
Hari ini juga Akane tidak datang
Netra violetnya menyisir setiap bangku penonton dengan seksama. Berharap menemukan seseorang yang dia rindukan.
Dia tidak datang
"Ada apa Shuu?" Tanya Ketua Motomura membuyarkan pikiran Shuu.
"Tidak ada apapun ketua" jawab Shuu terkesan dingin. Meskipun begitu, netra violetnya meredup menyembunyikan kesedihan dibaliknya.
"Begitukah? Jika ada masalah jangan dipendam sendirian, siapa tahu kami bisa membantumu" jelas Ketua tersenyum kemudian pergi dari hadapan Shuu sesaat setelah menepuk bahunya pelan.
"Shuu," panggil Senichi yang disusul oleh Manji menghampiri Shuu. Yang dipanggil juga hanya menoleh tak bersemangat.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya Senichi khawatir. Sudah beberapa hari ini Shuu lebih banyak diam dari biasanya. Dan yang membuat mereka khawatir adalah diamnya Shuu terkesan murung. Meskipun wajah tenangnya dan intonasinya sama seperti biasanya, matanya tidak bisa berbohong.
"Memangnya aku kenapa?" Tanya Shuu dengan tenang.
"Tidak. Hanya saja.. hari ini juga Akane tidak datang" terdapat jeda diantara kalimat yang Senichi katakan. Berhati-hati agar tidak mendapatkan tatapan tajam Shuu yang biasa dilayangkan pada orang lain saat menyangkut Akane.
"Apa ini gara-gara 'pengganggu' itu? Aku sangat merindukannya sekarang" jelas Manji sedih.
Shuu terdiam, dia menundukan pandangannya cukup lama. Otaknya berputar mencoba mencari jalan keluar untuk masalah itu.
"Seharusnya jika Akane benar-benar pengganggu, dia mendapatkan perlakuan ini sejak dulu. Tapi mengapa malah harus sekarang? Bukankah ini aneh?"
"Benar. Sangat aneh. Siapa sih yang membuat Akane seperti ini?-"
Aku
"-Akane lebih baik daripada gadis egois itu" setuju Senichi melirik gadis yang dimaksud.
"Aku juga sangat tidak menyukainya. Dia sangat menyebalkan. Mencoba memiliki Shuu hanya untuk seorang, dasar egois!" gerutu Manji ikut menatap tajam orang yang dimaksud.
Shuu yang sedari tadi menatap target dengan seksama, beralih menatap Noa, gadis yang dimaksud oleh Sugawara bersaudara dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.
"Kalian berdua, jangan hanya berbicara disitu. Kemari dan mulailah berlatih" titah Ketua Motomura.
"Baik."
Semenjak kejadian hari itu, Akane tidak pernah terlihat lagi di dojo Kirisaki. Dia juga tidak pernah terlihat lagi di dojo Saionji-sensei bahkan hanya untuk lewat di depan rumahnya. Dia sudah memutuskan untuk tidak mengganggu kehidupan Shuu lagi.
"Shuu,"
"Tch, gadis egois menghampiri kami" ucap Manji berdecak.
"Aku tidak menyukai gadis egois. Kami duluan Shuu" ucap Senichi kemudian pergi meninggalkan Shuu bersama Noa.
"Dasar Sugawara bersaudara yang menyebalkan!" Gerutu Noa kesal.
"Ada apa?" Tanya Shuu yang membuat Noa berhenti menggerutu.
Dia menggelengkan kepalanya pelan. "Tolong ajari aku lagi, Shuu" ucapnya tersenyum. Netra rubynya berbinar menatap Shuu.
"Hm, ayo" jawab Shuu tersenyum.
...πππππππ...
Ditemani hangatnya senja, Shuu terlihat sedang berjalan sendirian menyusuri jalanan yang cukup sepi. Wajahnya yang tenang menyembunyikan kesedihan yang tersirat dari sorot netra violetnya.
__ADS_1
"...Terima kasih"
Suara seseorang membuyarkan pikiran Shuu. Tubuhnya berhenti. Matanya mulai mencari sumber suara itu.
