
setibanya dirumah Yohana merebahkan diri ditempat tidurnya sedikit melirik jam di tangannya menunjukkan pkl setengah 2 dia bergegas masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri ,dibawah terdengar suara yg tidak asing ditelinga yohana
"yohana dimana kamu nak?"
"ayah" yohana memeluk ayahnya dengan erat"
" ayah lama sekali sih"
"ayah juga bekerja nak ada beberapa urusan yg blm selesai"
saat didekat ayahnya dia berubah menjadi anak kecil yg polos lupa bahwa dia orang yg banyak ditakuti para pelayannya dirumah
"Nak"
"iya ayah" sambil mendongak melihat wajah ayahnya yg tampak sangat lelah"
"Menikahlah Nak ayah sudah tua ayah ingin segera mendapatkan cucu darimu "
"Ayah q blm menginginkan hal semacam itu"
"lalu hal semacam apa yg kamu inginkan Nak?kamu cantik punya jabatan yg bagus banyak pria tampan yg sudah pasti mengantri ingin mendapatkanmu"
"ayah sudahlah,ayah lelah pasti memikirkan ini semuakan"
"hhhhmmm,
yohana melihat ayahnya beranjak keluar pintu dan menengok kearahnya
"yohana putri ayah pikirkanlah nak kamu sudah dewasa saatnya kamu memiliki pendamping"
"iya ayahqu"
tanpa disadari waktu sudah pkl 4 sore
"Wii"dia memanggil Dawia"
"iya Nona,apa nona membutuhkan bantuan saya?"
"Q ingin pergi keluar sebentar ingin pecah rasanya kepalaku hari ini"
"nona mau pergi kemana?"
__ADS_1
"q hanya ingin pergii ketaman"
sesampainya ditaman Yohana duduk di bangku taman banyak lelaki yg secara sengaja mencuri pandang padanya,Dawia datang menghampirinya
"Nona ada apa dengan anda?saya perhatikan anda gelisah semenjak Tuan Bram pulang kerumah"
"ayah menyuruhku menikah"
"apa Nona?"
:"kau tidak dengar atau benar-benar tuli?"
"Maaf nona,mungkin yg dibilang ayah
nonabenar,sebaiknya anda segera menikah"
"Dawiaah" siapa kau beraninya memberikan pendapatmu,dasar sekertaris sialan gumamnya"
Q yohana Wijaya,akan menikah?Q terlalu sempurna untuk dimiliki para Pria diluar sana pikirnya dlm hati
Malampun tiba yohana msh dengan raut mukanya yg gelisah duduk dimeja makan menunggu ayahnya turun
"Wi"yohana memanggil sekertarisnya"
"Dimana ayah?"
"Tuan sedang diruang kerja nona"
"Q akan menyusulnya,suruh pelayan mengantarkan makanan keruang kerja ayah"
"Baik nona"
Terdengar suara alunan musik klasik dri ruang kerjanya
"Ayah"panggilnya
"iya Nak"
"kenapa ayah tidak turun kebawah?"
"Q sudah makan ,Pak jo yg membawakannya kemari"Wi"
__ADS_1
"iya Tuan"
"pergilah keluar & beristirahatlah q hanya ingin mengobrol berdua dengan putriku"
"Maaf Tuan,Saya tidak bisa meninggalkan Nona sebelum nona menyuruhku pergi"
"Astaga hanna, suruh Dawia pergi,dia tidak akan bergerak jika q yg menyuruhnya
"Pergila & Istirahatlah,Q sudah selesai denganmu"
"baik nona"
Tinggalah yohana & ayahnya diruangan itu,jika dilihat yohana tidak mewarisi sikap dari ayahnya yg Pendiam,namun selalu tegas & bijaksana dlm setiap mengambil keputusan
"Hanna"panggil ayahnya
"ya"
"Siapa orangnya nak perkenalkan kepada ayah"
Bagaikan disambar petir,yohana berpikir keras mencerna apa yg coba ditanyakan ayahnya
"siapa apanya yah"
"Calon Suamimu Nak"
"Q blm sempat memikirkannya,apa lagi mengajaknya bertemu ayah" jawabnya ketus
"Baiklah kalau kamu blm sempat memikirkannya atau mencarinya biarkan ayah yg mencarikannya untukmu"
"lihatlah ayah Nak betapa kesepiaanya ayah setelah ibumu pergi"
"jika Saatnya tiba ayah meninggalkanmu setidaknya ayah bisa tenang jika ada yg mendampingimu Hanna"
"ayah sudahlah,ayah juga msih disini disamping Hanna putri ayah, msh ada Dawia juga yg selalu setia disampingku:
yohanna terdiam tidak menjawab apapun kali ini,dia berpikir hanya diam mungkin yg mampu menghentikan ayahnya bicara,ternyata pikirannya itu salah ayahnya tiba-tiba memeluknya
"Hanna berjanjilah,selagi ayah masih ada cepatlah cari Suamimu & bawa dia bertemu ayah"
"untuk kali ini yohana blm bisa,masih bnyak Proyek-proyek penting yg Harus Hanna tangani,jawabnya sambil melepas pelukan ayahnya"
__ADS_1
"kalau begitu biar ayah yg mencarikannya untukmu"
"carikan yg seperti ayah ya jawabnya sekenanya sambil berjalan meninggalkn ruang kerja ayahnya