
sudah tiga hari semenjak Arsta di panggil oleh raja dari kerajaan manusia.dan sekarang tiba hari nya Arsta dan party nya pergi meninggalkan kerajaan manusia.
"tuan,ada yang ketinggalan?" tanya pipoppet sambil membereskan barang yang akan dibawanya nya.
"ahh....ada kaya nya" jawab Arsta mengerutkan dahinya
"apa tuan?biar saya bantu ambilkan" balas poppet menyudahi beres beres barangnya.
"bikin anak buat penghilang bosen di perjalanan nanti" jawab Arsta tersenyum
"tuan,anda menjijikan..." ucap Zinus dengan wajah jijik nya
poppet yang mendengarnya hanya terdiam malu.
"kalau tuan yang minta,saya akan membantu tuan membuat keturunan berapa banyakpun itu" gumam Poppet dengan suara pelan
"apa?" Arsta yang terlalu fokus bentengkar dengan Zinus tak mendengar apa yang di katakan Poppet
"T-Tidak ada tuan!" ucap poppet dengan malu
"mungkin kata poppet,kau harus di kebiri tuan" ucap Zinus menganggukan kepala
"Aku tak pernah mengatakan itu Zinus!" poppet marah
"Zinus,selama dua hari kedepan aku tak akan memberikanmu roti karena menjahili Poppet" ucap Arsta kesal
"tuan!bukankah kau terlalu kejam!"
"udah berisik!,lanjut bantu beres beres nya!" ucap Arsta memukul Zinus
setelah pertengkaran kecil di mansion itu,Arsta melangkahkan kaki untuk meninggalkan kerajaan manusia.
orang orang yang dulu bekerja untuk Arsta di mansion,semuanya mengucapkan selamat tinggal kepada Arsta dan Poppet,tapi ada yang tidak ingin Arsta pergi
"tuan Arsta,apakah kau akan pergi?tidak bisakah kau untuk tinggal selamanya disini?" Iris menangis tersedu sedu
"yah...karena tujuanku bukan disini saja,kenapa kau menangis begitu?" ucap Arsta tersenyum
"habisnya tuan Arsta akan pergi!waaa...waaa....b-boleh kah aku ikut dengan tuan Arsta?" Iris menangis semakin kencang
"gak,ini bukan lagi traveling loh iris.jadi tunggulah disini,saat aku sudah menjadi orang nomber satu,aku pasti akan kembali lagi,janji!" Arsta berusaha menenangkan iris yang terus menangis
"janji?" ucap Iris dengan wajah yang lucunya
"hmmm...janji!" balas Arsta tersenyum
"baiklah aku akan menunggu tuan Arsta sampai kembali" balas Iris kembali tersenyum
Arsta yang berhasil menenangkan Iris pun buru buru pergi agar Iris tidak bersedih.
di tengah tengah gerbang menuju keluar ibukota,Arsta di cegat oleh seseorang.
"kau akan pergi sekarang?" ucap Karina yang mencegat Arsta di tengah tengah gerbang
"yah..seperti yang kau lihat" balas Arsta
__ADS_1
"kapan kau akan kembali?" tanya Karina
"ntahlah...bisa berbulan bulan atau bertahun tahun mungkin" ucap Arsta menggaruk kepala
Karina dengan perlahan mendekati Arsta,perlahan lahan bibir lembut karina mendekati bibir Arsta dan memberikan sebuah kecupan kepada Arsta.
"hah?first kiss?!alugus sialan akhirnya skill master keberuntungan lu berguna" ucap Arsta di dalam hati kegirangan
"itu untuk ucapan selamat tinggal" Karina melepaskan kecupan nya
"dan ini untuk ucapan trimakasih ku untuk semuanya" Karina kembali mencium Arsta untuk kedua kalinya,namun kecupan terakhir itu di penuhi dengan air mata Karina.
