
Kumandang adzan Ashar pun terdengar, sebagian orang yang tadi terlihat beraktifitas di dalam ruangan bergegas ke masjid yang terletak di sebrang PKM.
"Fa mau solat sekarang apa di rumah?" tanya Rini
"Aku solat di rumah saja" jawabku "Ga ada yang mau diobrolin lagi kan? "
"Ga sih... Kan pembagian kepanitiaan masih besok pas rapat" Sahut kak Fatiya
"Rin kamu mau pulang sekarang apa nanti? " gantian aku yang bertanya
"Sekarang lah, tapi mau solat dulu di sini saja"
"Ya dah, aku duluan ga papa ya? " mau nerusin beberes kamar tadi belum selesai" pamit ku
Sambil beranjak berdiri aku angkat tanganku keatas berdada ria ke semua yang masih stay di dalam ruangan.
"Assalamualaikum"
"Hati hati ya" beberapa meneriaki ku
"Eh.. Fa lho kok buri buru? Ga nunggu dulu? Kak Hana bertanya
Aku menghentikan langkah dan berbalik menatap ke dalam ruangan tepatnya ke kaak Hana sambil tersenyum dan menggelengkan kepalaku
" Nunggu diusir maksudnya" tawa lepas terdengar hampir disuarakan oleh semua orang yang ada di dalam ruangan
"Yah... Kirain nunggu apaan kak?" sungut ku
"Dah ah.. Yuk semua " sekali lagi aku berpamitan
Sendiri ayunan langkah kaki ku menuju kost baru. Terik matahari masih terasa panas mengenai kepala meskipun sudah berbalut kerudung diatasnya
Pelan namun pasti langkahku perlahan mendekati rumah yang nampak mungil bercat warna krem dan list coklat tua pada kusen jendela dan pintu.
Nampak sepi dari luar, ada 2 motor diparkir di luar. Halaman nya pun tak luas ada lahan untuk parkir yang muat kira kira 3-4 motor, disisi kiri rumah ada beberapa pot bunga sebagai hiasan agar rumah kecil ini nampak asri.
"Assalamualaikum " kubuka pintu tanpa mengetuk pintu
"Wa'alaikum salam" terdengar jawaban salam dari ruang tamu
Ada dua orang perempuan yang sedang duduk di sana dan dihadapan mereka ada sebuah laptop dan beberapa buku tebal yang terbuka. Sepertinya mereka sedang kerja kelompok.
"Ini yang anak baru? " tanya mbak yang berkerudung biru muda, yang di kamar 4? " lanjutnya
"Iya mbak" jawabku dengan tersipu " maaf belum sempat berkenalan, tadi setelah naruh barang terus kuliah lagi"
"Ya ga papa, kenalin aku Lestari, panggil saja mbak Tari ucapnya sambil mengulurkan tangan mengajakku bersalaman
" Kalau ini mbak Nilam, dia teman seangkatanku tapi dia ga ngekost di sini"
Oh ... Sambil menganggukkan kepala gantian aku mengulurkan tangan ke arah mbak Nilam untuk berkenalan.
"Lagi kerja kelompok mbak ? " tanyaku melepas kecanggungan
"Ya, besok di kumpulinnya"
"Mbak saya ke dalam dulu ya belum solat soalnya"
"oh iya silahkan"
Sambil membungkukkan badan sebagai tanda hormat aku berlalu dari ruang tamu menuju kamarku
Ceklek...ceklek... (suara kunci diputar)
"Bismillahi walajna wa bismillahi khorojna wa 'ala Robbina tawakkalna" doaku dalam hati
Ku taruh tas punggungku di kursi dan segera aku lepas sepatu dan kerudungku. Aku buka tas yang berisi pakaian yang belum sempat aku rapikan ke lemari dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan mengambil air wudhu.
20 menit kemudian aku keluar dan ku tunaikan kewajiban ku sebagai seorang muslim.
__ADS_1
Belum sempat aku melepas mukena yang aku kenakan, terdengar suara pintu diketuk
Tok tok tok
Segera aku buka pintu kamarku, dan terlihat Yenny tersenyum
"Hai Fa, malam ini setelah Isya kita kumpul sebentar ya buat kenalan, belum semua kenal kan sama penghuni di sini?"
