Ujung Penantian

Ujung Penantian
episode 11 # PUNCAK ACARA


__ADS_3

Sepekan berlalu rutinitas kami jalani dari kuliah dan menyelesaikan tugas kampus sampai tugas keorganisasian tepat waktu. Tinggal menghitung hari pendadaran akan dilaksanakan. Kesibukan terlihat di sana sini ketika tiap kali aku memasuki sekretariat Racana.


Meski tugas inti surat menyurat bagianku telah usai tapi belum akan berakhir jika acara belum terlaksana dan berakhir dengan sukses. Bahu membahu saling membantu dimana yang sedang membutuhkan disitu kita bergerak. Satu hal yang perlu diacungi jempol adalah mereka semua gesit bekerja. Terutama teman teman yang tergabung di satuan khusus, baik dalam hal tali temali jalan long march, maupun sigap mempersiapkan segala sesuatunya. Kebetulan aku tidak termasuk ke team sus ini.


###


Jumat pagi dengan berseragam pramuka yang hampir semua dikenakan oleh mahasiswa baru dengan segala perlengkapan yang sudah mereka persiapkan untuk mengikuti pendadaran racana selama 3 hari 2 malam.


Satu persatu mobil tronton yang disewa dari kodim setempat oleh panitia berbaris memasuki area kampus untuk mengangkut semua peserta dan panitia.


"Fa , semua dokumen surat perijinan dan HVS jangan lupa dibawa ya" Makin mengingatkanku


"Rebes bos... " sambil ku angkat file yang tersimpan di folder kecil yang ada di tanganku.


Mbak Hana dan kak Farida terlihat mulai meniupkan peluit untuk menarik perhatian semua orang dengan isyarat untuk berkumpul di lapangan.


Upacara pembukaan yang dipimpin oleh Bapak Syukur selaku pembina Racana dan ceremonial "pecah kendhi" yang dilakukan bapak Dekan segera dimulai. Terlihat barisan rapi sesuai kelompok masing masing.


"Anak anakku sekalian Bapak hanya akan berpesan tetap jaga perilaku kalian semua selama di lokasi dan acara berlangsung, kalian membawa nama almamater kampus ini di luar sana. Jangan pernah membuat masalah dan sayangi lingkungan dengan tetap bersikap ramah tidak membuang sampah di sembarang tempat. Karena 3 hari ke depan masih musin penghujan jaga diri kalian masing masing dan tetap laksanakan tanggung jawab kalian sesuai instruksi dari panitia. Kiranya tak perlu berlama lama Bapak berbicara, selamat jalan dan tetaplah kompak satu sama lain" wejangan dari pak dekan mengakhiri upacara pelepasan peserta pendadaran racana.


Selanjutnya pemangku adat berjalan dengan nampan berisi kendhi dan air di dalamnya, melangkah mendekati Bapak Dekan.


"Dengan mengucap Bismillahirrohmaanirrohiiim pelepasan peserta pendadaran racana dimulai"


Disamjut iringan tepuk tangan dari kami semua.


"Silahkan untuk kelompok satu, sampai empat silahkan mulai menaiki kendaraan yang sudah disediakan beserta seluruh peelengkapan yang kalian bawa jangan sampai ada yang tertinggal" kak Fitri mulai membagi kendaraan dan kelompok yang menaiki.


"Selanjutnya kelompok empat sampai delapan beserta pelengkapannya silahkan masuk"


"Kendaraan ketiga ini khusus peserta laki laki dari kelompok sembilan sepuluh sebelas dan dua belas silahkan disiapkan untuk segera bersiap, dan truk empat ini khusus panitia dan semua perlengkapan nya."


Bahu membahu kami semua mulai mengangkat barang keperluan panitia dan barang pribadi kami masukkan ke truk yang sudah standby sejak tadi.

__ADS_1


Dari toa terdengar instruksi "Baca doa naik kendaraan" masih suara kak Fitri yang terdengar setelah kami semua siap berada di atas kendaraan.


Kurang lebih satu setengah jam perjalan kami tempuh untuk sampai ke lokasi camping di lereng gunung merbabu, tepat nya di daerah Ampel Boyolali.


Meski cuaca cerah dan matahari terik di atas kepala kami, namun tak terasa panas sedikit pun karena suhu udara di daerah ini cukup dingin. Kondisi ini mendukung kami semua untuk segera melanjutkan aktifitas kami selanjutnya.


"Segera dirikan tenda dan masukkan barang kalian semua, dan untuk yang laki laki kita akan melaksanakan solat Jumat disini" kini suara mas Susilo gantian yang memberi pengarahan.


Semua panitia tidak mendirikan tenda karena ada fasilitas gedung serba guna di pelataran bawah dekat lapangan dan juga tidak jauh dari kamar mandi umum. Sisi kiri ruangan itu ada tiga kamar tidur dengan fasilitas tempat tidur susun dan kasur busa tipis berjumlah tiga yang dikhususkan untuk kami panitia perempuan. Dan disisi kanan ada 2 kamar tidur yang sepertinya dengan fasilitas yang sama untuk panitia laki laki.


