Trash That Becomes Useful

Trash That Becomes Useful
MEMULAI PERJALANAN BARU#20


__ADS_3

setelah Arsta membantu peperangan antar kerajaan manusia dengan para kumpulan monster,Arsta berniat pergi dari kerajaan manusia.


namun dua hari setelah peperangan Arsta di panggil ke istana oleh sang Raja.Arsta yang biasanya di jemput oleh Guild Master sekarang selama dua hari dia tak melihat keberadaan Guild Master.


sesampainya di ruang tahta...


"Arsta Grid,berkat kau banyak orang yang terselamatkan di medan perang.aku,sebagai raja sangat berterima kasih atas bantuanmu" ucap raja yang duduk di singgasana nya


banyak bangsawan maupun ksatria yang berada di ruang tahta,namun Arsta masih tak melihat keberadaan Guild Master.


"sejak dari awal aku tak berniat membantu kerajaan ini,aku masuk dalam pertempuran hanya karna kenalanku saja masuk dalam peperangan itu" ucap Arsta berdiri langsung di depan raja


banyak bangsawan yang kesal karna Arsta tak memiliki sopan santun untuk sujud di depan sang Raja,namun hanya satu orang yang berani menyuarakan nya


"Arsta grid!jangan mentang mentang kau memiliki kekuatan dan kau tak menghormati orang yang berada di atas mu!jaga sopan santunmu dan sujud lah di depan yang mulia raja!" teriak salah satu viscount


"astaga...." Arsta menghela nafas


"Viscount Bernard cukup!" teriak sang raja


"maafkan kelancangan bangsawan itu" ucap sang raja mengehela nafas


"yang lebih penting yang mulia,ada apa kau memanggiku kesini?"


"karna pencapaian mu membantu peperangan itu aku berniat memberi mu hadiah,jadi katakan Arsta grid.apa yang kau inginkan?"


"aku tak ingin apapun,daripada kau memberikan aku sesuatu lebih baik kau buat untuk memperkuat pertahanan kerajaan ini" ucap Arsta menggelengkan kepala


"lancang sekali kau!bila kerajaan ini berniat untuk mengeksekusi mu,kau sudah mati dari tadi!" teriak viscount itu menunjuk Arsta


"kau yakin~?" Arsta tersenyum menyeringai kehadapan viscount itu


para ksatria yang berada di ruang tahta banyak yang sudah tau kekuatan Arsta di medan perang,mereka hanya menggigil melihat seringai an Arsta


"tuan Arsta..." sang raja mengeluarkan wajah seolah olah memohon untuk tak menghancurkan istana nya


"hahh....lebih baik kita berbicara empat mata yang mulia,upacara seperti ini hanya akan menghabiskan kesabaranku" Arsta menurunkan penjagaan nya


"baiklah,tentu" raja pun berdiri dari duduknya dan pergi bersama Arsta ke ruangan pribadinya.

__ADS_1


"jadi...apa kau benar tak menginginkan apapun?" ucap Arsta duduk di kursi yang berada di ruang pribadinya


"yah...aku tak menginginkan apapun" Arsta pun menyusul duduk di kursi yang berada di depan sang Raja.


"ngomong ngomong dimana Guild Master?sejak perang berakhir aku tak pernah melihatnya?" tanya Arsta


"semenjak kau berkata bahwa 'bukan kau yang kuat tapi kita yang lemah' Rolson pergi ke hutan Alfraid dan Isabella dia mengurung diri di perpustakaan" ucap sang raja merenung


"baguslah...apa yang kau sedihkan?yang mulia pun harusnya tau,kekuatan gak bisa di dapetin cuman modal keberuntungan kan?" ucap Arsta tersenyum


"yah kau benar...." Sang Raja menghela nafas


"ah benar! apa kau lihat ada BlackDragon di medan perang?" ucap sang raja


"hmm?aku melihatnya" ucap Arsta tersenyum


"apa benar pet yang sering kau bawa itu sebenarnya BlackDragon?" ucap sang Raja dengan wajah serius


"hmm?iya" balas Arsta tersenyum


sang raja di buat kesal karna melihat reaksi Arsta yang acuh tak acuh


"apa kau becanda?kau memiliki naga legendaris dan memiliki kekuatan seperti itu?!apa kau dewa?!" teriak sang raja


Raja yang masih di buat heran hanya terdiam melihat tingkah Arsta.dalam pikirnya kenapa orang sepertinya yang harus menerima kekuatan itu.


