
Sudah Beberapa Minggu terakhir Hanna mulai menerima Pernikahhannya dengan Adham.Perhatian & Sifat lembut Adham kini sedikit demi sedikit mulai mengikis jarak yg mebatasi dirinya.
Matahari pagi sangat Hangat Menyapu Lembut Semua penduduk bumi.Tak bisa disangka kini setiap Harinya Adham selalu Tidur disamping Yohanna,Menatap wajahnya ,menciummi Rambutnya,Memeluknya tanpa ada rasa takut akan penolakan.
"Apa tidurmu nyenyak?selalu Perhatian yg diya lontarkan."
"Hmm,sangat nyenyak,Beringsut kembali memeluk Adham."
"Bangunlah,beberapa kali menciummi Rambut yohanna."
"Untuk apa bangun sepagi ini,Tidak ada yg q kerjakan disini,Memain-mainkan jarinya di dada Bidang suaminya."
"Kau sedang menggodaku,Baiklah." Tangannya Kembali Memainkan bagian-bagian tubuh sensitif yohanna.Sinar matahari yg mulai memanas tak mengalahkan kobaran Api yg menyala diatas tempat tidur.Mereka melakukannya & Menikmati setiap gerakan .Sepertinya Pagi ini Yohanna Benar-benar membuka hatinya untuk Adham.Hingga mereka selesai dengan urusan mereka.Yohanna kembali Tidur dengan wajah yg tenang.
Hari ini Adham meninggalkan Yohanna yg masih tertidur pulas diranjangnya.
Menuruni Ruangan bawah tanah miliknya.Membuka Lemari tempat dimana dia menyimpan semua kenangan tentang Ibunya.Diambillah satu kotak Kayu yg Didalamnya terdapat Sebuah Kalung berbandul Giok peninggalan ibunya.
__ADS_1
"Lihatlah Bu,Q menemukan orang yg akan memakai kalung ini.Memandang Foto Ibunya.
Dia Yohanna wijaya Gadis kota yg Sangat Angkuh dan selalu menutup dirinya dariku dulu.Kini dia sudah berubah menjelma menjadi Tuan putriqu yg sebenarnya.Wajah Cuek & Sifat angkuhnya kini sedikit demi sedikit mulai terkikis dengan Ketulusan Cintaqu.
Karna hari ini Adham tidak pergi kepeternakan diya Hanya Diam dirumah.Mengingat ingat apa yg sudah ia lakukan pada istrinya.hingga membuatnya kelelahan sampai-sampai istrinya harus menebus Kantuknya sampai Jam makan siang Tiba.
"Bu,Apa yohanna blm keluar untuk makan siang?menanyakan pada bu idha."
"Blm Tuan,Nona masih Tidur dikamarnya,apa nona sakit tuan?Merasa kuatir.
"Tidak Bu,Diya hanya kelelahan,tersenyum tipis mendengar kata-katanya sendiri.
Hari sudah semakin siang.Yohanna terbangun dri tidurnya,Berjalan menuju Kamar mandi Merebahkan Dirinya dlm Bateup menyalakan Shower yg sudah distel dengan mode hangat.
"Hanna."Adham memanggil."
"Ya,q sedang mandi."
__ADS_1
"Apa q boleh ikut.Menggodanya?tidak ada jawaban dri Hanna.
Pintu kamar mandi terbuka.Yohanna keluar hanya Berbalut Handuk.Tidak menyadari bahwa Dari tadi Adham masih menunggunya.
"Tutup matamu sebentar Q ingin Memakai baju.Dengan kedua Lengannya Mendekap handuk dibagian Dadanya."
"Untuk apa?bukankah Q sudah Melihat semuanya.Memberikan pandangan seakan akan dia sudah Hafal dengan bentuk tubuh yohanna."
"Tolong Tutup matamu sebentar,Dengan menurunkan Nada bicaranya."
"Baiklah,jangan lama-lama atau q akan mengintip." membuka Sela jari-jari yg menutupi kedua matanya.
Saat selesai mengenakan pakaiannya Yohanna duduk Didepan Cermin.ini kali pertama yohanna mau merias wajahnya.Dengan lipstik merah muda membuat bibirnya semakin seksi.
"Kau sudah cantik,Mengecuppi rambut Yohanna,entah ada apa dengan rambutnya Adham selalu Mengecuppi Rambut dan keningnya seperti Ritual yg harus dilakukannya setiap hari."
"Q dari lahir memang sudah cantik,Kau saja yg akhir-akhir ini baru menyadarinya.sifat sombongnya muncul kembali."
__ADS_1
"Baiklah Tuan putri Kau menang."
Memeluk mesra Tubuh yohanna yg masih duduk didepan jermin.Terlihat wajah-wajah sepasang anak manusia yg sedang dimabuk kasmaran.