
Hari Kamis pun tiba, Starlla memeluk Stevani yang sedang dirias oleh MUA pernikahan, "eh sayangg, bunda kaget", Starlla kemudian melepaskan pelukannya "hehe maaf bunda, bunda cantik banget!", "Benarkah? Terimakasih Princess kecil" Stevani kemudian menyentuh dan mencubit hidung Starlla.
Acara pun dimulai, yang hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat mereka saja.
Stevani dan Radian mulai mengucapkan janji pernikahan nya dan mengganti marga mereka jadi 'ZEALOTS'. Setelah selesai semuanya, mereka memulai sesi pemotretan bersama keluarga baru nya. Dari jauh sana seseorang memperhatikan Starlla dengan mata sendu, ketika melihat wajah Starlla yang sedikit murung dan sepertinya ia belum rela ayahnya akan digantikan, "hah?serius?" itu suara dari pemilik telpon yang melihat Starlla dari kejauhan.
Pernikahan pun telah selesai dilaksanakan. "Wih yahh! Sekarang aku punya bunda baru lagii!" Ucap Nathalia yang pura-pura bersemangat" Radian pun mengangguk dan menepuk-nepuk halus kepala Nathalia. "ayo masuk" Stevani kemudian mengajak keluarga barunya untuk masuk kerumahnya untuk bisa melihat-lihat lebih detail lagi, dan rencana Nathalia dimulai.
"Bunda, kamar Cia dimana?" Nathalia kemudian berjalan mendekati Stevani, "oh iya, kamar kamu ada disamping kamar Starlla ya" Stevani menunjuk ke arah kamar yang ada disamping kamar Starlla di atas. "Sayang, tolong antar adik kamu dulu ya" Starlla lalu mengangguk dan mengajak Nathalia untuk pergi ke kamarnya, setelah sampai di kamar Nathalia, Nathalia pun mulai mencaci Starlla "haha, cupu banget sih Lo! Bilang ke si Stevani kalo gw dan ayah gw jahat aja, ga berani Lo!" Lalu Nathalia masuk ke kamarnya dan tangan nya ditarik oleh Starlla "Kamu jangan pernah macem-macem ke bunda saya!" Kemudian Nathalia menjatuhkan dirinya sendiri "Tenang aja, gw mau hancurin Lo dulu baru habis itu si Stevani" dan tiba-tiba saja Nathalia berteriak "AYAAHH BUNDA!!" Starlla yang melihat itu merasa kebingungan *'dia ngapain'*, lalu Stevani dan Radian yang mendengar itu langsung bergegas naik keatas menuju kamar Nathalia. Radian yang melihat Nathalia jatuh tersungkur di atas lantai langsung mendekat ke arah Nathalia "Ada apa ini!?", "Kak Starlla dorong dan paksa aku buat masuk kedalam, *hikss*" Nathalia pura-pura memperlihatkan wajah kesakitan nya.
"Apa itu benar, Starlla!?", Starlla pertama kali mendengar Stevani berbicara dengan nada tinggi kepadanya, "Hah? Enggak kok Bun, dia jatuh sendiri!" Starlla kemudian mundur secara perlahan sambil menggelengkan kepalanya, "ENGGA BUNDA! DIA BOHONG!" Nathalia mengeluarkan isakan palsunya, "JAWAB JUJUR NAK!" Stevani mendekati Starlla, "Starlla udah jujur bunda!, Starlla engga apa-apa in Cia..." Starlla paling tidak suka ketika mendengar nada tinggi Stevani apalagi sekarang ini ia sedang difitnah, Lalu saat itu juga Stevani melayangkan tangannya ke Starlla tetapi ia merasa tidak tega, ia pun menurunkan tangan nya lagi, Lalu Nathalia tersenyum miring ke arah Starlla.