"Akane.."
Dia kemudian mencoba mempercepat langkahnya untuk mengejar Akane.
"Akane!" panggil Shuu tepat di belakangnya. Tangannya berhasil menggapai tangan mungil Akane, menariknya agar berbalik menatapnya.
Tubuh Akane sedikit tersentak. Dia membalikkan badannya dan tersenyum tipis tanpa menatap sahabatnya itu.
"Yo, Shuu" sapa Akane bergumam.
Dengan langkah yang sama, kecepatan yang sama, di jalur yang sama, kedua insan ini berjalan dalam kesunyian.Β
Keheningan tercipta, seakan mencekik keduanya. Bahkan hingga sang Mentari perlahan undur diri, tidak ada sepatah katapun yang terlontar.
"Datanglah ke klub Kyudo, semua orang merindukanmu" Shuu membuka suaranya, memulai pembicaraan.Β
"...." Hening. Akane tidak menjawab atau menanggapi ucapan Shuu.
"Maaf" ucap Shuu menundukan pandangannya. "Aku tidak-"
Akane menghentikan langkahnya dan membungkukan sedikit badannya.
"Aku yang harusnya minta maaf Shuu. Aku akan menepati janjiku, jadi maaf karena sepertinya aku akan mengganggumu kembali"
"Tidak, Akane. Bukan itu yang aku inginkan. Maaf. Aku bersalah karena tidak menjawab pertanyaanmu saat itu, tapi-"
"Tapi Shuu bilang Shiragiku terganggu bukan?" Akane menatap dalam mata Shuu. Netra safir itu mengkilap, menatap sendu pemilik netra violet. "Maaf karena sampai hari itu, aku masih tidak tahu batasanku. Tapi sekarang aku mengetahuinya, Shuu. Shuu tidak bersalah jadi jangan meminta maaf. Aku harus pergi sekarang, sampai jumpa"Β
Tanpa menunggu jawaban dari Shuu, Akane berjalan cepat menyebrang ke sisi jalan lainnya, meninggalkan Shuu yang masih terdiam di tempat.
"Akane tunggu, dengarkan aku dulu" ujarnya kembali menggenggam tangan Akane.
"Lepaskan Shuu. Jangan membuat semua usahaku sia-sia, tolong lepaskan tanganku" lirih Akane tanpa berbalik maupun menatap Shuu.
Akane kemudian menarik tangannya dari genggaman Shuu dan kembali berjalan menjauhinya. Kali ini sedikit berlari.
"Akane.." lirih Shuu menatap punggung Akane yang semakin menjauh dari pandangannya.Β
Setelah sampai di seberang, Akane membalikan tubuhnya menatap sosok Shuu yang masih berdiri disana. Netra keduanya saling bertukar pandang. Meskipun jaraknya cukup jauh, tapi mereka dapat melihat wajah masing-masing dengan sangat jelas.
"Aku pasti menunjukan Kyudoku kepadamu."
...πππππππ...
Beberapa kali terdengar suara bel pintu rumah Akane berbunyi.
"Oh, Shuu-kun kah?" Ucap Ibu Akane membukakan pintu.
"Maaf mengganggu waktu istirahatnya bi, apa Akane ada?"
"Dia bilang akan keluar sebentar, bibi kira anak itu bersamamu. Mungkin dia ke supermarket depan, Shuu-kun tunggulah di dalam" ucap Ibu Akane mempersilahkan.
"Tidak apa bi, aku harus latihan sekarang. Aku akan datang lagi besok, maaf sudah mengganggu waktu istirahatnya"
Kemana Akane pergi? Apa dia ke dojo?
__ADS_1
Perlahan Shuu mempercepat langkah demi langkahnya agar cepat sampai di dojo. Keinginan dan harapannya untuk bertemu Akane membuatnya tidak sabaran. Ini bukan Shuu yang biasanya.
Semoga dia ada disana..
