
Gemuruh tepuk tangan membahana di aula gedung kampus utama. Senyum sumringah dia tampilkan saat namanya disebut, berjalan dengan langkah percaya diri di menaiki panggung untuk menerima penghargaan sebagai salah satu mahasiswi berprestasi.
Ya dialah Hafifahani Merdia, gadis ceria cerdas dan supel. Mahasiswi semester 3 di fakultas pendidikan sebuah kampus islam di kota kecil di Jawa Tengah. Dia ramah pada semua orang yang di kenalnya. Namun sedikit garang jika ada laki-laki yang iseng dan mengganggu.
"Selamat ya pertahankan apa yang sudah kamu raih karena belum tentu semua mahasiswa di sini bisa berada di posisimu. "
Kata ketua Darma Wanita kampus dengan senyum tersungging di bibir manisnya.
"Terima kasih Bu, semoga saya bisa mempertahankannya. "
Sambil menjabat tangan ibu Bahroni.
Selanjutnya Syakila teman seangkatanku tapi beda jurusan yang beliau jabat tangannya karena ia pun menerima penghargaan seperti yang aku terima.
Masih ada dua orang lagi yang namanya di panggil ke atas panggung dengan predikat yang sama dengan kami.
"Alhamdulillah terima kasih ya Allah, semoga ini menjadi salah satu mood boster buatku melangkah ke depan untuk membanggakan orang tua ku" ucapku dalam hati.
Kami berempat berdiri berjajar di atas panggung, disamping kanan diapit ibu Bahroni selaku ketua Dharma Wanita dan disisi kiri ada Ibu Sakdiyah selaku istri Dekan fakultas Pendidikan Bahasa Arab.
Sang fotografer mengarahkan posisi dan gaya formal kami untuk sesi pengambilan foto, "Ya siap, satu dua tiga.. "
Cekrek, cekrek, cekrek
Acungan jempol mas fotografer mengahiri keberdaan kami diatas panggung.
Sambil membungkukkan badan sebagai tanda hormat aku mulai melangkah pergi meninggalkan panggung kehormatan yang akan menjadi kenangan manis untuk ku.
"Terima kasih Pak, Bu, semua ini berkat doa tulus kalian" sekali lagi rasa syukur aku ucapkan dalam hati.
Kami pun kembali duduk rapi di bangku yang kami duduki semula pada barisan kedua.
Setelah sambutan usai acara pun dilanjut dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Bahasa yang membahas tentang wawasan kebangsaan dan tak lupa mengingatkan akan kewajiban kami sebagai mahasiswa.
Dan acara studium general awal tahun ini di akhiri dengan penampilan band kampus yang dipimpin senior kami kak Anibras sebagai pemegang bass.
Dengan penuh euforia di barisan belakang terdengar suara para mahasiswa mereka ikut melantunkan bait lagu yang sedang dikumandangkan oleh vokalis Kak Tari yang cantik dengan suara merdunya. Paras yang cantik dan postur tubuh tinggi semampai menambah menariknya tampilan mereka di panggung siang ini. Kebahagiaan itupun kami rasakan hingga ahir acara selesai.
__ADS_1
Kami semua membubarkan diri dan beranjak dari kursi masing-masing. Aku pun tengak tengok mencari keberadaan teman-temanku. Tiba-tiba dari arah samping aku mendengar namaku dipanggil
"Fa , sini ... " sambil merentangkan tangan sahabatku menyambut
"Waaah selamat ya, ikut senang congrat deh pokoknya.
" Dengan ramah dia berucap "Kamu memang pantas menerimanya. " Lanjutnya dengan senyum tulusnya.
"Terima kasih, ini juga karena doa dan bantuan mu juga yang rela aku ajak berpikir dan belajar bareng" Tukas ku.
"Btw hari ini kamu ada kulaih ga? " tanya Rini
"Ga, masih free emang kenapa?" jawabku
"Ga papa sih nanya aja"
"Eh tunggu,... Kamu lapar ga Fa? makan yuk laper nih" suara ceria Rini terdengar.
"Laper lah kan dari pagi ga sempat makan" ucap ku.
"Ok lah siapa takut" sambil ku perlihatkan barisan gigi putihku menyambut ajakannya.
"Sebagai rasa syukurku kali ini aku yang traktir deh, nih dapat amplop barusan" tawarku.
"Alhamdulillah, nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan? " ucap Rini dengan tertawa dan aku pun tersenyum karena celetukannya.
