Utuh Tapi Rapuh

Utuh Tapi Rapuh
Bab 10 = Sepakat


__ADS_3

Orang itu segera menelepon Al lalu Al segera menjawab nya , orang itu berkata "Hati-hati!", "Baik!" Al langsung mematikan ponsel nya lalu membiarkan Starlla berjalan terlebih dahulu dan Al berada dibelakang nya, ia tetap mengawasi Starlla.


Dan benar saja ketika Starlla memasuki kelas ia langsung disiram air oleh Evelyn tetapi pada saat itu juga Al langsung mendorong Starlla dari belakang dan jadilah Al yang terkena siraman air oleh Evelyn, baju Al basah, Evelyn membuka lebar mulutnya lalu melempar ember yang berisi air itu kesembarang arah dan mendekati Al, "OMG AL! Maafin gw ya!!" Lalu mengusap usap baju Al yang basah, "Gausah pegang pegang!" Al berlari menghampiri Starlla yang terjatuh karena didorong oleh Al "Sorry ya, lo ngga kenapa-kenapa kan?" Starlla pun berusaha berdiri "Ngga kenapa-kenapa kok, tapi baju kamu gimana kak?" Mereka berdua menjadi tontonan siswa sekelasnya, "Ngga papa, di mobil masih ada kok baju gw yang lain, gw bisa pake itu" Al mengode kepada Angga dan Levi agar melindungi Starlla ketika ia pergi mengganti baju nya, "yaudah gw pergi dulu ya" Al kemudian pergi meninggalkan kelas.


Starlla baru saja duduk ia sudah didatangi oleh geng nya Evelyn, dibelakang bangku Starlla ada Angga karena ia disuruh oleh Al agar berpindah bangku nya sedangkan Levi duduk disebelah kiri Starlla dan Al disebelah kanan Starlla, Al sudah memberi tahu mereka dan anggotanya jika Kakaknya Starlla itu adalah Reygan. Mereka semua sudah bersepakat akan melindungi Starlla dari apapun, karena keluarga Starlla masih belum bisa memaafkan kejadian yang dulu sedangkan Starlla tidak tahu apa-apa mengenai kakaknya yang telah meninggal itu, dan geng Ferocious masih belum menemukan informasi siapa yang menabur benda tajam dibagian kiri jalan, Dan supaya beban mereka tidak terlalu berat mereka pun berjanji akan melindungi Starlla karena geng Kakaknya yaitu Astheorops sudah lama tidak mendapatkan kabar dan ada bilang mereka bubar akibat tidak ada lagi yang mau menjadi ketua geng tersebut dan tidak akan pernah ada orang yang bisa menggantikan posisi tersebut.


"Lo semakin hari emang semakin ngelunjak ya! Kemarin boncengan sama Al, sekarang berduaan dimobil, emang beneran ***** Lo!" Evelyn menggebrak meja Starlla, Levi berdiri dan menghampiri Evelyn "Bilang aja Lo iri" Levi menaikan satu alisnya "Dih? Lo pada dibayar berapa sih sama si Starlla, sampe-sampe Lo pada mau tuh ngelindungin dia, Gw bisa bayar lebih ke Lo!" Evelyn mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna pink "berapa?", "Najis banget! Kalo pun kita dibayar, Lo pasti ga bakalan bisa bayar! Ga kayak Lo, murah! Uang harian gw aja mampu tuh beli harga diri lo ckck" Levi bersikap dada disamping Starlla sedangkan Angga sedang memperhatikan wajah Starlla karena ia mampu membaca pikiran orang dan mudah mengetahui ekspresi wajah.


"Awas aja Lo *****!" Kemudian Evelyn dan temannya menjauhi bangku Starlla, lalu Levi mengacungkan jari tengahnya ke arah Evelyn "Fu*k!" Levi menyipitkan matanya membuat orang-orang ngeri, karena ia jarang sekali berbicara cool seperti itu.


