Tulang Rusuk ADHAM

Tulang Rusuk ADHAM
Kabar duka part 1


__ADS_3

Sinar matahari menembus tirai-tirai jendela kamar Yohanna.Jam di Dinding menunjukkan pukul 7 pagi.Yohanna menggeliat Melepas sisa-sisa lelah yg blm terbuang saat tidur semalam.


"Dawiaaaaa,teriak yohanna.kesal dia akan terlambat masuk kantor."


"Iya nona,terengah-engah menuju kamar yohanna."


"Kenapa tidak membangunkanku,q akan ada rapat pukul 8 apa kau lupa?"


"iya nona saya ingat,Pelayan sudah membangunkan nona dri tadi.Dawai Memberi pembelaan."


"Jadi q yg salah?menunjukkan Wajah tidak Berdosa.


"Saya juga sudah mengatur jadwal kembali Nona,rapat akan dimulai pukul 9 pagi.Jika nona sudah selesai dengan Dramanya silahkan nona pergi bersiap-siap.ledek Dawiah."


"Dasar kau Pecinta Drakor,menendang selimutnya menuju kekamar mandi."


Diyana yg sedari tadi menyiapkan sarapan tertawa mendengar keributan yg diciptakan adiknya pagi ini.


Bagaimana reaksinya jika tahu harus menikah dengan orang yg blm dekenalnya nanti.

__ADS_1


"Kau Mau berangkat?Sapa diyana.Makanlah sarapanmu dulu q membuatkanmu sarapan."


"Iya,Trimakasih kakakqu tersayang,menggigit roti & Meminum segelas susu yg disiapkan diyana."


"Jaga dirimu baik-baik,Jangan lupa makan ya,teriak diyanna."


"iya,teriak yohanna diujung pintu sambil melambaikan tangannya."


"Anak itu manis sekali,sudah berapa lama diya tidak tersenyum seperti ini padaku,gumam Diyana."


Seperti ada yg kurang pagi ini Yohanna sudah berangkat ke kantor hari ini Hanya tinggal Q dan Ayah dirumah.


"Pak Dimana Ayah,apa sudah berangkat kekantor?Tenya Diyana pada pakjo."


"Kenapa pak jo tidak bilang dri tadi,q bisa membuatkan bubur untuk ayah sambil berjalan menuju Dapur belakang."


Begitulah sikap Diyana diya sangat dewasa.kasih sayangnya pada Tuan bram & Yohanna sangat tulus.Hanya terkadang yohanna Mungkin cemburu kasih sayang Ayahnya terbagi,semenjak Tuan bram mengangkat Diyana sebagia Anaknya.


"Ayah, panggil diyana membawakan Semangkuk bubur,Ayah diamana? panggil Diyanna."

__ADS_1


"Pyaaaaar" Terdengar suara Benda jatuh disusul Teriakan Diyanna memanggil Pak jo keatas.


"Ayah ayah bangunlah,sadarlah ayah memegang tangan ayahnya yg Sudah jatuh Dilantai."


"Pak jo pak jo Cepat Teriak Diyana yg melihat Wajah ayahnya semakin pucat,Diyana ketakkutan akan terjadi sesuatu pada ayahnya."


Pak jo dan beberapa pelayan segera membawa Tuan Bram kerumah sakit.sejak perjalanan kerumah sakit Diyana Terus menangis memanggil-manggil nama Ayahnya.


"Ayah ayah bangunlah,jangan tinggalkan Q & yohanna semakin pecah tangis Diyanna."


"Tenangkan Diri anda Nona sebentar lgi Kita sampai dirumah sakit.menenangkan Hati Diyana."


Ruang VIP sudah siap para petugas Medis berkumpul disana memberikan pertolongan pada Tuan bram secepat mungkin.


"Tut tut tut kenapa disaat seperti ini Hpnya tifak aktif,berusaha menghubungi Yohanna & Sekertarisnya."


Dlm ruangan Dr. Bagas terlihat sangat cemas semakin membuat Diyanna ketakutan,Tanpa sadar Tubuhnya Lunglai jatuh Kelantai.


"Nona nona bangunlah, Pak jo Mendudukan kembali Tubuh diyana di kursi,Sekali lagi tenangkan diri Anda Nona,saya sudah mengirim Orang kekantor untuk menjemput Nona yohanna."menegaskan tidak akan terjadi apa-apa pada tuannya."

__ADS_1


Didalam kantor yohanna sedang membaca beberapa Proposal pengajuan untuk Pembangunan.


Greeeeekk,Pintu ruang kerja yohanna dibuka muncullah Dawia dengan cepat memberitahu kabar yg dikirim pak jo.


__ADS_2