Suasana agak lengang ketika kami berjalan beriringan keluar gerbang menuju cafe di sebrang kampus tempat biasa kami menghilangkan lapar dan dahaga karena sebagian mahasiswa sudah ada yang mulai perkuliahan siang ini. Hanya beberapa kelompok kecil dari mereka yang nampak berbincang di beberapa sudut gedung, dan sebagian duduk melingkar di bawah pohon beringin yang rindang.
Aku dan Rini memasuki Cafe Sederhana yang terlihat cukup ramai siang ini. Beberapa teman yang aku kenal terlihat melempar senyum dan melambaikan tangan sebagai sapaan.
"Eh Fa , Rin sini gabung" teriakan Zulfa mengajak kami bergabung di mejanya.
"Yah penuh gitu" jawab Rini.
"Sorry ya kita misah" dengan tangan terkatup didada dan senyum menyesal akhirnya kami sengaja mengambil tempat duduk di dekat jendela pojok agar arah pandangan kami leluasa melihat keluar.
Tempat ini tidak terlalu luas tapi cukup nyaman buat kami rehat dan sekedar melepas dahaga ataupun ngobrol santai sambil mengerjakan tugas kampus. Tempat-tempat seperti ini yang sengaja dicari para mahasiswa seperti kami karena fasilitas free wifi tentunya. Disamping harga menu yang ditawarkan tidaklah terlalu mahal untuk ukuran kantong pencari ilmu. Tentu saja itu menjadi alasan utamaku berani stay dan duduk manis di tempat ini. Tak lupa keramahan karyawan juga jadi penentu banyak sedikitnya pengunjung cafe ini.
__ADS_1
"Kamu pesan apa? " tawar Rini sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Mau kemana?" tanyaku, "Udah duduk aja biar mbaknya yang kesini, tuh dia sudah jalan nyamper kita. "
"Maaf mau pesan apa Kak? ini buku menunya, mau ditunggu atau nanti pesannya?" sapa waiter dengan suara lembutnya. "tunggu aja mbak biar ga bolak-balik mbak nya kasihan" timpal ku. "Ga apa-apa Kak itu memang sudah tugas saya" sambil menyodorkan kertas untuk menulis pemesanan.
"Beef fetucini aja, minumnya teh manis hangat. " jawabku.
"Ya elaaah, dari dulu pesannya teh manis hangat mulu, kaya nenek-nenek lo" celetuk Rini sambil menulis pesanan kami.
"Kamu pesan apa?" tanyaku
"Hmm... sama aja deh tapi aku minumnya hot choco milk aja" sahutnya. "ini mbak pesanan kami, ga pakai lama ya mbak " witres itu pun mengangguk sambil menampilkan senyum. "Ada lagi? " tanya mbaknya. "Tidak sementara itu dulu, nanti kalau mau nambah saya panggil lagi Mbak" jawabku. "Baik, saya permisi dulu" pamitnya.
Sejenak aku terdiam, ku ambil nafas kasar sambil kumainkan ponsel yang masih aku pegang.
Rini melihatku dengan tatapan penuh tanya, "Kamu kenapa?" tanya Rini.
"Rin sepertinya aku mau pindah kost, Olif sekarang sudah pindah dari sana, katanya dia mau pulang balik dari rumahnya saja, jadi aku sendirian di kost ga nyaman, ga ada teman ngobrol, sharing, curhat" keluhku
"Kalau mau pulang pergi lumayan menyita waktu kadang sampai rumah tinggal capeknya, belum lagi ada jam pagi banget dan sore, jeda nunggu siang kosong kan bisa tiduran di kost " curhatku.
"Tapi bingung juga mau pindah kemana rata-rata kost yang dekat kampus pasti sudah penuh diawal masuk kuliah"
"Apa kamu yakin mau pindah dari sana? " tanya Rini
"Ya " jawabku
"Sebenarnya sungkan sih, ibu kost ku baik banget, tapi kalau di sana sendiri ga enak juga, sepi" kilahku sambil berpangku tangan
"Gini aja habis ini aku temani kamu coba cari tempat yang kira-kira kamu cocok, gimana? "
"Baik lah, makasih ya "
Pembicaraan kami pun terhenti saat pesanan kami datang , dan aku mulai menikmati hidangan yang aku pesan, beef fetucini lumayan untuk mengganjal perutku yang sedari pagi belum terisi makanan.
Rini pun demikian dengan lahapnya dia menghabiskan menu yang sama denganku bedanya jenis minuman kami, aku suka teh manis hangat, sederhana nikmat namun bisa melegakan tenggorokan dari kekeringan. Sementara dia lebih suka yang manisnya legit seperti choco milk yang sedang dia seruput. Tak banyak pembicaraan selama kami menikmati menu makanan dari Italia ini.
__ADS_1