
Suasana pemakaman Tuan bram berjalan sangat Hikmat.Diyana berusa lebih tegar Menerima dengan ikhlas kepergian Ayahnya.
Setelah semua pergi Diyana duduk disamping makam ayahnya.
"Ayah semoga ayah diterima disisiNya dan diberikan Tempat yg indah,q akan Berusaha menjaga Hanna kita dengan baik,bisik Diyana,dengan langkah berat meninggalkan Pemakaman."
Dirumah Semua kebingungan, Yohanna yg pingsan dri tadi blum juga siuman.
"Nona,Nona yohana blm siuman apa sebaiknya kita bawa Kerumah sakit saja,terang Dawia."
"Baiklah wi q akan menelfon Dr Bagas."
"Halo Dok q sekarang menuju rumah sakit Yohana dri tadi blm juga siuman."
"Ok q siapkan ruangan untuk Yohana,jaga dirimu sebaik mungkin ya Diy,menyelipkan sedikit perhatiannya.
Segera bawa keruang VIP perintah Dr bagas kepada petugas Medis yg membawa Hanna.
Hampir 1 jam Bagas blm keluar dri ruangan semakin membuat Diyana cemas & bingung.
Semua mata tertuju pada Dokter muda itu segera Dia memberikan penjelasan perihal Yohanna.
__ADS_1
"Adikmu sudah Siuman Diy,kamu boleh melihatnya,Tegarkan Hatimu jangan terlihat Terpuruk dihadapannya,itu akan membuatnya semakin sedih.Pesan Dr Bagas.
Diyana menghela nafas panjang dan berjalan menemui Yohanna.
"Kau sudah siuman Tuan putri,Terlihat senyum yg dibuat-buat Diyana agar tampak tegar dihadapan adiknya."
Yohanna tidak menjawab dia hanya menangis tanpa mengeluarkan suara.Membuat Diyana semakin bingung.
"Hanna Cepatlah Sehat Q tidak Bisa melihatmu seperti ini memegang Tangan yohanna."
"Dia sudah boleh Pulang Nanti,Dr Bagas muncul dri Pintu masuk,Q akan membuatkan Resep untuknya."
Pak jo tiba-tiba datang dan membisikkan sesuatu di telinga Nona Diyana.
"Bagaimana ini pak?yohana masih blm sehat jika Diya kemari besok apa akan baik-baik saja."Menatap adiknya yg masih tertidur di Ranjang tumah sakit.
"Biarkan Diya datang dan melihat Nona lebih dulu Non nanti saya coba jelaskan keadaan saat ini."
Mlm begitu sunyi hanya ada sisa-sisa Rangkaian bunga bela sungkawa dan msih banyak kursi-kursi tamu yg blm di bereskan,kembali membuat Yohanna mengingat Apa yg telah menimpa Ayahnya.
Sejak pulang dri rumah sakit Yohanna tidak bicara ,tidak makan,Tidak melakukan aktifitas apapun hanya duduk diatas tempat tidurnya memeluk foto Tuan bram.
__ADS_1
"Nona makanlah,Nona bisa sakit jika trrus seperti ini,mengambilkan sesuap Nasi mencoba menyupkan pada yohanna."
Pyaaaaaarrrrrr,suara piring yg pecah dan Makanan yg berceceran dimana-mana.
Diyana & Pak jo yg dri tadi membahas kedatangan Adham masuk kekamar mencoba melihat apa yg terjadi.
Ada Dawia disana dibantu pelayan sedang mengambil pecahan-pecahan piring yg berceceran.
"Keluarlah Wi!tinggalkan q berdua dengan Yohanna,dengan Nada sedikit Memerintah.
Hanya tinggal yohanna & Diyana berdua dikamar,diyana mencoba bicara dri Hati kehati agar adiknya bisa Mengikhlaskan kepergian ayahnya.
"Hanna Makanlah Mencoba kembali menyuapi adiknya,yohanna Hanya Diam tidak sedikitpun membuka mulutnya,Diyana yg sedari tadi membujuk Yohanna mulai kehilangan kesabarnnya."
"Hanna! bentak Diyana mengambil Foto Tuan bram dan Meletakkanya kembali dimeja,Sampai kapan akan seperti ini,Cobalah mengikhlaskan Kepergian ayah agar Ayah Tenang disana."
"DIAAAAAAAM,Tak kalah kerasnya suara Yohanna,Kau Gak Tau perasaanqu saat ini Diy."
"Apa yg tidak Q tau? memotong Kata-kata yohanna,Kita sama-sama kehilangan Ayah saat ini q juga merasakan apa yg kamu rasakan Han,Mengusap Air matanya yg tiba-tiba Menetes."
"Kau Tidak tahu yg Q rasakan Memukul Dadanya yg sesak akan kenangan ayahnya,Kau itu bukan Anak kandung Ayah,kau hanya Anak pungut Dan jangan membandingkannya denganqu karna q anak kandungnya!"
__ADS_1
"Plaaaaaaakkkkkk,Tamparan keras mendarat dipipi Yohanna,Q memang Anak Pungut Han tapi q juga punya Harga diri.Berjalan meninggalkan Yohanna dengan Rasa Menyesal telah menampar adiknya."