Radian tak tinggal diam, ia buka suara "Sudahi semuanya! Starlla, masuk ke kamar kamu nak, dan Cia, saya akan mengobati luka mu lalu Bunda, lakukan apapun yang ingin kamu lakukan dan berhenti membentak Starlla", mereka pun menunduk dan Starlla masuk kekamarnya lalu Stevani turun dari tangga dan masuk ke dapur untuk memasak, dan Radian membawa Nathalia duduk disamping kasurnya lalu menutup pintu, "ih gaseruu! padahal tadi bunda mau nampar wajah si lugu itu!" Nathalia kemudian memanyunkan bibirnya, "Tidak apa, kamu berbakat juga ya" Radian mengelus rambut Nathalia, lalu Nathalia tersenyum "Berbakat gimana yah?" Nathalia memiringkan kepalanya,"kamu berbakat dan cocok jadi pemeran antagonis di Indosiar nak, haha!", "IH AYAHH!".
Starlla diam-diam menempelkan telinganya ke dinding Nathalia dan ia mendengar semua percakapan mereka, ia semakin takut untuk kedepannya "rencana sebenarnya mereka apa sih?", Ia pun berjalan menuju Xira yang yang sedang berguling-guling di kasurnya, "Xira...aku mulai takutt" ia menggendong Xira dan membawa nya ke balkon kamarnya, "miaww...", Mereka berdua pun duduk dikursi balkon sambil mengobrol, walaupun mereka sama-sama saling tidak mengerti apa yang dikatakan nya.
Stevani turun dari tangga lalu berjalan ke dapur untuk memasak, setelah itu ia memanggil keluarga kecilnya untuk berkumpul di meja makan.
Mereka berempat sudah duduk di kursinya masing-masing. Setelah selesai makan malam mereka berkumpul diruang tamu untuk membicarakan tentang pekerjaannya. "Bun, kita besok akan daftarkan Cia ke kesekolahnya Starlla ya?" Radian sudah menentukan pilihan nya, Nathalia akan satu sekolah dengan Starlla agar lebih murah melakukan rencana nya, "Iya yah" Stevani menjawab nya lalu mengelus kepala Cia dan Starlla "Kalian yang akur disekolah okey?, Starlla, sayangi dan jaga adikmu baik-baik, dan Cia hormati kakak mu", mereka berdua mengangguk tetapi hanya Starlla yang tersenyum "baik bunda".
"Starlla, Cia, Bunda dan Ayah ada pekerjaan mendadak diluar kota, jadi tidak apa-apa kan kalau kalian ditinggal kami? Bunda nanti mau sewa asisten dirumah ini, dia akan merawat kalian selama bunda dan ayah berada diluar kota, dia akan kesini besok", "mendadak ya Bun? Baiklah, Starlla tidak apa-apa jika bunda dan ayah pergi ke luar kota, sehat terus ya!" Starlla tersenyum walaupun jika nantinya ia akan semakin di bully oleh Nathalia, lalu kesiapa ia akan mengadu?.
__ADS_1
Hari Jum'at tiba,
< Alvero
âš«
Mau gw jemput?
^^^🟤^^^
^^^Ngga usah kak, aku mau sama orang tuaku dulu kesekolah nya, makasih ya^^^
âš«
Alvero pura-pura tidak tahu jika bundanya Starlla sudah menikah lagi,
^^^🟤^^^
^^^Iya kak, nanti aku jelasin lagi dikelas^^^
âš«
__ADS_1
Ohh oke, hati-hati ya
^^^🟤^^^
^^^Iya kak.^^^
Starlla dan keluarga nya sudah berada didalam mobil, mereka akan pergi dan mendaftarkan Nathalia ke SMA Mahawira Biantara. Dikursi belakang ada Starlla dan Nathalia dan didepan ada Stevani dan Radian, Nathalia menggeser badannya ke arah Starlla dan mendekatkan bibirnya ke telinga Starlla "liat aja, gw bakal rebut semuanya", Radian yang melihat itu dari kaca yang berada didalam mobil pun berdeham "EHKMM", Nathalia pun menjauhkan diri dari Starlla, sementara Stevani tidak melihat kejadian itu. Mereka pun sampai di lokasi lalu mereka turun dan berjalan menuju ruang kepala sekolah, sedangkan Starlla, ia pergi ke kelasnya, baru saja ia masuk ke kelasnya, ia sudah di maki-maki oleh orang-orang yang berada di kelas "Lama banget Lo gamuncul" Evelyn mendekati Starlla dan pura-pura berfikir "Oh iya! Kan bunda tercintanya sekarang sudah jadi ******! HAHA! kawin lagi kan mak lo!? Udah tua jugaa!", Starlla kemudian menampar pipi Evelyn lalu berjalan mendekati kursi nya, sedangkan Evelyn masih dalam posisi nya lalu berlari ke arah Starlla dan menarik tangan nya, "UDAH MULAI BERANI YA LO!" Lalu Evelyn mendorong kuat Starlla.
