TSURUNE : KAZEMAI KOUKOU KYUUDOUBU YABAI - FUJIWARA NO AI (FUJIWARA'S LOVE) -

TSURUNE : KAZEMAI KOUKOU KYUUDOUBU YABAI - FUJIWARA NO AI (FUJIWARA'S LOVE) -
Kesalahpahaman


__ADS_3

Sore harinya.


"Sebentar lagi aku sampai. Tunggu aku di gerbang ya"


"Yosh, aku akan menunggu Minato di depan. Hari ini juga aku harus semangat berlatih" gumam Akane tersenyum.


"Sepertinya kau sudah menyadari kesalahanmu, Hanamura Akane!"


Seorang gadis menghadang langkah Akane saat dirinya akan keluar gerbang sekolah. Dia adalah Kitayama Rika.


"Maaf?" Akane mengerutkan keningnya. Dia cukup bingung dengan seorang gadis yang tiba-tiba menghadang langkahnya seperti itu.


"Jangan pura-pura bodoh, Hanamura-san. Jika kau kembali mendekati Shuu dan membuat Noa kembali sedih, aku akan melakukan hal buruk kepadamu!" Tegasnya pada Akane.


"Shuu? Noa? Ah, seperti itu ternyata.. aku mengerti. Aku mengerti, jadi tolong jangan menghalangi jalanku" ketus Akane akan melangkah kembali namun Rika mendorong tubuh Akane cukup kuat sehingga tubuhnya terhuyung ke belakang.


Disaat yang bersamaan, Minato, Shuu, dan Noa yang sedang berjalan, ikut melihat kejadian itu terjadi. Dengan cepat Minato menahan tubuh Akane agar tidak terjatuh ke belakang.


Akane!


Shuu yang akan membantu Akane pun ditahan oleh Noa. Netra violetnya menatap Noa seolah menanyakan alasan mengapa dia menghentikan langkahnya. Sementara yang ditatap hanya menundukan pandangannya. Tangannya semakin erat menggenggam tangan Shuu.


Shuu kemudian mengalihkan pandangannya kepada Akane dan Minato serta Rika disana.


Minato? Apa yang dia lakukan disini?


"Jangan pergi Shuu" lirih Noa mengeratkan genggamannya.


Shuu kemudian melirik Noa sekilas dan menuruti keinginan gadis yang berstatus sebagai kekasihnya itu.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


"Kamu baik-baik saja?" Tanya Minato membantu Akane berdiri.

__ADS_1


"Terima kasih, Minato."


"Oh, anak Kazemai kah? Kau sudah memiliki sasaran baru ternyata. Tapi ini lebih baik daripada kau kembali mengganggu Shuu dan Noa" jelas Rika kembali tersenyum remeh.


"Aa ah, maaf ya Minato. Padahal kamu sudah jauh-jauh kemari, tapi malah melihat hal buruk seperti ini" ucap Akane sambil merapikan seragamnya.


"Tidak apa-apa Akane. Ano, apa ada masalah?"


"Entah, aku juga tidak mengerti. Dia tiba-tiba saja menghadangku dan mendorongku seperti tadi" jelasnya pada Minato.


"Jangan pura-pura tidak tahu Hanamura Akane!" Rika kembali membentak Akane. Matanya menatap nyalang netra Akane.


"Etto, maaf Nona tapi aku sungguh tidak mengenalmu. Tiba-tiba menghadang jalanku dan mendorongku seperti itu, bukankah itu tidak sopan? Aku bahkan belum mendekati Shuu dan membuat Noa sedih tapi kamu sudah melakukan hal buruk seperti tadi" jelas Akane memberikan tatapan tajam kepada Rika.


"Itu memang salahmu! Kau salah karena sudah mendekati Shuu. Kau salah karena sudah menjadi pengganggu. Banyak orang yang sudah terganggu olehmu. Kau mengganggu hubungan Shuu dan Noa, kau bahkan sangat mengganggu di klub Kyudo!" Jelasnya kembali membentak Akane.


"Apa kau tidak pernah berpikir bagaimana susahnya Shuu saat kau terus di dekatnya?!" Lanjutnya.


Akane mengepalkan tangannya. Dia menggertakkan giginya geram.


Pengganggu, pengganggu, pengganggu! Aku juga tau aku pengganggu, kau tidak perlu menyebutkannya sebanyak itu!


"Oleh karena itu aku menjauhinya maupun klub Kyudo, tapi sepertinya itu sia-sia karena aku tetap dianggap sebagai pengganggu" gumam Akane yang masih bisa didengar oleh Minato.


Netra hijau bening itu menatap sendu Akane.


Akane semakin mengepalkan tangannya. Amarahnya sudah sampai di puncak. Dia akan meledak.


