Tulang Rusuk ADHAM

Tulang Rusuk ADHAM
kabar duka part 2


__ADS_3

"Ada apa wi?Terus membaca Berkas dimejanya tanpa menoleh pada Dawia."


"Tuan bram tidak sadarkan diri nona,Nona Diyana dan pak jo membawanya kerumah sakit,Cepat - cepat Dawia memberi tahu Nonanya.


Tanpa berfikir Yohanna berlari menuju Lift yg langsung menghubungkan lantai 1 didalam lift diya terus Menahan tangisnya.


"Bagai mana keadaan ayah Wi,beharap agar tidak terjadi sesuatu dengannya."


"Tuan belum sadarkan diri nona,sedikit ragu meneruskan perkataanya."


"Kenapa Q tidak menemuinya sebelum betangkat tadi,merasa sedih dan bingung memikirkan keaadaan tuan Bram."


pagi ini Jalanan sangat macet Untung Dawia mengemudikan mobilnya dengan tenang terpaksa Harus tancap gas dan salip Kanan kiri agar cepat sampai Rumah sakit.


"Diyana, panggil Dr Bagas.Ayahmu sudah siuman Beliau ingin bertemu denganmu,berjalan membukakan pintu."


"Diyana Putri ayah,suara tuan bram lemah.Jangan menangis Nak ayah akan baik- baik saja,memperhatikan disekeliling Diyana blm ada Putri kesayangannya."


"Ayah mencari Hanna?sudah menebak lebih dulu,Hanna sedang Dlm perjalanan kemari. ayah Istirahatlah yah,Kembali memegang tangan Tuan bram dengan kuat."

__ADS_1


"Nak Jika terjadi sesuatu pada ayah,Tolong jaga Adikmu ya & sayangi diya seperti Kamu menyayangi Ayah. Terdengar suara Tuan bram Semakin Sesak.


"Ayah jangan Tinggalkan q ayah,Q blm sanggup menjaga Hanna Sendirian pinta Diyana.Dokter dokter teriakan Diyana memanggil Dr bagas."


"Suster cepat siapkan Alat pemacu Jantung perintahnya pada suster.Keluarlah sebentar Diy melepaskan Tangan Tuan bram yg sedari tadi digenggam Diyana."


Dari luar terdengar suara Tangisan Diyana Hati yohanna Semakin Hancur takut terjadi sesuatu pada Ayahnya.


"Dimana ayah Diy?dengan wajah paniknya."


Diyana menghampiri Adiknya memeluknya tangis kedua putri Bam itu pecah memenuhi langit-langit Rumah sakit.


Terdengar pintu Ruang VIP terbuka keluar Dr Bagas dengan Muka Frustasinya akan Melihat reaksi kedua putri Bram mengetahui ayahnya Telah meninggal.


"Tuan Bram sudah tidak bisa diselamatkan lgi,menundukkan wajahnya tidak berani menatap wajah Yohanna."


Keduanya lari masuk keruang VIP Terlihat Sosok sang ayah yg seluruh badannya tertutupi selimut rumah sakit.


Hati Yohanna Hancur badannyapun seketika jatuh bersimpuh Tangannya mengepal memukul-mukul Dadanya yg terasa sakit merasakan kehilangan.

__ADS_1


"ayah Kenapa ayah meninggalkanku Isak Yohanna menangis."


Dawia memegang pundak yohanna berusaha membangunkan Nonanya.


"Tenanglah Nona tenangkan Diri anda,mengusap-usap punggung Yohana mencoba menenenangkan Nonanya."


Disudut ruangan Duduk Yohanna sudah Terisak sedari tadi.Dr Bagas menepuk nepuk Pundak Yohana mencoba memberikan ketenangan padanya.


Suasana Dirumah Duka terlihat begitu syahdu,Pekarangan rumah Yohanna dipenuhi dengan Bunga ucapan bela sungkawa dri berbagai Staf dan Kolega - kolega dri Tuan Bram maupun dri Yohana.


Yohana memberanikan diri Berjalan menghampiri Peti jenazah Ayahnya.


"Ayah isak tangis yohana mulai pecah,membuka Penutup wajah ayahnya melihat untuk terakhir kalinya sebelum ayahnya dimakamkan."


"Tenanglah,Diyana memeluk Yohana.kasihan ayah Han,Ikhlaskan kepergian ayah, diyana mulai tenang."


Yohanna Jatuh pingsan dan segera dibawa Kekamarnya,Semua orang panik sudah 1 jam Dia tidak bangun.untung ada Dr bagas disana memeriksa yohanna dengan Hati-hati.


"Dia tidak apa-apa,hanya sedikit syok biarkan dia istirahat dia akan segera pulih."

__ADS_1


"Wi tolong jaga Hanna,Memanggil Dawia yg dri tadi berdiri Diujung ruangan mencemaskan Nonanya.Q dan Dr bagas akan mengantar ayah kepemakaman,imbuh Diyana.


"Baik Nona,berjalan menghampiri nonanya yg masih tertidur."


__ADS_2