Pintu kelas terbuka, disana ada Alvero, Angga dan Levi, mereka kaget ketika melihat Starlla tersungkur dilantai, lalu Al berlari mendekati Starlla, "Wih! Ada pahlawan kesiangan nih!" Evelyn menepuk tangannya pelan, "BENER-BENER YA LO!" Angga kemudian menjauhkan Al dari Evelyn, "MAU LO APA HAH!? SELALU GANGGU STARLLA!" Al menaikan nada nya, "Ih kok marah-marah, aku cuma mau kamu" Evelyn mendekati Al tetapi keburu dihadang oleh Levi "Najis banget! Modelan kayak Lo mah si Al juga mana mau! MIMPI!", "Dih! Emangnya Starlla siapanya Al!? modal caper aja bisa buat kalian nurut sama dia! Sekali ****** tetap lah ******!" Evelyn menjauh dari keramaian itu, "Starlla pacar gw", hening seketika dan semua mata melihat kearah Al, termasuk Evelyn "APA LO BILANG!? Pacar? Haha, ternyata selera lo rendah banget ya Al" ia melihat Levi yang ingin mengeluarkan kata-kata nya padahal ia sedang menguap "DIEM LO!" Spontan Levi langsung menutup mulutnya "Gw diem aja salah anjg".
Kerumunan pun bubar, dan hanya tersisa Starlla dan Al dikelas, sedangkan Angga dan Levi sengaja meninggalkan mereka berdua dikelas. Starlla masih dalam posisinya, ia kaget ketika Al bicara bahwa ia adalah pacarnya, "Lo gapapa kan Starlla?", "i-iya kak, ngga papa kok" Starlla kemudian duduk ke kursinya dan Al membawa kursi miliknya kesamping meja Starlla, "Lo... Mau kan jadi pacar gw? Gw janji bakal terus jagain Lo" Saat ini Al sangat ragu dan takut jika Starlla menolaknya, pada saat itu juga Starlla memegang tangan milik Al yang berada di atas meja nya lalu mengangguk dan tersenyum "Aku mau, makasih atas semuanya, ternyata aku dianggap ada oleh dunia kukira aku ini hanyalah alat yang tidak memiliki fungsi sehingga diperlakukan seenaknya oleh orang lain", Hati Al merasa lega mendengar nya "Harusnya aku yang berterima kasih, karena ketika aku melihat bintang di malam hari, aku selalu inget nama kamu dan kamu juga perlahan telah menghilangkan trauma ku" Trauma yang Al maksud adalah siksaan ayah nya, karena setiap kali ia dicambuk, ditampar dan disiksa ini dan itu oleh ayahnya, ia selalu mengingat nama Starlla,karena ia selalu merasa tenang ketika mengingatnya,
"Trauma?" Starlla baru tau jika Al memiliki trauma yang sulit dihilangkan sampai sekarang, "Iya, kamu ngga usah tau dan aku ngga mau kamu merasakannya juga, karena aku tau semuanya tentang keluarga barumu" Al mengelus rambut Starlla, sebenarnya Starlla merasa geli di elus oleh Al, tetapi kelamaan elusan itu terasa seperti penuh kasih sayang, "Kenapa kamu tau kalau aku punya keluarga baru? Dan kenapa juga kamu tau semuanya tentang mereka?" Starlla memiringkan kepalanya dan rambutnya diacak-acak oleh Al, "Udaahh, pokoknya nanti kalau ada apa-apa bilang ke aku okeii?" Al tersenyum diikuti oleh Starlla "Ihh, jangan acakin rambut akuu!" Starlla merapihkan rambutnya, Al hanya tersenyum karena gemas dengan prilaku Starlla, ia pun membantu Starlla merapihkan rambutnya, "Rambutnya aja cantik apalagi orangnya" Al menyentuh ujung hidung Starlla dengan jari telunjuknya.