Hari pertama aku, Rini, mbak Rofi, mbak Titin dan kak Lutfi bertugas memasak untuk semua panitia. Menu andalan yang praktis berkuah dan mengenyangkan adalah sayur sop dan ayam goreng serta sambel terasi.


Karena keseruan kami selama beraktifitas di dapur, tanpa terasa waktu dhuhur menjelang. Semua peserta dan panitia laki laki berbondong bondong menggelar terpal di lapangan sebagai als solat jumat. Sementara kami yang perempuan menyelesaikan tugas memasak dan menyiapkannya agar setelah solat jumat makanan siap disantap.


Sayup sayup terdengar suara khotib yang berkhutbah karena kami tidak ikut sat jamaah jumat kami saling berbisik "Siapa khotibnya?" Tanya kak Lutfi.


"Kalau dari suaranya sepertinya Kak Rifai" jawab Rini


"Oh.. Pantes calon pak Kyai dia " lanjut kak Lutfi


"Udah mbak, ini" aku serahkan cabe dan tomat untuk di blender sama mbak Rofi.


"Rin, cobain nih nasi dah empuk belum? Takut mletis" mbak Titin menyodorkan centong nasi yang berisi sejumput nasi ke Rini untuk dicoba.


"Hmmm... Sudah uenak mbak... " jawab Rini sambil mengunyah nasinya.


"Kalau sudah kita angkat yuk"


"Siap" sahut Rini.


"Bismillah" Rini dan mbak Titin mengangkat panci dandang berisi nasi yang cukup berat.


Aku mengelap piring dan menyusunnya di atas meja makan di dalam gedung. Piring sendok lauk sambel dan nasi sudah siap disantap, tapi kami harus menunggu kaum adam untuk bisa menikmati sajian yang kami masak barusan.

__ADS_1


"Selesai makan nyupir sendiri sendiri ya, ga ada tukang cuci soalnya" mbak Titin memberi perintah.


"Nyupir apaan?" tanya kak Yani


"Nyuci piring ... , gitu aja ga tau" jawab kak Rohim


"Ogah ah kan ada sie konsumsi" celetuk khumaidi yang biasa dipanggil komandan sama teman teman, "tapi bercanda" lanjutnya sambil tertawa


Saat seperti ini biasanya agak rawan gesekan karena semua orang lelah dengan tugas masing masing. Jadi sering emosi terpancing hanya karena hal kecil seperti candaan yang kadang tidak bisa diterima oleh teman yang agak sensitif karakternya. Tapi disini juga biasanya tal ada jaim jaim an antar sesama panitia. Kecuali yang menyimpan rasa di hati yang orang lain tidak tau.


Usai makan siang dan solat dhuhur peserta berkumpul di pendopo atas untuk pembekalan materi pertama yang diisi kak Syukur selaku pembina tentang sejarah berdirinya racana sampai jam lima sore. Setelahnya acara imasol.


Acara dilanjut setelah Isya dengan game perkenalan sampai jam sembilan malam.


"Pengumuman pemenang game malam ini besok ketika upacara penutupan. Sekarang waktu istirahat jangan ada yang begadang, karena besok pagi sampai malam kita full kegiatan fisik jadi persiapkan tenaga kalian untuk besok" Kini giliran Kan Prihan yang menginfokan.


"Siap kak" kompak semua menjawab bersamaan mereka bubar ke. Balik ke tenda masing masing.


"Hmmh... " Ku putar pinggang ke kiri dan kesamping sesampainya di dalam kamar yang kami tempati.


Sebelum tidur aku bertanya " Siapa yang mau ke kamar mandi? " tujuanku biar ada teman karena audah cukup malam dan agak gelap duar sana.


"Kamu takut ya?" Mbak Umi nyinyir sambil meledekku


"He he... Takut sih enggak cuma kurang nyaman saja kan duar banyak cowok yang masih begadang" jawabku sambil nyengir


"Halah bang aja takut" lanjut mbak Umi


"Ayo aku temani" Sahabat baikku Rini mengerti apa yang aku butuhkan saat ini teman jalan ke kamar mandi aku tertawa dalam hati karena kegirangan mendapat teman.


Ketika kami balik ke kamar ternyata semua sudah memejamkan mata. Aku dan Rini buru buru nyusul merebahkan punggung dan menarik selimut karena kedinginan, padahal sudah dilapisi jaket.


Udara malam ini terasa menusuk dinginnya . Sambil meringkuk mencari kehangatan mata kami pun terlelap hingga alarm jam weker entah punya siapa berbunti tetap dijam 03.00 pagi. Sontak membuatku terbangun dan bersiap membersihkan diri dan mengamb air wudhu untuk qiyamul lail.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Yuk dukung author dengan berkomentar dan memberi like vote dan gift biar author lebih semangat nulis nya 😍😍🙏🙏


__ADS_2