Harapan Shuu memudar ketika tidak mendapatkan Akane di dojo milik Saionji-sensei. Yang ada disana hanya Saionji-sensei dan Shiragiku Noa, tanpa Akane.
Kemana sebenarnya Akane pergi?
...πππππππ...
"Tumben sekali kamu terlihat sangat serius, Shuu. Apa ada masalah?" Tanya Saionji-sensei menghampiri muridnya itu.
"Ada apa Shuu?" Tanya Shiragiku Noa ikut menimpali.
"Tidak ada sensei" jawab Shuu datar. "Aku baik-baik saja" jelasnya menatap Noa.
"Hari ini kamu sangat serius tapi tidak fokus, Shuu. Istirahatlah sebentar, aku akan membuatkan teh hangat" jelas Saionji-sensei lagi.
"Ada apa Shuu? Kamu baik-baik saja?" Tanya Shiragiku khawatir.
"Tidak ada apapun, aku hanya kurang fokus saja" jelas Shuu tersenyum tipis. "Aku akan cari angin dulu sebentar."
"H-hm."
Shuu kemudian pergi meninggalkan Shiragiku Noa yang masih terlihat berlatih di dalam dojo.
"Shuu, kita bicara di dalam sebentar" suara paruh baya itu menghentikan langkah Shuu dan Shuu pun tidak menolaknya. Dia mengikuti ajakan gurunya itu.
Saionji-sensei memberikan secangkir teh hangat kepada Shuu.
"Apa yang mengganggumu? Kyudomu cukup berantakan hari ini" jelas Saionji-sensei menatap muridnya itu.
Shuu terlihat menundukan pandangannya.
"Maaf sensei, ada sesuatu yang mengganggu pikiranku sekarang"
"Akane?"
Shuu menatap Saionji sensei. Dia terkejut karena tebakan sensei benar.
"Iya" sendu Shuu kembali mengalihkan pandangannyaΒ
"Apa kalian bertengkar? Dia juga sudah lama tidak kemari."
Shuu lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan Saionji-sensei. Dia hanya diam menatap lawan bicaranya itu.
"Begitukah? Dia anak yang baik dan penuh semangat. Dia selalu ingin bisa menancapkan anak panah pada target. Meskipun kemampuan Kyudonya masih belum bagus tapi semangatnya patut diapresiasi." Jelas Saionji-sensei tersenyum, berbanding terbalik dengan Shuu yang memasang wajah tenang dan datar tanpa senyum sedikitpun.
"Shuu, hubungan itu bukan sekedar mengaitkan seutas benang. Itu adalah sesuatu yang dirajut dari banyaknya benang, dari berbagai komponen benang yang membuatnya semakin kuat. Rasa percaya, bahagia, kebersamaan, kesedihan, putus asa, harapan, keinginan, semua dirajut menjadikan simpul benang yang kuat. Itu sebabnya hubungan itu sangat rumit," jelas Saionji-sensei panjang lebar.
"Kalian sudah bersama dari kecil, aku yakin hubungan kalian masih lebih kuat daripada hubunganmu dengan teman-temanmu yang lainnya. Aku tidak tahu apa masalah kalian berdua, tetapi aku sangat berharap kalian bisa menyelesaikannya. Jangan biarkan benang yang sudah kalian rajut bertahun-tahun itu terputus begitu saja" lanjutnya.
Netra Shuu melebar mendengar perkataaan Saionji-sensei. Tubuhnya mematung seketika sehingga dia dapat mendengar detak jantungnya sendiri. Shuu tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Sekarang ayo kembali ke dojo, Noa mungkin sedang kebingungan sekarang" ucapnya kemudian berdiri dan berjalan mendahului Shuu.
"Baik sensei."
Hubungan kah? Aku benar-benar harus berbicara dengan Akane. Aku harus menyelesaikan ini!
__ADS_1
"Shuu, kamu dari mana saja? Kenapa lama sekali?" Proses Shiragiku Noa.
"Maaf, angin diluar cukup segar. Ayo mulai lagi" ucapnya tersenyum.