brengsek ini selanjutnya?next chap:)


BERSAMBUNG.........

__ADS_1


__ADS_2