"Ka-"


"Maaf Nona, mungkin memang benar Akane telah mengganggu hubungan Shuu dan juga kekasihnya tapi kurasa kamu tidak bisa memutuskannya begitu saja," sela Minato dengan tatapan tegasnya.


"Kami sudah bersama sejak kecil, jadi jika kamu mempermasalahkan hubungan, maka hubungan Akane dan Shuu lah yang kuat" Netra hijau itu terlihat sama seperti biasa namun kita bisa merasakan kesungguhan bagi yang menatapnya.

__ADS_1


"Ku rasa yang berhak memutuskan bahwa Akane adalah pengganggu bagi Shuu adalah Shuu sendiri. Kamu tidak bisa memutuskannya begitu saja apalagi kamu tidak mengenal Shuu maupun Akane. Kurasa kamu tidak boleh terlalu ikut campur, Nona. Hubungan Akane dan Shuu hanya boleh diputuskan oleh Akane dan Shuu pula. Dan menurutku kedekatan Akane dan Shuu bukanlah suatu kesalahan, hubungan mereka bukan suatu kesalahan. Tolong jangan memutuskan seenaknya seperti itu!" Tegas Minato kepada Rika. Dengan intonasi seperti biasa, netra hijaunya menatap tegas Rika menandakan dia mengatakannya dengan sungguh-sungguh.


"Ayo Akane, kita akan terlambat nanti" ucap Minato menarik lembut lengan Akane.


Sementara itu disisi lain, Shuu juga menatap Rika dengan tatapan tajam dan dinginnya. Dia mengepalkan tangannya kuat. Sedangkan Shiragiku Noa hanya menundukan pandangannya. Dia tidak berani menatap Shuu yang sedang dikelilingi oleh aura hitam.


Minato benar, Akane tidak bersalah. Dia bukan pengganggu dan hubungan kami bukan suatu kesalahan!


"Noa, sebenarnya aku tidak bisa memahami sesuatu. Mengapa kamu dan orang-orang selalu memanggil Akane sebagai pengganggu?" Tanya Shuu menatap dalam netra ruby itu.


"Ano, i-itu.."


Shuu terdiam menunggu jawaban dari Noa. Netra violet yang hangat itu berubah menjadi dingin.


"K-karena dia menghalangi hubungan kita, Shuu" ucapnya gugup.


"Menghalangi? Tolong katakan dengan jelas, aku tidak bisa memahaminya" pinta Shuu kembali.


"Aku kekasihmu tetapi dia selalu bersamamu. Meskipun aku ada disampingmu tapi dia selalu mencoba mencari perhatianmu dan mengabaikanku. Kamu terlalu dekat dengannya dan aku tidak bisa menerimanya. Dia menghalangi ku untuk lebih dekat denganmu, dia mengganggu hubungan kita, Shuu!"


Netra ruby itu berkaca-kaca. Nafasnya mulai tidak beraturan. Dia mengatakan segala suatu yang mengganjal di pikiran dan hatinya selama ini.


"Kamu hanya cemburu bukan? Jika saja kamu mengatakannya langsung kepadaku, aku mungkin akan sedikit menjaga jarak dengan Akane dan Akane tidak akan mengatakan hal seperti itu" Wajahnya masih tenang seperti biasa dengan intonasi yang rendah seperti biasanya.


"Tapi Shuu, dia sudah sangat kelewatan. Kamu pikir hubungan kita itu apa sehingga mengizinkan orang asing masuk ke dalam hubungan kita!" Protes Noa kembali, namun dia terdiam saat mendapatkan tatapan dingin dari Shuu.


"Apa kamu tidak risih dengan sikapnya yang tidak bisa diam? Apa kamu tidak risih dengan omongan orang lain tentang kalian? Aku tahu bagaimana tertekannya dirimu karena teman sepertinya, kamu pasti sangat kesulitan bukan?" Protes Noa dengan percaya diri.


Sorot mata yang tajam dan dingin, menunjukan bahwa netra violet itu benar-benar tidak menyukainya.


"Maaf Noa, sepertinya kita tidak bisa saling memahami. Aku tidak mengerti perasaanmu begitu juga denganmu yang tidak bisa memahami perasaanku. Mungkin benar, bagimu Akane adalah orang asing, tapi berbeda denganku. Bagiku, Akane bukanlah orang asing dan aku tak pernah sekalipun berpikir jika Akane adalah pengganggu bagi hidupku. Justru dialah satu-satunya orang yang bisa menarikku keluar dari zona amanku" jelas Shuu menatap dalam mata Noa.


"Semua yang dikatakan Minato adalah benar. Kalian tidak berhak memutuskan bagaimana hubunganku dengan Akane. Juga hubunganku dengan Akane bukan sebuah kesalahan. Maaf, kita tidak bisa saling memahami. Mari kita akhiri hubungan ini."

__ADS_1


__ADS_2