
"ini bener rumahnya?" arsta terkaget kaget melihat mansion baru pemberian raja
"apa kah kau kurang menyukainya?" tanya Guild master
"ah,bukan kurang suka...tapi kalau nerima nii mansion gak bakal nyuruh buat jadi anjing negara kan?" tanya Arsta dengan muka marah
"hahaha...tenang aja.yang mulia juga kan bilang nya ini hadiah untuk mu karena menjual wyfern ke kerajaan ini" ucap Guild Master tertawa
"bagus deh..." jawab Arsta memasuki gerbang mansionnya
di luar mansionnya terhampar luas bunga bunga yang sangat indah.untuk berjalan ke pintu masuk mansion nya pun perlu berjalan agak jauh dari gerbang mansion nya
di dalam mansion nya Arsta di sambut oleh para maid dan kepala pelayan yang di pekerjaan oleh sang raja
"selamat datang tuan Arsta" mereka serentak menundukkan kepala ke arah Arsta
"saya kepala pelayan disini,nama saya barus" senyum kepala pelayan menundukkan kepala
"hmmhmmm" Arsta menganggukan kepala dengan sombong
"baiklah.kalian boleh lanjut bekerja kembali" perintah Arsta kepada para pelayan
tapi mata Arsta tertuju pada maid kecil dengan telinga seperti telinga hewan
"tunggu sebentar..kau" ucap Arsta menghentikan maid itu
"iya tuan...." si maid itu ketakutan melihat Arsta
"kau bukan ras manusia?" tanya Arsta
si maid itu hanya terdiam ketakutan tanpa menjawab pertanyaan Arsta
Guild Master yang melihat Arsta seperti marah karena melihat ras lain bekerja untuknya kemudian mendekati maid itu
"apa kau tak menyukai ras lain selain manusia bekerja untukmu?tapi tenang saja dia akan selalu menuruti mu,karena dia terikat dengan mantra perbudakan" ucap Guild Master
"manusia memperbudak ras lain?,ternyata manusia di dunia ini pada sok berkuasa ya..." Arsta tersenyum menggelengkan kepala
kemudian Arsta mendekati maid kecil itu
"kau...aku tanya dan jawab dengan jujur,apa kau mau bekerja disini?" tanya Arsta dengan wajah serius
si maid kecil semakin ketakutan di tanyai oleh Arsta
"s-saya m-mau kok,jadi jangan sakiti saya tuan Arsta" jawab maid itu dengan wajah ketakutan
"hah....denger ya kucing kecil,selama kau tidak mengkhianatiku,di rumah ini tak akan ada yang menyakitimu.jadi jauhkanlah wajah ketakutanmu itu" ucap Arsta mengelus kepalanya
__ADS_1
maid itu pun mulai merasa sedikit nyaman walaupun masih agak ketakutan dengan cara bicara Arsta
"nama kau?" tanya Arsta
"iris tuan" jawab maid itu
"Guild Master,panggil orang yang membuat mantra budak ke kucing kecil ini,suruh lepaskan mantra nya" perintah Arsta ke Guild Master
"kau yakin?" tanya Guild Master
"aku tidak mau mempekerjaan orang yang tidak serius mau bekerja untukku" ucap Arsta menjauhi si maid itu
"dan kau kucing kecil,kembalilah bekerja" ucap Arsta ke maid kecil itu
si maid kecil itu mulai bisa mengeluarkan sedikit senyuman ke arah Arsta
"baik tuan Arsta" ucap maid itu tersenyum
satu minggu pun telah terlewati semenjak Arsta tinggal di mansion baru,hari hari yang di lalui di mansion itu sudah mulai terasa menyenangkan bagi Arsta dan para beast nya.selama di mansion Arsta selalu memanggil Guild Master atau Karina untuk mencari informasi tentang keaadan kerajaan lain.
saat Arsta sedang bersantai di balkon mansion menunggu kedatangan iris membawakan minumannya,zinus muncul dengan tiba tiba.
