TSURUNE : KAZEMAI KOUKOU KYUUDOUBU YABAI - FUJIWARA NO AI (FUJIWARA'S LOVE) -

TSURUNE : KAZEMAI KOUKOU KYUUDOUBU YABAI - FUJIWARA NO AI (FUJIWARA'S LOVE) -
Keseharian


__ADS_3

Angin sejuk yang berhembus, menerbangkan kelopak-kelopak bunga sakura yang sudah menanti. Kicauan burung serta aroma embun yang menenangkan, menemani Akane yang sedang menunggu sahabatnya.


"Yo, Shuu!" Sapa Akane yang sudah berdiri di depan gerbang rumah Shuu.


"Akane, kamu baik-baik saja?"


"Hm, maaf ya kemarin aku tiba-tiba pulang dan tidak mengabarimu"


"Tidak masalah. Syukurlah jika kamu baik-baik saja."


"Hm."


Kecanggungan menjalar di seluruh tubuh Akane. Terlepas dari apa yang terjadi semalam, dia benar-benar kecewa kepada dirinya sendiri. Dia sadar apa yang telah dilakukannya adalah suatu kesalahan dan sesuatu hal yang tidak berdasar. Dia sudah memutuskan untuk selalu mendukung segala keputusan Shuu baik tentang dirinya sendiri maupun tentang Kyudo.


"Shuu," panggil Akane menghentikan langkahnya. 


"Hm?"


"Aku minta maaf.."


Terlihat dengan jelas penyesalan di wajah Akane dan kebingungan di wajah Shuu. Netra mereka saling bertemu tanpa mengerti alasan dibalik mata itu.


"Untuk apa?" Tanya Shuu bingung.


"Etto, ano, aku.."


"Ada apa? Ini seperti bukan Akane yang ku kenal. Apa hari ini ada tes Bahasa Inggris lagi?"


Netra safir itu membulat. Senyum tipis perlahan terlukis di bibirnya yang manis.


Benar. Sebenarnya apa yang sudah aku lakukan? Shuu tidak berubah, hanya aku yang aneh disini.


"Hm, begitulah" ucap Akane tersenyum.


"Kenapa kamu malah tersenyum senang?"


"Eh? Tidak bolehkah?"


Shuu menggelengkan kepalanya pelan. "Itu lebih baik" ucapnya yang ikut tersenyum.


"Gantikan aku untuk tes hari ini Shuu, kumohon" rengek Akane menyatukan kedua tangannya.


"Dengan semua alasan, tentu saja aku tidak bisa melakukannya" ucap Shuu dengan wajah tenangnya.


"Shuu!!" rengek Akane kembali.


"Kamu hanya perlu mengingat apa yang sudah dipelajari. Kamu pasti bisa."


"Kamu percaya padaku?"


"Tentu saja." Jawab Shuu tersenyum.


Berbeda dengan beberapa saat lalu, kini hanya ada senyuman manis yang menghiasi wajah mereka berdua.


"Ah benar juga. Kamu harus mentraktirku, Shuu. Apa namanya ya? Pajak jadian kah?" Ucap Akane bingung.


Shuu terdiam beberapa saat.


"Aku tidak mengerti maksudmu."

__ADS_1


"Ehh?! Bukankah itu hal biasa setelah temannya mendapatkan kekasih?"


Shuu lagi-lagi terdiam dengan wajah tenang seperti biasanya. Dia tidak mengatakan apapun, hanya menatap netra safir milik Akane.


"Begitukah?"


"A-ah tidak, tidak. Aku hanya bercanda Shuu. Wajah bingung mu sangat lucu" ucap Akane tersenyum.


"Hah?"


"Tidak, tidak ada. Lupakan saja Shuu, Shiragiku-san sudah menunggumu. Aku ke kelas duluan ya, sampai jumpa" ucap Akane melambaikan tangannya.


Netra violet itu tersenyum tipis melihat tingkah sahabatnya itu. Shuu kemudian berjalan mendekati Shiragiku Noa yang sudah menunggunya di depan gedung sekolah.


"Selamat pagi" sapa Shiragiku Noa.


"Selamat pagi. Ayo ke kelas."


...****...


"Yo Shuu!" Sapa Akane tepat setelah Shuu keluar dari kelasnya. "Shiragiku-san juga."


"Kamu cepat juga ya, Hanamura-san" ucap Noa tersenyum.


"Hm, begitulah" jawab Akane yang juga tersenyum.


"Bagaimana tesnya?" Tanya Shuu menatap Akane.


"Seperti biasa, sangat sulit. Tapi kurasa aku sudah ada kemajuan, Shuu. Hari ini aku mendapatkan nilai 76, hebat bukan?" Ucap Akane bangga. Matanya berbinar seolah ingin mendapatkan pujian dari lawan bicaranya ini.


Netra violet itu terdiam sesaat sebelum akhirnya senyuman tipis mengembang di wajah tenangnya.


"Aku tidak mengejekmu. Otsukare, Akane. Kamu sudah bekerja keras. Walaupun hanya naik 4 poin, tapi itu sebuah kemajuan" jelas Shuu tersenyum.


