Trash That Becomes Useful

Trash That Becomes Useful
TERKURUNG DI GUA#26


__ADS_3

masih berada dalam benua utara.Arsta dan Elva yang baru saja membunuh ular hitam besar 'yang katanya' seorang pemimpin dari sebuah wilayah monster sedang dilanda amarah karena tak sempat menanyakan keadaan di benua ini sebelum membunuhnya.


"tuan,apa yang baru saja terjadi?" tanya Zinus yang baru saja bangun dari pingsan nya.


"apa yang baru saja terjadi matamu!saat tuan mu mati matian bertarung kau malah enak enakan tidur?!"


"maafkan aku tuan,Poppet tak bisa membantu tuan saat tuan lagi butuh bantuan" ucap Poppet merenung.


"ahh gapapa ko,toh cacingnya aja udah hijrah ke alam baka" balas Arsta tersenyum


"tuan,bukankah sikapmu terlalu berbeda?" ucap Zinus dengan wajah jijik nya.


"beban diem aja!"


zinus langsung terdiam seribu kata,di dalam pikirnya "kalau kau lemah,sudah kubuat kau jadi makanan goblin,sungguh"


"yang lebih penting,setelah kau membuat keributan sebesar ini pasti akan banyak monster yang menuju kesini" ucap Elva menghampiri Arsta dan yang lainnya.


"seperti yang loli tua ini katakan...tapi itu justru bagus kan?jadi kita gak perlu susah susah nyari monster lagi" ucap Arsta dengan mada sombongnya.


"bisakah kau berhenti menghinaku b*ngsek?!"


"hah....apa kau serius mengatakan itu setelah ketakutan melawan satu monster saja?"


"kan situasinya beda.yang tadi kita lawan kan seorang penguasa wila-"


"dan kau bermaksud melawan ratusan pasukan monster sekuat itu sekaligus" ucap Elva menyela


"ah..kau benar juga"


"dan lagi kita juga harus membuat para beast mu agar tak menjadi penghambat"


"bener tuh!zinus beban!"


"kau pun sama saja!" ucap Elva marah


"m-maaf" ucap Arsta merenung


"zinus kita berangkat sedikit menjauh dari sini" perintah Arsta dengan wajah kesal.


"baiklah baiklah~"


mereka pun mulai pergi meninggalkan tempat itu dengan cepat.


tak lama kemudia Arsta dan party nya menemukan sebuah gua yang terdapat hanya monster monster yang dapat diatasi oleh Poppet dan Zinus.


"yakin disini aja tuan?" tanya Zinus ke Arsta


kondisi di dalam gua yang berukuran agak besar dan di penuhi berbagai monster dengan level yang sedikit lebih rendah dari Poppet membuat Zinus sedikit khawatir.

__ADS_1


"jangan tanya aku,Elva yang menyuruh kesini" balas Arsta menunjuk kearah Elva.


"apa kau takut" balas Elva mengejek Zinus


"jangan meremehkan ku!aku adalah naga terkuat di seluruh dunia!" balas Zinus yang kesal diejek.


"iya iya naga terkuat di dunia tapi pingsan ngelawan cucunya naga~(maksudnya ular)" Arsta pun ikut mengejek Zinus.


"ngomong-ngomong apa kau pun naik level saat melawan ular itu?" tanya Arsta ke Elva


"tentu"


"naik berapa?"


"lima level"


"mayan juga yak,berarti emang pilihan tepat kita ke benua utara"


"gak bakal semuanya naik secepet itu b*go,kalau naik level secepet itu benua utara udah dari lama bakal jadi tempat parawisata bagi para petarung!" jelas Elva


"apa gara gara dia pemimpin dari suatu wilayah monster makannya naiknya cepet?" tanya Arsta


"kemungkinan gitu,tapi itu pun karena awalnya dia meremehkan kita makannya dia bisa dibunuh.kalau dia udah waspada dari awal,kemungkinan beda cerita" ucap Elva


"hmmm....jadi nomber satu di dunia mungkin gak bakal bisa diraih secepetnya..."gumam Arsta menghela nafas


"yosh!!kadal item,Poppet,otw naikin level sekarang" ajak Arsta dengan penuh semangat.