"hah..." raja menghela nafas sambil mengambil cangkir teh yang berada di hadapannya


"kenapa?" tanya Arsta


"bukan apa apa..." ucap raja meminum teh nya


"jadi...kau akan pergi kemana tiga hari lagi?" tanya sang Raja


"kerajaan terdekat dari sini.mungkin ras setengah manusia" balas Arsta


"kau yakin?bukannya kau sudah tau bahwa mereka sangat membenci ras manusia?" ucap sang Raja khawatir


"justru itu yang aku nantikan,seberapa kuat mereka untuk membunuh ras yang mereka benci" Arsta tersenyum menyeramkan

__ADS_1


"dan lagi bukannya manusia duluankan yang membuat mereka sangat membenci manusia?" ucap Arsta


"maksudmu soal memperbudak ras mereka?"


"itu kau tau sendiri yang mulia" ucap Arsta meminum teh nya


"yah....memang inu salah kami,bila raja terdahulu tidak memulai ini,mungkin tidak akan ada permusuhan seperti ini" ucap sang raja merenung


"kenapa kau tak menghentikan nya saja?dan membebaskan mereka?" ucap Arsta


"permusuhan beratus ratus tahun tidak akan reda hanya karna aku membebaskan mereka,dan membuat hukum perbudakan Arsta.di tambah lagi kerajaan ini bukan milik ku seorang,banyak bangsawan yang menolak untuk membuat hukum perbudakkan itu" jelas sang Raja


"aku bukan ajudan atau anak buah mu jadi aku akan jujur,apa kau mengaku dirimu sebagai seorang raja?"


"persetan dengan bangsawan,emang kerajaan gak bisa berdiri oleh raja yang baik dan rakyat yang patuh doang?kau kau ingin mengubah kerajaan ini,mulai sekarang jadilah raja yang kejam bagi bangsawan,dan jadi raja yang baik bagi rakyat yang patuh" ucap Arsta menceramahi Raja


raja yang mendengar ucapan Arsta seperti tersambar petir.seketika pikirannya terbuka luas,dan banyak ide ide untuk mengubah kebijakan di kerajaan manusia.


"kau memang yang seharus nya menjadi raja,Arsta grid.bukan hanya kekuatan mu,tapi pikiranmu yang lebih mendahulukan rakyat" ucap sang Raja tersenyum


"hah...kau tau sendiri,yang mulia.aku lebih suka bebas tanpa di kekang oleh orang lain" ucap Arsta menggaruk kepalanya


"hahaha kau benar juga ya" sang Raja tertawa terbahak bahak


"baiklah bila tak ada yang di katakan lagi,aku akan pergi sekarang yang mulia" ucap Arsta berdiri dari duduknya


"hmm,tentu saja.semoga beruntung di kerajaan setengah manusia nanti" ucap sang raja menguluskan tangannya untuk bersalaman


"tentu,dan aku titip salam pada pak tua itu 'saat kita bertemu lagi jadilah lebih kuat' " Arsta membalas salaman dari sang raja.


Arsta pun kemudian keluar dari ruangan pribadi milik Raja.


banyak hal yang dilalui oleh Arsta dan partynya di kerajaan manusia itu,apakah yang menanti Arsta di kerajaan setengah manusia nanti?hanya author yang tau.


disisi lain....


"manusia yang memiliki kekutan untuk menghancurkan banyak prajurit monster dan naga legendaris kah?....menarik!" ucap ras setengah manusia di kedalaman hutan Alfraid.


"kita lihat nanti seberapa banyak kejutan yang akan kau berikan" senyum menyeringai orang itu.

__ADS_1


siapa kah ras setengah manusia itu?next chapt:)


BERSAMBUNG....


__ADS_2