"Shiragiku-san juga, katakanlah sesuatu" pinta Akane menatap gadis Shiragiku itu.


"Etto, a-ah, otsukaresama Akane."


"Kamu berkata lebih ikhlas daripada Shuu, terima kasih Shiragiku-san" ucap Akane tersenyum.


"Apa-apaan itu?" Tanya Shuu sambil tersenyum tipis.


...****...


"Apa ini? Shuu jadi harem kah?" Tanya Manji setelah melihat Shuu yang datang ke klub bersama Akane dan Shiragiku Noa.


"Pasti harem" ucap Senichi setuju.


"Harem?" Tanya Akane bingung.


"Kalian sudah sampai kah? Sen, Man, Shuu, Shiragiku-san, cepatlah ganti baju kalian, kita akan segera memulai latihannya" ucap ketua Motomura menghampiri semua orang.


"Hari ini juga, mohon bantuannya senpai" ucap Akane membungkukkan badannya kepada Ketua.


"Kami juga mohon bantuannya, Hanamura" ucap Ketua tersenyum.


"Aku akan duduk di tempat biasa, semangat latihannya semua" ucap Akane melambaikan tangannya sebelum dia pergi ke bangku penonton.


Akane duduk dengan tenang di bangku penonton, namun netra safirnya tidak bisa menyembunyikan semangatnya yang membara untuk melihat latihan Shuu dan klub Kyudo.

__ADS_1


Detik demi detik berlalu. Menit telah berubah menjadi jam, semangat Akane mulai memadam.


Hari ini juga, aku tidak bisa mendengarkan tsurune Shuu lebih lama.


Netra safirnya tidak terlepas dari sosok Shuu yang terus mengajarkan Shiragiku Noa menembak. Selama beberapa hari ini, baik di sekolah maupun di dojo milik Saionji-sensei, Shuu selalu menghabiskan lebih banyak waktu latihannya untuk mengajari Noa berlatih sehingga Akane tidak bisa mendengarkan tsurune kesukaannya itu.


"Hari ini juga aku tidak bisa mendengarkan tsurune mu, Shuu" gumam Akane tersenyum tipis.


Hening, tidak ada jawaban dari pemilik surai coklat itu.


"Aku ingin mendengar tsurune milikmu. Tolong berlatihlah seperti biasa nanti malam, ya?" Pinta Akane dengan mata yang berbinar.


"Hm, kurasa aku akan melakukannya. Noa juga sudah lebih baik dari sebelumnya" jelas Shuu tersenyum.


"Hm, aku akan menunggunya. Aku benar-benar tidak sabar, Shuu" ucap Akane tersenyum.


Langkah Shuu terhenti di sebuah toko aksesoris yang mereka lewati.


"Ada apa?" Tanya Akane bingung.


"Aku akan mampir sebentar" ucap Shuu kemudian memasuki toko tersebut.


"A-ah hm, aku akan menunggumu disini" ucap Akane sedikit berteriak.


Netra safir itu menatap punggung Shuu dengan heran.


Tumben sekali Shuu mampir ke toko aksesoris. Apa untuk adiknya? Atau mungkin untuk Shiragiku-san kah?


Beberapa lama kemudian.


"Maaf membuatmu menunggu lama" ujar Shuu menghampiri Akane. Senyum tipis mengembang di wajah tenang Shuu.


"Sudah se-"


"Untukmu," Shuu memberikan paper bag kecil kepada Akane.


"Eh?"


"Ambilah" ucap Shuu kembali.


"Eh? Kenapa? Ku rasa ini bukan ulang tahunku, benar kan?"


"Hm, ulang tahunmu masih lama. Kamu yang mengatakannya tadi bukan? Pajak apalah itu"


Mata safir itu membelalak terkejut.


"Eeeehhh?! Aku kan hanya bercanda Shuu, aku tidak bersungguh-sungguh. Itu tidak benar Shuu, maafkan aku."


Bukannya marah atau kesal, Shuu malah tersenyum melihat tingkah Akane.


"Tidak apa, Akane. Kamu juga sudah berhasil menaikan nilai tes mu bukan? Lagipula aku juga jarang mentraktirmu" jelas Shuu tersenyum.


"Tapi.. tapi aku merasa sangat bersalah kepadamu, Shuu. Aku tidak berhak menerimanya. Tolong maafkan aku" Akane membungkukan badannya penuh hormat. Wajahnya sedikit memerah karena malu. Akane tidak tahu jika Shuu akan berbuat seperti ini untuk melayani candaannya.


"Sudah ku katakan bukan? Tidak apa, ini hadiah dariku. Ambilah" ucap Shuu meraih tangan Akane dan menaruh paper bag itu di tangannya. "Terimalah" ucapnya tersenyum.


"Etto, maaf Shuu. Terima kasih banyak" gumam Akane menatap netra violet yang bersinar di bawah langit jingga itu.


"Sama-sama."

__ADS_1


__ADS_2