
Adham Masih sibuk dengan laptopnya.Duduk menyandarkan Diri disofa yg Sejak menikah dengan yohanna beralih fungsi menjadi tempat tidur Adham.
"Q Ingin Kekota besok,q bosan jika hanya berdiam Diri disini,mengalihkan pikiran Adham dri Laptopnya.
"Tidak,kau tidak akan kekota,besok kau akan membantuku Mengurus Sapi-sapi di peternakan & Berkenalan dengan pegawaiku.Kata-katanya membuat yohanna Kesal."
"Kau pikir q apa?kau mengurungku disini,Sejak kecil q hidup dikota Jika tiba-tiba q harus sepertimu itu membuatqu sedih Hidup dilingkungan yg sama sekali tidak q kenal!membuatqu sangat Frustasi,Melempar gelas yg Ada dimeja.
"Q tidak membatasimu untuk melakukan segala hal yg membuatmu senang,Apa kau sadar apa yg kau lakukan disini.Kau sendiri Yg mengurung dirimu.tetap menatap layar Laptopnya berusaha Menyembunyikan wajah marahnya pada yohanna.
"Ceraikan q!.Itu akan membuatku sangat senang,bibirnya bergetar menahan semua rasa yg berkecamuk dlm dadanya."
Adham Menghampiri Yohanna Menginjak semua pecahan gelas yg berserakan dilantai,membuat Kakinya berlumuran darah.
"Kau ingin Bercerai dariku?Tatapan Mata Adham yg lembut kini berubah seperti mata elang yg ingin mencabik-cabik mangsanya."
"Iya,meneriakkanya Pada Adham."
Diletakkannya kedua tangan Adham didinding kamar Membuat Belenggu untuk Yohanna.
__ADS_1
"Jangan Mimpi Q akan menceraikanmu!Sebelum Q Menyentuhmu & Meresapi setiap Incin Tubuhmu.bagaikan Tersambar petir Yohanna tidak menyangka Adham yg begitu lembut akan Mengeluarkan kata-kata yg Merendahkan dirinya."
Pagi Menyapa yohanna bangun dari tidurnya Semua Tirai jendela masih tertutup tanpa ada sedikitpun celah untuk sinar Matahari masuk kedalam.
Kemana Sihalu biasanya Dia sudah sibuk membuka semua tirai dikamar ini. Teringat pertengkaran semalam.
"Nona sudah bangun,Tampak bu idha sedang duduk dan memungutti Semua pecahan gelas Semalam."
"Iya Bu,Kenapa Rumah terlihat sepi bi?."
"Oh Tuan Adham sudah pergi Keperternakan dari tadi pagi.Tidak seperti biasanya Dia terlihat sangat gusar Nona.
"Pak Apa saya bisa membantu?,Menghampiri Pak maman yg sibuk Menanam berbagai Bunga di sekeliling rumah."
"Tidak usah Non Biarkan pak maman saja yg mengerjakan ini."
Tanpa perduli dengan perkataan pak Maman diyana Mengambil Bibit Bunga dan mengamati bagaimana pak mamat menanamnya.
"Apa seperti ini pak?Yohanna memamerkan beberapa Tanaman yg bisa diya tanam."
__ADS_1
"Iya Non sperti itu,senyum simpul terlihat dibibir pak maman,tidak menyangka nonanya bisa melakukan pekerjaan ini,Melihat sifat judes & cueknya selama ini."
"Pak Rumah Siapa yg Diatas Sana?Menunjuk Rumah mungil Diatas Tebing."
"Itu bukan apa-apa Non,bukan rumah,Membuat pak maman gelagapan."
Acara Tanam menanam sudah selesai Yohanna membersihkan diri.Pergi menemui BU Idha yg sedari tadi sibuk Memasak didapur.
"Bu Apa saya boleh membantu?Mengambil Pisau mencoba mengupas Bawang merah yg ada dimeja."
"Boleh Non,Dengan rasa canggung.Nonya yg selama ini hanya berdiam diri dikamar Kini berusaha Keras mengupas Sebutir Bawang."
Semua saling Sibuk dengan Bahan-bahan yg ada dimeja Bu Ida yg dari tadi sibuk mengulek bumbu terkagetkan dengan suara Hanna.
"sssstttttt.Darah mengalir dari ujung jari telunjuk yohanna,Segera Dia menyalakan Keran diwastafel mencuci tangannya yg tidak sengaja ikut terkupas saking asiknya mengupas bawang."
Bu idha Mengambil kotak P3K cepat-cepat diya Merekatkan plaster Ke Tangan yohana agar darahnya cepat berhenti.
"Trimakasih Bi,sambil Tersenyum manis padanya."
__ADS_1
Astaga Cantik sekali anak ini,Pantas saja Tuan Adham mau menikahinya,jika dia Tersenyum seperti ini Siapa yg tidak jatuh hati padanaya.