
Seperti biasa ku awali pagi dengan aktifitas ruhani taqarrub pada Sang Pencipta. Lama aku merenung apa sebenarnya yang aku tuju dan aku cari dalam hidup. Aku buka kitab suciku dan mulai aku baca dan ku resapi makna ayat yang aku baca.
"Robby adkhilni mudkhola shidqin wa akhrijny mukhroja shidqin waj'ally min ladunka sulthaanan nashiira"
Yah ayat ini yang diajarkan bu Ambar tokoh agama di tempat asalku yang kebetulan beliau adalah seorang pejabat dan muballighoh. Beliau juga punya paras yang rupawan dengan kesempurnaan kelapangan rejeki yang melimpah. Sayangnya beliau meninggal karena covid belum lama ini.
Menurutnya hanya Allah lah yang bisa memberikan jalan keluar terbaik atas semua masalah yang manusia hadapi, pesan penting yang selalu aku ingat hingga saat ini.
Aku akhiri membaca al-Quran saat kudengar suara adzan subuh. Tak lupa aku biasakan membuka kembali buku referenai mata kuliah yang hari ini akan aku ikuti.
Sampai pagi menjelang ahirnya usai sudah aktifitas ku berkutat di meja belajar ku.
Ku sambar handuk yang tersampir di kursi dan segera ku langkahkan kakiku ke kamar mandi.
##
"Fa... "
Tok..
Tok...
Tok
Terdengar suara pintu diketok dan namaku dipanggil. Segera aku buka pintu dan ternyata Yenny dan Zakiyah sudah berdiri di depan pintu kamar.
"Sudah siap? " tanya Yenny "Kita berangkat bareng saja, sekalian nanti sarapan ya"
Aku mengangguk dan segera ku rapikan kerudung. Dengan mencangklong tas di punggung kami beetiga melangkah keluar meninggalkan kost
Zakiyah dan Yenny berbeda jurusan denganku dia mengambil bahasa Inggris. Tapi ada beberaap mata kuliah yang kami sama sama ambil
"Mau makan apa? " Zakiah memecah kesunyian dengan pertanyaannya. Dia memang agak pendiam.
"Aku sih apa saja yang penting perut kenyang dan bisa membantu menguatkan tulang buat aku beraktifitas" jawab Yenny
"Panjang amat jawabannya" ucapku, "tuh di depan ada nasi pecel mau ga? "
"Boleh boleh kebetulan emang lagi kangen pecel buatan ibuku" antusias Zakiyah menyetujui usulku
"Kalau rasanya beda sama buatan ibumu bagaimana? " sambil nyengir keusilan Yenny mulai ditampakkan
"Ya ga papa yang penting kan pecel" jawab Zakiyah
"Baik lah" Yenny mengacungkan jempol
__ADS_1
Setelah sarapan pecel selesai kami lanjut ke kampus tercinta.
Waktu tepat menunjukkan pukul tujuh lebih lima puluh menit. Segera kami bertiga memasuki ruang kuliah pagi. Saat kami memasuki fuangan disana sudah duduk berjajar Rini, Olif dan Nia. Sengaja aku duduk beejauhan dengan mereka, biar dapat suasana baru dan juga teman baru lagi.
Tanpa terasa waktu berlalu dan dosen pun mengahiri pemaparan materinya. Semua bergegas keluar kelas dan melanjutkan aktifitas masing masing.
Zakiyah dan Yenny langsung menuju KOPMA karena mereka berdua memang aktif di organisasi ini. Itung itung belajar jualan dan peluang membuka usaha baru serta memanage keuangan katanya.
Masih ada satu mata kuliah lagi yang harus ku ikuti. Aku bergabung dengan Olif Wiwi, Sulis dan yang lainnya untuk ganti masuk ke ruang kelas lain dengan dosen pengampu yang berbeda.
"Gimana kabar nenek? " aku bertanya ke Olif
"Alhamdulillah sudah baikan" tak lupa senyum tipis selalu dia tampilkan dengan gerakan bola mata memutar karena memang itu kebiasaan Olif ketika berbicara selain ekspresi mimik muka dan gerakan tangan khas dia.
Sesampainya di kelas ternyata pak dosen baru saja masuk dan sudah bersiap untuk memulai penyampaian materi. Untung beliau ini baik masih mengijinkan kami para mahasiswa masuk kelas.
Mata kuliah Supervisi yang diampu pak Zulfa kali ini membuat kami harus siap sewaktu waktu jika beliau menyuruh kami membuat quiz secara bergantian. Tapi tidak masalah karena metode semacam ini pun bisa membuat kami lebih kreatif dan harus banyak membaca buku sebagai referensi.
Kuliah pun berahir. Aku mengajak Olif menunggu waktu sambil ngobrol di Ruang PKM Racana. Ternyata banyak yang sudah mahasiswa yang duduk di depan PKM. Kami pun bergabung dan membaur membahas banyak hal, kadang mendengar banyolan dari teman teater, stand up dari Muflih atau guyonan dari siapapun yang akan ditimpali yang lain.