"tuan,ada berita penting"
"sekitar dua puluh kilometer dari sini,ada lima ribu monster sedang menuju ke kerajaan ini"
"lima ribu kah...rata rata kekuatan mereka bagaimana?"
"hahh...bukan urusan gua juga sii" ucap Arsta menghela nafas
"tuan anda memang berbeda dengan manusia lain,kau memiliki hati seperti kami para beast" Zinus menghela nafas
"jangan samakan aku dengan kau kadal s*al*n!" Arsta menjitak kepala Zinus
"maaf menguping pembicaraan kalian,tapi seperti yang di katakan oleh pet mu,ibu kota krain mungkin akan menderita kehancuran" putri Isabella muncul dengan membawakan minuman yang seharusnya di bawa iris
"ahh...suatu kehormatan sang putri membawakan minuman untuk saya" ucap Arsta tersenyum
"apa anda tuan Arsta" tanya putri Isabella tersenyum
"seperti yang anda kira,putri Isabella" balas Arsta tersenyum
"berarti kerajaan sudah mengetauhi keberadaan monster yang menuju kesini?" tanya Arsta
"iya...istana kerajaan sekarang sedang disibukkan oleh persiapan untuk perang besar besaran.dan bagaimana dengan anda tuan Arsta?apa anda akan membantu kerajaan?" tanya sang putri Isabella
"saya sudah berkata pada sang raja,putri.saya bukan kawan ataupun lawan,jadi apapun yang di hadapi atau di perbuat kerajaan saya tidak akan melawan ataupun membantu" ucap arsta tersenyum
__ADS_1
"walaupun saat perang pecah nanti para wanita yang dekat dengan anda akan terbaring di tanah dengan penuh darah?,terutama karina dari keluarga darist " ucap putri Isabella membalas senyuman Arst
Arsta dengan cepat mendekati putri Isabella dan menodongkan dagger miliknya ke leher sang putri.
putri Isabella dengan terkejut mengeluarkan keringat dingin melihat dagger yang berada di lehernya.
"jaga ucapanmu putri Isabella.aku menghargaimu karena kau cantik jadi jangan melebihi batasanmu" ucap Arsta dengan tatapan serius
"m-maafkan atas kelancangan saya tuan Arsta" ucap putri Isabella gugup
"dengar putri,apapun yang terjadi dengan ke rajaan ini aku tak peduli,jadi jangan memaksaku untuk menyakiti wanita secantik dirimu" ucap Arsta memasukan kembali daggernya
"baiklah...jadi anda tak akan membantu kerajaan ini apapun yang terjadi?" ucap sang putri
"takkan sedikitpun" balas Arsta
"ternyata aku telah salah menilai anda tuan Arsta" ucap putri Isabella menghela nafas
"beginilah aku" balas Arsta tersenyum
putri Isabella pun pergi meninggalkan Arsta dan Zinus
"Zinus,panggil karina kemari"
"kenapa tidak kau suruh pelayan manusia mu saja tuan,aku lelah ingin tidur siang" balas zinus menguap
"bila kau tidak mau,aku tak akan memberimu roti untuk satu bulan"
"dalam sepuluh menit aku akan membawa wanita ksatria itu tuan!" Zinus pun dengan cepat pergi mencari Karina
***10menit kemudian
ruang tamu mansion***
"jadi kau akan ikut berperang melawan para monster?" tanya Arsta dengan wajah serius ke arah Karina
"iya,karena itulah tugasku sebagai seorang ksatria" balas Karina
"tidak bisakah kau tidak mengikuti perang?bagaimanapun kau takkan bisa memenangkan perang ini"
"setidaknya aku bisa mengundur waktu untuk para warga pergi dari ibukota"
"Arsta,aku tau kau menghkawatirkan ku,tapi aku tak bisa mengabaikan tugasku sebagai pelindung penduduk ibukota" ucap Karina tersenyum
"hah.....kau ini keras kepala sekali ya..." Arsta menghela nafas
1hari sebelum perang pecah
__ADS_1
apa keputusan yang Arsta ambil?next chap:)
BERSAMBUNG.....