"ingatlah untuk kembali kesini" ucap Karina mengusap air matanya
"tentu,aku akan kembali untuk membawamu" balas Arsta tersenyum
karina hanya bisa membalas dengan sebuah senyuman yang belum pernah Arsta lihat.
kepergian Arsta yang di penuhi kebahagiaan,membuat Arsta semakin bersemangat untuk apa yang akan dia hadapi di depan nanti.
di tengah tengah hutan dekat kerajaan setengah manusia
"tuan,bisakah kau hentikan wajah menjijikan mu itu" ucap Zinus yang melihat wajah tuannya tersenyum mesum
"kadal item yang gak pernah dikasih ciuman gak bakal tahu gimana rasanya" balas Arsta dengan wajah bangga
"yayaya tuanku terhebat diberi ciuman" balas Zinus kesal
"padahal bila tuan ingin berciuman,akupun bisa memberikannya" gumam Poppet cemberut
"tuan!,aku merasakan aura yang kuat" ucap Poppet memberitahu Arsta
"ternyata ada juga monster yang gak terpengaruh dengan aura milik zinus" ucap Arsta tersenyum
"mereka bukan monster,yang satu sepertinya beast dan yang satu nya lagi mungkin ras iblis" sangkal Zinus
"hmmmm"
"mereka mendekat kearah sini tuan,sepertinya mereka juga menyadari kehadiran kita" ucap Poppet
"heee.....poppet berubah ke bentuk asli mu" Arsta mulai bersemangat mengeluarkan senyum seperti iblisnya
party Arsta dan para aura besar itu pun mulai saling mendekati.tak lama kemudian serangan es jarak jauh pun mengahmpiri Arsta dan party nya.
untungnya mereka berhasil menghindari serangan itu.
"s*al*n juga ya mereka nyerang gak pake permisi"
"dari arah jam 12 dia dengan cepat kearah sini tuan" ucap Poppet
seorang beast berbentuk harimau putih besar menyerang dengan kecepatan penuh kearah Arsta.
dengan cepat Arsta menangkis serangannya.
"oioioi,anak kucing darimana ini~" ucap Arsta tersenyum
__ADS_1
suara tepuk tangan terdengar dari jarak agak kejauhan.
"hebat,hebat,hebat!kau bisa menangkis serangan dari tiger of hero ku" ucap ras setengah manusia yang bertepuk tangan dari jarak jauh
"bukan nya kau bilang tadi iblis?ko malah yang datang ras setengah manusia?" Arsta heran
"auranya seperti iblis,kemungkinan dia mendapatkan kekuatan dari ras iblis yang kuat" jelas Zinus
"yah...apapun itu toh udah ada di depan sekarang" balas Arsta tersenyum
"jadi...sekarang mau saling sapa pake mulut apa pake tangan ni?" Arsta mulai mendekati ras setengah manusia itu.
dengan cepat Arsta menggunakan skill sprintnya untuk menyerang ras setengah manusia itu,namun ras setengah manusia itu menangkis nya seperti serangan biasa.
"tenanglah kawan..aku datang kesini bukan untuk melawanmu" ucap lelaki ras setengah manusia itu sambil menangkis serangan Arsta
Arsta pun kemudian mundur dari serangannya.
"jadi...apa yang kau inginkan?" Arsta masih heran ternyata ada orang yang setara dengan nya di benua ini.
"aku datang kesini hanya sekedar untuk menyapamu,setelah melihat pertarunganmu melawan para prajurit ku" ucap ras setengah manusia itu tersenyum.
"jadi kau kah yang mengirim ribuan monster itu" ucap Arsta membalas senyuman nya.
"seperti itulah....ah,maaf atas kelancanganku namaku Birland,ras singa setengah manusia.dan dia adalah sahabatku beast Tiger Of Hero,Targas" ucap Birland membungkukkan badan layaknya bangsawan.
"namaku-"
"Arsta Grid,WolfGod,dan BlackDragon sang naga legendaris" ucap Birland menyela
"kau tahu,aku paling benci orang yang terlalu mengetahui kehidupan ku?" ucap Arsta kesal
"Hahaha,tenang saja tak perlu semarah itu hanya karna sebuah rahasia" ucap Birland
"hah....aku baru tahu iblis senang memberikan kekuatan kepada ras lain"
"seperti yang kuduga dari majikan BlackDragon" Birland tepuk tangan sambil tertawa
"aku akan langsung ke intinya saja Arsta grid.tuanku ingin bertemu denganmu" ucap Birland
"ras iblis itu?" tanya Arsta
"kau boleh menolaknya bila kau mau,tapi aku jamin kau tak akan menyesal bila kau bertemu beliau" ucap Birland
"bertemu ras iblis kah....?"
"baiklah...kita ikuti permainanmu" ucap Arsta
"hmmm....tentu" balas Birland tersenyum
pertemuan Arsta dengan Birland akan mengubah cara pandang hidup Arsta kedepannya.
bagahimanakah pertemuan Arsta dengan majikan Birland?next chap:)
BERSAMBUNG......
__ADS_1