
Musim panas sore itu, angin berhembus cukup kencang membawa hawa dingin di sekitarnya. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Akane tidak bisa menerima pendapat orang lain. Serinci apapun Shiragiku Noa menjelaskannya, Akane semakin tidak bisa memahaminya.
"Ada apa Shiragiku-san? Klub Kyudo akan mulai berlatih, sebaiknya kita segera kembali"
Akane cukup bingung dan canggung karena Shiragiku Noa tiba-tiba menyeretnya ke taman belakang sekolah yang cukup sepi.
"Tidak perlu berbasa-basi, Hanamura-san!" Ketusnya.
"Apa maksudnya? Apa yang tidak perlu berbasa-basi?" Akane semakin dibuat bingung dengan sikap Shiragiku Noa ini.
"Shuu adalah kekasihku. Mulai saat ini, kamu tidak perlu dekat-dekat lagi kepadanya. Kamu hanya mengganggu!" Jelas Shiragiku Noa menatap tajam Akane.
Berbanding terbalik, Akane nampak kebingungan dengan pernyataan Shiragiku Noa ini.
"Hah? Apa yang kamu katakan? Mengapa aku tidak boleh mendekatinya? Shuu adalah sahabatku dan kami sudah bersama sejak kecil" protesnya.
"Sahabat? Omong kosong! Kau hanya menjadikan kata sahabat sebagai perisai untuk tetap mendekati Shuu, bukan? Persahabatan kalian tidak lebih dari sekedar omong kosong seorang bocah yang terjebak dalam masa lalu. Asal kau tahu saja, aku juga berkata seperti ini demi kebaikan Shuu. Aku tidak mau dia dicap sebagai pria hidung belang meskipun kau yang mendekatinya. Jauhi Shuu dan berhenti mengganggu hubungan kami!" Shiragiku membentak Akane dengan lantangnya.
Netra Akane membelalak tidak percaya, dia kemudian menatap tajam Shiragiku Noa. Tangannya mengepal menahan amarah.
Gadis ini..
"Aku sungguh tidak bisa memahami perkataanmu. Persahabatan kami adalah omong kosong katamu? Mengapa kamu seenaknya berbicara seperti itu?"
"Itu kenyataannya! Pergi dan menjauhlah dari Shuu!" Terdengar penekanan di setiap kalimatnya.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi sekarang. Ka-"
"Kau masih belum mengerti juga? Heh, pantas saja kau selalu menyusahkan Shuu, otakmu saja tidak pernah digunakan" Shiragiku tersenyum remeh pada Akane. "Aku heran mengapa dia mau berteman denganmu. Apa jangan-jangan sebenarnya hanya kamu yang menganggap dia sebagai sahabat? Hm, aku yakin seperti itu! Kamu tidak pantas menjadi teman apalagi sahabat Shuu!"
Gadis ini!
"Terserahmu mau bilang apa, tapi itu tidak akan mengubah fakta jika aku memang temannya. Kami sudah bersama dari kecil. Shuu tidak pernah mengeluh dan tidak pernah mengatakan apapun padaku, jadi mengapa aku harus mendengarkanmu? Kamu memang kekasihnya tapi kamu tidak bisa seenaknya memutuskan hubungan kami seperti ini! Kamu tidak berhak memutuskan apapun tentang kami. Kamu tidak berhak melakukannya!"
Emosi Shiragiku Noa sudah mencapai batasnya. Dia terlihat sangat marah. Netra ruby nya menatap nyalang pemilik surai safir itu.
"Tapi dia kekasihku, dia milikku. K-"
"Milikmu? Kamu bilang Shuu adalah milikmu?" Gumam Akane semakin mengeratkan kepalan tangannya. Dia mengertakan giginya. Nafasnya mulai tidak beraturan.
Gadis ini.. aku benar-benar tidak bisa menyukainya!
"Sudah ku bilang jangan memutuskan seenaknya seperti itu!" Teriak Akane di depan wajah Shiragiku. Emosi Akane juga sudah mencapai puncaknya.
__ADS_1
"Dia bukan milikmu. Dia juga bukan milikku. Dia bahkan bukan milik kedua orang tuanya. Shuu adalah milik Shuu sendiri, kamu tidak berhak memutuskannya begitu saja!"
Akane kembali berteriak di depan Shiragiku. Gadis itu terlihat terkejut. Matanya terbelalak mendengar teriakan Akane.
Sadar dirinya lepas kendali, Akane kemudian menundukan pandangannya. Dia menetralkan nafasnya lalu berbisik,
"Kau tidak berhak memutuskannya!"
Akane kemudian pergi meninggalkan Shiragiku yang masih mematung di tempat. Akane kembali mengepalkan tangannya kuat.
Apa apaan gadis itu? Memutuskan sesuatu dengan seenaknya! Aku sangat tidak menyukainya.
...****...