"kau pernah dengar cerita tentang naga yang mati gara gara kebanyakan makan roti?" ucap Arsta dengan wajah serius


"apa kau serius tuan?!kenapa kau tak pernah memberi tahuku?!" zinus tiba tiba menelan dengan cepat rotinya.


"apa aku terlihat seperti sedang bercanda?"tanya Arsta dengan wajah serius


"glekk!" "t-terus bagaimana cara aku supaya tidak mati walaupun memakan banyak roti?"


"kau harus naik level setiap hari selama satu bulan" jawab Arsta


"tuan,itu syarat yang agak berat bukan?" balas Zinus sedih


"kau yakin ingin mati dan tak dapat memakan roti kesukaan mu lagi?"tanya Arsta dengan wajah serius


"ah!!baiklah baiklah!!demi roti dewa pun akan ku lawan!" teriak Zinus menjunjung tinggi roti di tangannya.


"bagus!ayo kita berangkat!" Arsta pun memindahkan tubuh kecil Zinus ke bahunya.


"wa...tuan sama beast nya sama sama b*go ternyata" gumam Elva dengan wajah khawatirnya.


di hari itu Arsta,zinus,poppet mulai bertatung dengan para monster yang berada di dalam gua.banyak luka yang di terima oleh Zinus dan Poppet,tapi berkat bantuan dari Arsta mereka mulai maju selangkah demi selangkah.

__ADS_1


hingga sepuluh hari pun telah berlalu


"ahh!!!apa kita bakal jadi manusia gua mulai sekarang s*al*n?!"


"bersabarlah sedikit,bila kau membawa para beast mu dengan keadaan sekarang,kejadian yang saka seperti saat melawan ular pun akan terjadi lagi"


Arsta yang sudah mulai bosan yang terus terusan masuk kedalam gua dan melawan monster yang sama terus menerus mulai mengeluh tak karuan.


namun walaupun mengeluh Arsta tetap melawan monster monster itu dan terus maju,walaupun melawan monster yang sama Arsta tetap naik level.


namun berbeda dengan saat melawan ulah hitam besar,pertumbuhan level yang Arsta terima mulai melambat.


"setelah sepuluh hari berlalu,berapa level yang kau dapatkan?" tanya Elva


"hmm?naik tiga level" balas Arsta sedih.


"bagus dong,jadi mungkin sekitar setengah taun lagi kita tinggal di benua ini mungkin kau sudah masuk level dua ratus lima puluh ya kan?"


"bagus dari mananya loli tua?!kau tau aku ingin secepatnya pulang ke bumi dan melihat kelanjutan anime dan manga yang belum ku baca!"


"siapa yang kau panggil loli tua b*jingan!kau harusnya lebih tau sendiri kan,di dunia ini gak ada yang instan?"


"ya aku tau,tapi saat aku tau ada cara untuk kembali ke bumi aku tak bisa tenang" ucap Arsta menundukkan kepalanya kearah tanah yang ia pijak


Elva menatap kasihan kearah Arsta,Arsta dan Elva hampir mengalami situasi yang sama.Elva yang semenjak di bawa ke dunia ini,ia selalu di bantu dan di manja oleh iblis kuno


namun berbeda dengan Arsta,semenjak Arsta datang ke dunia ini,ia selalu berusaha dengan kekuatannya sendiri untuk menggapai yang ia inginkan.


"Arsta grid,asal kau tahu saja.di dunia ini sekarang kau tak sendiri,jadi nikmatilah selagi disini dan jangan terburu buru" ucap Elva dengan senyum manisnya


Arsta yang terkejut dengan senyuman manis yang baru pertama kali di keluarkan Elva,membuatnya ingin memeluk Elva dengan erat.


"apa aku boleh memeluk mu?" tanya Arsta dengan wajah polos


"apa kau ingin mati?" balas Elva kesal


"cih!"


"tapi...terimakasih" ucap Arsta pelan


"apa?aku tak mendengarnya"


"b-bukan apa apa!" ucap Arsta malu


"ayolah...apa yang kau katakan~"


"sudah ku bilang bukan apa apa loli tua!"


"kau!..."

__ADS_1


Elva yang pura pura tak mendengar perkataannya pun tersenyum.


entah apa yang akan menanti mereka,tapi mulai sekarang Arsta akan mencoba menikmati semua di setiap perjalanannya.


__ADS_2