Ekspresi wajah Starlla masih sangat kebingungan dan Angga yang mengetahuinya pun buka suara "Starlla, Al nyuruh kita buat ngelindungin Lo dari semua bahaya, kita udah janji. Dan kalau Lo tau yang sebenarnya udah pasti Lo ga bakalan bisa maafin kita, ga perlu banyak tanya, suatu saat nanti Lo bakal tau sendiri" Kebingungan Starlla pun telah dibayar oleh ucapan yang Angga berikan, ia menggigit bawah bibirnya lalu mengangguk samar "makasih".


Seseorang datang dari pintu dia adalah Al ia memakai jaket hitam untuk menutupi baju basahnya, lalu berjalan mendekati mejanya, "Starlla ga diapa-apain?" Al menengok ke arah Angga tetapi malah dijawab oleh Levi "Lo tau ga? Masa tadi si menara epel nuduh Starlla ngebayar kita, karena selalu lindungin dia!, Dia pikir kita itu murah hah kita itu limited edition, ya ngga Ta!?" Levi menaiki meja milik Angga lalu menatap Al "Tapi pas kita bilang dia itu murahan, dia langsung kabur Al, emang gw apaan! Dikira Martin gitu!?", Al pun langsung tersenyum dan menggeleng-geleng kan kepalanya "Lebih dari Martin Vi, Lo kayak boti makanya mereka merinding" Al tertawa begitupun Angga, sedangkan Starlla hanya senyum tipis,

__ADS_1


"Ihh, Mas Al jahat banget!" Lagi dan lagi Levi memonyongkan bibirnya,


"Udah ah, gw juga merinding kalo deket-deket sama lo!".


Pintu kelas terbuka dan disana ada guru sejarah masuk ke kelas mereka, Sungguh! Pelajaran sejarah menurut mereka memang mengasyikkan tetapi entah kenapa mata mereka suka refleks terpejam di saat pelajaran berlangsung,


"Pagi anak-anak"


"PAGII PAK!" Para murid langsung duduk kembali ke tempat nya. Pelajaran masih sedang berlangsung dan ada bnyak murid yang mulai menguap dan bahkan ada yang tertidur, Levi berusaha membuka matanya lebar-lebar.


"Ayolah! Kali ini aja gausah tidur" Levi terus-menerus membuka matanya lebar-lebar,


__ADS_1


Sedangkan Starlla ia juga sama mengantuk nya dengan siswa lain, tetapi ia berbeda, ia tetap masih mencatat semua pelajaran yang telah disampaikan oleh gurunya, Al dan Angga juga sama, mereka masih bisa bertahan atas penderitaan ini kemudian Levi menguap dan tertidur di mejanya.


"Faham?" Guru sejarah itu sudah tidak kaget lagi ketika melihat para murid nya sudah tertidur, hanya satu orang yang menjawab "faham pak!" Starlla kemudian memasukkan pulpen dan alat tulisnya kedalam tempat pensil.


"Hadeuhh emang kebiasaan ya! Padahal pelajaran sejarah itu seru kalo udah tau dari mana dan asal muasalnya suatu tempat, baiklah kalau begitu, bapak pamit dulu" Guru sejarah pun pergi dan Starlla memasukan buku-bukunya kedalam tas.


Bel istirahat telah berbunyi,


"Kringgg!"


Semua siswa yang ada dikelas sudah keluar,kecuali Starlla dan geng Al, lalu Al mendekati meja Starlla "Mau ke kantin bareng?" Starlla sebenarnya malu dan ia takut akan semakin di bully oleh teman temannya "Duluan aja kak, aku mau selesain tugas kemarin, ada yang belum selesai hehe" Starlla kemudian mengeluarkan buku pelajaran nya lalu pura-pura mengerjakan tugas, Al menaikan satu alisnya, ia sudah tau jika Starlla hanya berpura-pura karena kemarin sama sekali tidak ada tugas dan ia juga mengerti kalau, Starlla tidak ingin bareng ke kantin karena takut semakin dibully oleh geng Geallow, "Oh, yaudah gw sama temen gw mau kekantin dulu, duluan ya! Hati-hati" Al kemudian mengajak Angga dan Levi untuk pergi ke kantin, mereka pun pergi ke kantin.


Ketika geng Ferocious sudah pergi, dari jauh sana ada seseorang yang memperhatikan Starlla.

__ADS_1


__ADS_2