"Sejak keluar dari sekolah, kamu selalu diam. Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Shuu menatap Akane yang sibuk memperhatikan jalan dihadapannya.
"Tidak ada" jawab Akane tersenyum.
Meskipun Akane tersenyum, netra Shuu menatap pemilik netra safir itu cukup intens. Seperti mencoba untuk menemukan kebenaran dibalik birunya mata Akane.
"Begitukah?"
"Hm, semua baik-baik saja" ucap Akane kembali tersenyum.
...****...
"Shuu, sepertinya prangkomu itu sedang dalam masalah. Kasihan sekali" ujar Manji menghampiri Shuu yang sedang bersiap untuk berlatih.
"Prangko?"
"Akane, Hanamura Akane. Dia selalu menempel kepadamu setiap saat seperti prangko. Tapi sekarang sepertinya dia sedang terkena masalah. Benar-benar kasihan sekali" Senichi memperjelas apa yang dikatakan oleh saudara kembarnya itu.
Tatapan Shuu berubah menjadi dingin. Dengan intonasi yang rendah seperti biasanya dan wajah tenangnya dia berucap,
"Aku bukanlah orang yang percaya pada rumor jadi aku tidak percaya rumor apapun tentang Akane. Aku juga sudah bersamanya sejak kecil, aku tahu bahwa Akane bukan orang yang dikatakan dalam rumor. Rumor-rumor itu sungguh tidak mendasar" jelas Shuu yang bisa didengar oleh seluruh anggota klub Kyudo disana.
Shiragiku Noa yang berada disampingnya hanya menundukan kepala dengan memasang wajah sedihnya.
"Kau keterlaluan Shuu! Apa kamu tidak berpikir bagaimana perasaan Noa saat kamu mengatakan seperti tadi?" Tanya Kitayama Rika, salah satu anggota klub yang juga sahabat Shiragiku Noa.
Shuu menatap gadis Kitayama itu lalu beralih menatap Shiragiku yang menunduk sedih.
"Aku hanya menyampaikan kebenarannya saja" dingin Shuu kepada Rika.
__ADS_1
"Ehh.. apa ini? Apa nama untuk situasi seperti ini ya?" Tanya Senichi pada Manji.
"Cinta segitiga, mungkin?" Jawab Manji bingung.
"Ah benar, itu dia. Akane menyukai Shuu tetapi Shuu malah berpacaran dengan Noa dan Noa cemburu dengan kedekatan Shuu dan Akane" jelas Senichi lagi. Sepertinya tidak perlu Senichi jelaskan juga mereka sudah mengetahuinya.
"Hm.. sepertinya ada yang salah Nii-san. Kurasa Akane tidak menyukai Shuu meskipun mereka sudah bersama sejak kecil" jelas Manji bingung.
"Eh begitukah?"
"Benar. Aku rasa Akane tidak menyukai Shuu."
"Meskipun begitu, tetap saja kekasih Shuu adalah Noa, seharusnya Shuu harus lebih menjaga jarak dengan wanita lain!" Jelas Rika lagi.
"Kenapa kamu malah membentak kami? Shuu ada di depanmu, kenapa kamu tidak membentak Shuu saja?" Protes Manji.
"Itu benar. Kenapa malah membentak kami? Ah ada yang mencari perhatian ternyata" ucap Senichi tersenyum remeh.
"Kalian, hen-"
"Apa sudah selesai membicarakan omong kosongnya? Aku berbicara seperti ini karena aku tahu siapa Akane sebenarnya, lebih banyak dari kalian semua" jelas Shuu memotong pembicaraan Ketua Motomura dengan nada dinginnya. Dia kemudian mengambil busurnya dan bersiap untuk latihan. Aura hitam di sekitar Shuu terasa semakin kuat yang membuat orang di dekatnya merinding.
"Sebaiknya kita juga mulai latihannya" titah Ketua.
"Baik!"
"Tch, padahal aku tidak mencari perhatian. Jika Shuu mendengar apa yang aku ucapkan tadi, dia seharusnya mengerti apa yang harus dia lakukan" Gerutu gadis Kitayama itu kembali.
"Noa," panggil Shuu. "Apa menurutmu Akane adalah pengganggu?"
Shiragiku Noa menatap Shuu dengan terkejut. Dia menggigit bibirnya. Lidahnya kelu untuk menjawab.
Aku tidak boleh salah menjawab atau Shuu akan marah
"Aku tidak suka kebohongan" ucap Shuu dengan wajah datarnya.
"A-ah hm, sejujurnya aku merasa terganggu dengan keberadaannya di dekatmu. Maaf Shuu jangan marah, tapi aku sedikit risih dengannya."
Begitukah..
"Baiklah, kita mulai latihannya" jawab Shuu tanpa ekspresi.
"Kamu tidak marah?"
__ADS_1
"Kenapa aku harus marah? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun" jawab Shuu dengan wajah dan intonasi yang masih sama seperti biasanya, hanya saja dia terlihat lebih serius hari ini.