##
Waktu pun berlalu dan seperti kesepakatan kami dalam undangan yang sudah dishare di grop WA, kami para pengurus Racana berkumpul di sekretariat Racana. Ruangan yang tidak terlalu luas tapi lumayan bisa menampung belasan orang untuk duduk ngariung dengan alas tikar.
Karena Olif bukan pengurus Racana dia akhirnya pamit ke masjid.
"wa'alaikum salam warahmatullah wabarokaatuh, " serempak kami semua yang hadir menjawab salam dari mas Fitri.
"Kita langsung ke pembagian panitia dan pembagian tugas acara camping pendadaran mahasiswa baru yang tiap tahin rutin kita adakan dan ini merupakan kegiatan wajib untuk seluruh mahasiswa."
"Kali ini tugas sebagai ketua pelaksana saya serahkan kepada pemangku adat sebagai penanggung jawab acara"
"Baik terima kasih kak Fitri atas waktu yang diberikan kepada saya, sekaligus saya ambil alih untuk memimpin jalannya rapat kali ini" sambut kak Prihan
"Sesuai jadwal pelaksanaan pada kalender akademik kampus pendadaran akan di laksanakan Jumat Sabtu Ahad pekan depan." lanjutnya
Sambil menulis di papan white board kak Prihan mulai membagi petugas dari panitia inti seperri sekretaris dan bendahara, sie acara, sie konsumsi, perlengkapan, humas dekdok infokom.
"Fa kamu jadi sekretaris ya sama Makin, sekaligus menghandle keskretariatannya"
"Siap Kak" serempak aku dan Makin menjawab
"Farida, Hana, Yani dan Ipoed sie acara"
"Rini, Lutfiyah, Titin, Yuni, Hamid, Rohman, Yani, Muflih sie konsumsi"
__ADS_1
"Dekdok plus infokom Anif, Santi, Zaki, Riyan"
"Dinda, Nurul, Sholeh, Susilo humas, dan selebihnya yang namanya belum ditulis berarti masuk ke perkap ya"
"Siap," semua kompak menjawab
Sekarang Job description masing masing sie sudah tau ya? "
"Makin dan Ifa usahakan urusan surat menyurat dan perijinan selesai besok jadi Jumat sudah bisa langsung dinaikkan dan disebar oleh humas, jangan lupa surat penyewaan tenda barak ke koramil dan sewa mobil tronton untuk akomodasi peserta"
"In syaa Allah kak" Makin mendahului menjawab
Satu persatu mulai di bahas tentang tugas masing masing dari panitia. Rapat lumayan lama apalagi ketika masuk ke pembahasan rundown acara dr persiapan keberangkatan sampai puncak api unggun dan kesiapan kepulangan semua peserta.
"Usahakan jangan ada yang terlewat, meski itu hal kecil, kesuksesan acara ini tergantung pada kita semua kesiapan kita, tanggung jawab kita, dan keikhlasan kita menjalani semuanya, setuju? "
"Setuju Kak" kami semua mengangguk
"Baiklah sebelum kita tutup, silahkan jika ada usulan masukan keberatan atau apapun yang berkaitan dengan ini utarakan saja"
"Kami dari sie acara mau usul, kalau nanti ada yang dapat tugas mengisi dari panitia saya harapkan tidak ada kata menolak ya" kak Farida menegaskan
"Iya betul, seperti halnya sie acara kami selaku team konsumsi juga akan meminta teman teman tugas memasak untuk panitia secara bergilir jadwal nanti menyusul" kak Lutfiya menambahkan
"Siap siap Kak " gelak tawa mengiringi kekompakan jawaban kami semua.
"Baiklah... Ada lagi yang mau menambahkan?" Tanya kak Prihan
"Tidak Kak"
"Jika sudah tidak ada kita tutup rapat kita kali ini. Sekali lagi saya tegaskan, jelas semua ya? " Sambil mengedarkan pandangan kak Prihan menunggu reaksi kami semua
"Alhamdulillah pembentukan panitia dan job description nya sudah selesai saya kembalikan ke kak Fitri" kak Prihan mengakhiri ucapannya
"Baik teman teman semua sepertinya tidak perlu berpanjang kata lagi saya, karena sudah jelas apa tugas kita, dan mari kita niatkan ikhlas berbuat untuk kebaikan bersama, nama baik Racana dipertaruhkan di event seperti ini." Kak Fitri melanjutkan memimpin rapat, " kerjasama kalian semua sangat kita harapkan, jangan sungkan jika butuh bantuan teman yang lain karena sukses nya acara ini bergantung pada cara kerja kita"
"Sekretaris, semua sudah dicatat ya notulen aman?"
"Aman Kak" jawabku
"Ok, kita tutup pertemuan ini dengan membaca hamdalah, alhamdulillahi robbil 'alamiin, wassalamualaikum warahmatullah wa barokatuh, terima kasih teman teman, selamat bekerja" Kak Fitri menutup sesi rapat
Kami pun membubarkan diri karena waktu juga beranjak sore
👑👑👑👑👑
__ADS_1
Mohon dukungannya agar author semangat nulis lanjut bab berikutnya 🙏🙏 Terima kasih...
To be continue ....