
Starlla datang dari dapur dengan membawa teh nya, "ini kak, diminum dulu" Starlla duduk didepan kursi yang diduduki oleh Al. Al tersadar dari lamunannya "eh! e.. iya makasih,gw minum ya" Al meminum teh yang dibuat oleh Starlla.
"Pipi Lo masih sakit?" Al masih merasa khawatir dengan keadaannya,"udah mendingan kok kak" Starlla waktu kedapur ia mengompres pipi nya dengan air hangat, "Beneran nih?" "Iyaa kak". Padahal Al ingin mengobatinya tetapi gadis itu menjawab tidak usah karena sudah mendingan.
"Ngomong-ngomong ayah Lo kemana?" Al ingin berterimakasih lagi kepada ayahnya Starlla karena waktu itu ia menyelamatkan nya tapi sayangnya Vino telah meninggal setelah pulang menyelamatkan Al, "Ayah aku... Udah meninggal kak" Starlla tersenyum tetapi hati nya selalu sedih ketika sedang membicarakan ayahnya, Al menurunkan minuman nya dan meletakan minum itu di meja "Eh serius!? Maaf ya Starlla kalo bikin Lo inget lagi" Al tidak tahu kalau ayahnya Starlla sudah meninggal sejak lama dan ia yang mengerti perubahan ekspresi Starlla pun langsung meminta maaf. Pada saat kejadian dirumah Starlla sebelumnya, Al tidak melihat wajah Starlla karena langsung dibawa ke rumah sakit waktu itu.
"Ngga papa kok, aku udah belajar ikhlasin" Starlla tersenyum lalu kucing itu terus mengeong ngeong. "Miaww..miaww!" Kucing itu menaiki tubuh Starlla "e-eh lucu banget!" Kemudian Starlla menggendong kucing itu, Al yang melihatnya merasa gemas "Lo suka kucing juga Starlla?" Ia ingin memberi nama kucing tersebut bersama Starlla, "emm gitu deh, dulu aku pengen pelihara kucing tapi aku engga dibolehin sama bunda aku karena dia punya alergi" Starlla menurunkan kucing itu lalu kucing itu melompat ke pangkuan Al.
"Kalo sekarang? Lo mau ngga ngurus kucing ini sama-sama, kebetulan juga gw suka banget sama kucing tapi sayangnya kucing kesayangan gw mati" Al sebenarnya malu mengatakannya tapi apapun caranya akan ia lakukan agar bisa mendekati Starlla seperti basa basi tentang kucing ini, Starlla mengangguk "boleh aja kak, tapi kita kasih nama dia siapa?" Ia setuju, lagi pun bundanya kan sudah bekerja diluar kota jadi ia jarang pulang ke rumah, kepala Al memikirkan nama nama yang bagus "hm...siapa ya? Gimana kalo Xira aja?" Al menengok Starlla, "wih! Bagus banget tuh, okei aku panggil dia Xira" Starlla mendekati kucing itu dan kucing itu seperti menyukai namanya "miawww miaww" Xira melompat lompat pertanda ia senang, "Kalo gitu gw pulang dulu, jagain Xira , besok gw beliin peralatan sama makanan buat Xira" Al berdiri dari kursinya lalu berjalan mendekati pintu rumah, "Iya kak! Aku bakal jagain, makasih ya" Starlla juga berdiri dari tempatnya lalu melihat kepergian Al yang akan menaiki motor nya, "Hm" hanya itu yang keluar dari mulut Al setelah itu ia memakaikan helm nya dan menjalankan motor nya.
__ADS_1
Rumah Starlla sekarang tidak sunyi lagi karena sudah ada Xira, "haloo Xira! Aku Starlla, aku janji bakal rawat kamu baik baik!" Starlla sangat senang akan kehadiran Xira karena ia akan mempunyai teman, ya walaupun kucing tidak bisa berbicara seperti manusia tapi intinya sekarang ia tidak kesepian lagi.
Dilain tempat, Al mengendarai motor nya dengan laju dan akan menemui teman teman nya di mansion geng Ferocious D'eangle milik mereka.
Motor pun ia parkir kan lalu ia masuk kedalam mansion , ia melihat temannya Angga sedang bermain game dan Levi sedang mengganggunya, "Bisa diem ga sih!? Kalo gw kalah lagi gara-gara Lo, Awas aja! Gw remukin semua tulang lo!"Angga sedang bermain game di hp nya dan selalu berpindah tempat karena Levi selalu mengganggunya tetapi tetap saja Levi selalu mengikuti kemana Angga pergi,"Gw kan cuma mau liat Lo main aja Ta, masa gaboleh?Lo juga mana tega remukin tulang gw",
"Galak amat"
__ADS_1
Obrolan mereka terhenti dan langsung melihat ke arah pintu dan mereka melihat Al yang sedang berjalan ke arah Angga dan Levi.
"ACIEE CIEE MAS AL UDAH PUNYA PAWANGG NIH" Levi langsung mendekati Al dan langsung duduk manis didekat nya, "Mana ada!" Pipi Al merah lalu menunduk dan mengeluarkan hp nya dari dalam saku, "ada kok, yang tadi dibonceng sama lo, kan Lo anti banget tuh deket deket sama cewek" Levi melirik hp Al, dan Al sedang membuka aplikasi Instagram, "Apa sih Lo gausah kepo! Dia bukan siapa-siapa gw" Al menghindarkan hp nya dari pandangan Levi, "gw berani taruhan, kalo Lo sama Starlla jadian, Lo harus traktir gw sepuasnya"
"Traktir doang mah, sekarang juga bisa"
"Oh iya ya Lo kan sumber uang kita, ganti aja jadi... Lo harus bikin gw sama Ghina jadian!"
"Hah!?Jadi Lo suka sama dia, pantesan aja Lo disekolah kalo ada si Ghina langsung ngikutin kayak anak babi?", Ghina adalah anak kepala sekolah dan dia sangat pintar tetapi dibalik itu dia juga murid bandel dan kadang bolos.
__ADS_1
"Iyalah gw suka dia dari lamaaaaaaaaa! Neng Ghina mah geulis pisan! Apaan anj kok anak babikkk, Sialan ah!" Levi pun pura pura marah dan melipat tangannya lalu berjalan ke dapur untuk mencari makanan.
Angga yang sejak tadi membisu pun buka suara, "gua tau Lo suka Starlla, tapi hati-hati Al... Lo masih inget kan?, Al langsung menatap Angga, dia mengerti dengan ucapan nya, "Hm, gw masih inget"