"Ya in syaa Allah"
"Oya Fa, kamu kalau mau masak sendiri atau sekedar! bikin mie bisa pakai dapur di belakang ya" terang Yenny
"Ya sudah kalau mau lanjut aktifitas kamu, jangan lupa nanti malam kita kumpul sebentar saja"
"Ya Yen makasih infonya" jawabku sambil mengangguk
Aku tutup kembali pintu kamar dan ku lepas mukena, aku lipat dan aku taruh di sandaran kursi. Aku raih botol minum dan gelas untuk aku tuang air minum.
Glek glek.. Aku minum air putih karena sedari pulang tadi tenggorokanku terasa kering karena belum terbasahi air.
Aku duduk di pinggir kasur sambil ku pegangi gelas tadi. "Masih ada waktu sebelum maghrib menjelang," kataku dalam hati. Aku letakkan gelas di meja belajar yang ada disudut ruangan.
Mulai aku bongkar barang barang ku yang tadi belum sempat aku rapikan, segera aku buka kardus berisi buku dan aku tata buku buku itu di atas meja. Beberapa alat pembersih muka sederhana didalam rak dan aku letakkan di atas meja juga bersebelahan dengan buku.
Beberapa helai baju , handuk juga kerudung aku rapikan di dalam lemari kayu kecil sebelah meja.
"Sudah rapi deh" aku bergumam sambil ku pandangi semua letak benda di kamar ini dengan puas.
Segera aku mencuci tangan di kamar kecil yang jadi satu di dalam kamar.
Tanpa terasa sinar kemerahan yang menembus jendela kamar terlihat pertanda hari menjelang petang. Segera aku tutup jendela dan gordennya.
Aku belum tau di kost ini ada program kegiatan bersama seperti solat jamaah atau tadarus bersama usai solat maghrib atau tidak, karena ini hari pertamaku di sini.
Aku bersiap mengambil air wudhu untuk solat maghrib. Rencana Ku setelah solat aku akan keluar mencari makan malam. Meskipun aku belum paham daerah sini, Setidaknya aku bisa bertanya dimana warung nasi terdekat. Buatku tak masalah makan apa yang penting halal dan bisa mengenyangkan perut.
Bersamaan aku keluar dari kamar mandi sayup sayup terdengar alunan adzan maghrib agak jauh suaranya. Berarti letak masjid atau musholla disini jauh dari kost.
Lumayan satu juz al-Quran berhasil tuntas aku baca kali ini.
Aku berganti pakaian dan aku pakai kerudung yang tadi sudah aku kenakan untuk bersiap keluar mencari makan.
Aku keluar kamar dan kebetulan berpapasan dengan Yenny yang kamarnya berseberangn denganku.
"Mau kemana sudah rapi? Kan kita kumpulnya nanti hanis isya , Fa" ucap Yenny
"Ini mau cari makan dulu perut dah butuh asupan nih, kamu sudah makan? " tanyaku
"Oh kebetulan aku juga lagi mau keluar cari makan ayuk lah kita bareng"
"Alhamdulillah warungnya jauh ga Yen? "
"Ga kok, deket tadi pertigaan sebelum masuk gang sini itu warung makan yang biasa kami beli di situ"
"Di kost ga ada yang suka masak? Apa semua jajan?"
"Ga ada, mereka juga milih yang praktis, tinggal lep... Ga perlu repot " Yenny tertawa sambil menutup mulutnya.
"Benar juga sih, kalau aku memang kurang pandai memasak, Yen... jadi dari awal kost aku ga pernah masak"
Tanpa terasa kami sudah sampai di warung nasi yang disebutkan Yenny. Mataku berkeliling melihat isi etalase kira kira menu apa yang menggugah seleraku malam ini.
"Kamu sama apa Fa? " tanya Yenny
"Sama ikan aja deh plus sambel dan pepes jamur"
Penjualnya gesit langsung mengbungkus pesanan ku dan Yenny. Segera kami bayar dan kembali ke kost untuk menikmati makan malam.