Pelajaran Matematika telah dimulai dan para murid sudah berada di kursinya masing-masing, mereka paling tidak suka pelajaran yang satu ini, "Baik, Siapa yang bisa menjawab pertanyaan ini" Bu lili menunjuk papan tulis, disana ada banyak pertanyaan MTK dan para siswa sudah pasti tidak akan menjawabnya karena soal tersebut sangat susah, lalu Starlla angkat tangan, "Starlla, maju kedepan", lalu ia pun berjalan mendekati papan tulis dan menulis jawabannya, "sudah Bu" Starlla meletakan spidol nya ke atas meja guru, Bu lili pun mengecek jawaban nya "Jawabannya benar Starlla, ibu kasih nilai tambahan ya, karena tidak ada yang menjawab lagi", Starlla kemudian tersenyum dan Melihat ke arah Al, dan disana Al mengacung kan jempolnya lalu tersenyum, Starlla kemudian berjalan mendekati kursi nya, "kok bisa?" Levi berbisik kepada Starlla dan hanya dijawab senyuman oleh Starlla " Eh Starlla, Lo ngga usah senyum ke gw, kemarin aja gw hampir dikubur hidup-hidup sama si Al gara-gara Lo senyum ke gw" Starlla kemudian melotot dan berbisik lagi kepada Levi "serius?", "Iya neng serius, dasar Al, hubungan belum jelas, cemburu nya udah melampaui batas ckck", Al yang melihat mereka berdua berbisik-bisik pun berdeham dan membuat Starlla dan Levi fokus kembali ke pelajaran masing-masing lalu Starlla melirik dan berbisik kepada Al "maafin" "iyaa, dimaafin".
Kemudian bel istirahat berbunyi.
Para murid telah keluar dari kelasnya begitupun Starlla dan geng Ferocious, pada saat Starlla memasuki kantin, seseorang sengaja menumpahkan minuman nya kepada Starlla "Eh! Maaf ngga sengaja!", Starlla kaget ketika melihat wajah yang ia kenal, Nathalia baru saja akan pergi tetapi keburu dicegat oleh Levi sedangkan Al membantu Starlla bangun, "Oh! Engga SENGAJA ya!?" Levi menaikan nada nya lalu mengambil air yang ada ditangan Nathalia dan menumpahkannya ke baju Nathalia "Ini baru ngga sengaja!", "KETERLALUAN YA LO!" Nathalia mendekati Starlla dan baru saja ia akan menamparnya tetapi tangan Nathalia ditepis oleh Al, "Lo adek nya kan? Harusnya Lo hormati! Bukan kayak gini" Al menyuruh Starlla untuk berdiri dibelakang nya, Nathalia menyilang kan tangan nya "Apa? Adek nya Lo bilang!? Masa gw mau punya Sodara cupu kayak dia, iww, dan kalian juga kenapa mau jagain si cupu?" Nathalia membuat bibir jijik dan pergi bersama lelaki yang dari tadi berada dibelakangnya "Ayo sayang", *'sayang? Cia punya pacar?'* hanya itu yang berada di pikiran Starlla, Kemudian Al memegang kedua pundak Starlla lalu mengusap kepalanya "udah ya, ga usah dipikirin", Starlla pun mengangguk,
"Dingin?" Tanpa mendengar jawaban Starlla, Al langsung memakai kan Jaket miliknya kepada Starlla lalu mereka berdua tersenyum, "Ta, emang gw harus jadi nyamuk dulu ya? Biar bisa jadi pilot?" Levi mendekati Angga lalu memeluknya "GILAK LO! GELI BNGS*T!" Angga berusaha melepaskan pelukan Levi, Starlla tertawa kecil melihat itu dan seperti biasa Al selalu gemas melihat Starlla seperti itu, tanpa ragu ia pun mengelus puncak kepala Starlla.
__ADS_1