"Yen makan di kamarku aja mau? " tawarku
__ADS_1
"Boleh"
Aku buka pintu dan kami berdua duduk di bawah beralaskan lantai.
"Fa kamu asli mana?"
"Ungaran, kalau kamu? "
"Aku Boyolali"
Sambil menikmati makan malam aku dan Yenny berbincang sekedarnya.
"Di sini yang seangkatan sama kita ada satu lagi Zakiyah, dia satu jurusan denganku, kamu kenal ga? " tanya Yenny
"Kenal sih tapi belum akrab" jawabku
"Alhamdulillah sudah habis, makasih ya Fa aku balik ke kamar dulu"
"Ok"
Yenny beranjak sambil membawa sampah bungkus makan nya keluar
Setelah Yenny keluar kamar aku bergegas ke kamar mandi buat cuci tangan dan ambil air wudhu.
Usai ritual solat aku keluar dan menunggu yang lain kami duduk di ruang tamu, karena kursi tamu tidak mencukupi beberapa diantara kami ada yang duduk di lantai tanpa alas tikar ataupun karpet.
"Sudah kumpul semua ya?" tanya mbak Lestari "kalau sudah kita langsung saja ya" lanjutnya
"Sebelumnya perkenalkan ini adik kita baru gabung di kost ini nama Ifa, semester 3"
"Nah Fa, yang sebelah mbak ini namanya Lulu, sebelahnya lagi Riwayati, yang manis pakai baju kuning itu Saleha dia dari NTT. "
"Lulu sama Saleha semester 5 aku dan Riwayati semester 7"
"Kalau Zakiyah sama Yenny kamu sudah kenal kan? Ga perlu dikenalin lagi ya? " panjang lebar mbak Lestari mengenalkan penghuni kost baruku satu persatu.
"Ya mbak sebenarnya kalau wajah aku ga asing kan suka lihat di kampus hanya belum tau namanya saja. Kalau yang seangkatan in syaa Allah aku sudah kenal mbak"
"Di sini peraturan nya tidak terlalu ketat kok, hanya kalau bisa jangan membawa masuk tamu laki laki apalagi sampai nginep disini, meskipun itu keluarga kita"
"Yang kedua kalau bisa usahakan jika keluar kost malam hari kasih kabar ke teman yang lain dan ada batasan waktu maksimal jam sepuluh malam ya"
Ya meskipun di sini tidak ada peraturan tertulisnya, kita saling menjaga kita anggap semua saudara, karena kita semua jauh dari keluarga kita, saling mendukung dan saling menjaga satu sama lain jangan lupa itu" lanjut mbak Tari
Kami semua menjawab "Ya mbak"
Baru aku tau mbak Lestari ini dikukuhkan sebagai ketua di kost ini, kebetulan mbak Tari juga masih ada hubungan saudara dengan pemilik kost.
"Semua fasilitas yang ada dari rumah ini kita jaga bersama dan bisa dimanfaatkan atau digunakan oleh semua diantara kita tanpa kecuali, termasuk meja kursi dan peralatan dapur yang ada "
"Jadi selamat bergabung Ifa semoga betah ya di kost ini"
"Terima kasih mbak" ucapku, "boleh tanya ga mbak? "
"Silahkan"
"Kalau ada yang melanggar apa ada sanksinya?
" Kamu maunya gimana?" sambil tersenyum mbak Lestari balik bertanya kepadaku
"lho kan saya masih baru mbak, yang berjalan selama ini di sini bagaimana?"
"Ga ada sanksi Fa, tapi kita tau sama tau saja, maksudku jika ada yang sekiranya melanggar ya diingatkan tanpa harus ada yang tersinggung."
"Aku kira cukup ya, sudah jam sembilan silahkan semua beristirahat"
Kami pun membubarkan diri satu persatu masuk ke dalam kamar masing masing.
Tanpa menunggu lama mataku pun terpejam dan hanyut bersama mimpi indah hingga pagi menjelang.
__ADS_1
To be continue....