
Al, Angga dan Levi pun sudah sampai di kantin, mereka duduk di meja makan para siswa. "Al kenapa Lo ngga ajak Starlla?" Angga bertanya kepada Al karena mereka kan sudah berjanji akan selalu melindungi Starlla,"Untuk saat ini engga dulu Ta, Gw tau dia akan semakin takut dibully kalo dia selalu sama gw, tapi tenang aja, gw udah nyuruh orang buat ngawasin Starlla kok, nanti kalo ada apa-apa dia bakal nelpon gw" Angga mengangguk.
"Vi, Lo pesen makanan gih, gw yang bayar" Levi langsung senyum dan berdiri dari kursinya, "Seriusan!? Lo mau pesen apaan Al", Kemudian Al mengeluarkan dompetnya dari dalam saku lalu mengeluarkan beberapa lembar uang merah dan memberikannya kepada Levi, "Iyalah seriusan! Perasaan emang gw yang traktir Lo tiap hari. Gw samain aja sama Lo, tapi gw persen 2 disetiap makanan nya", "Aww! Cocowit amat, makasih mas Al, pasti buat ayang Starlla" Levi menerima uang Al lalu berlari menuju makanan yang ingin ia pesan dan membayarnya di kasir.
Al menggelengkan kepalanya pelan "ckckck". Angga membuka suara "Siapa orang yang Lo suruh?" Al menengok ke arah Angga "Raditya".
Pesanan Levi pun datang lalu ia menyimpan nya di atas meja "nihh Al" mereka bertiga pun menamakan makanan nya, lalu setelah selesai, Al membawa banyak makanan yang dibeli dari kantin untuk di berikan kepada Starlla.
Mereka pun berjalan menuju kelasnya dan ketika masuk, ia melihat Starlla sedang menggambar, ya! Salah satu hobi nya ialah menggambar. "Lo gambar apaan?" Al mendekati meja Starlla, tapi Starlla langsung menutup buku gambar nya "eh... Bukan apa-apa kok!" Starlla kaget karena ia tidak tahu jika Al dan temannya sudah berada dikelas, wajah Al pun kebingungan dan menaikan satu alis nya lalu ia memberikan makanan yang ia beli dari kantin kepada Starlla "Nih, buat lo", Starlla menerimanya karena merasa tidak enak jika ia menolaknya "Makasih Al...".
Selama 3 Minggu ini, Starlla selalu tidak merasa kesepian, sekarang ada Al dan teman nya yang selalu menghibur nya.
Malam hari tiba dan Starlla sedang rebahan di kasurnya "gabut banget" kemudian ia pun mengeluarkan buku gambar dari dalam tasnya dan menggambar sesuatu didalamnya. Ketika ia sedang fokus menggambar, ponsel nya berdering, ia sangat senang karena yang menelponnya ialah bundanya tapi bukan kabar gembira yang Stevani beri tahu tetapi... "Haloo sayang! Apa kabar?" Stevani memulai pembicaraan mereka "Starlla disini baik Bun, bunda gimana keadaannya?" Starlla selalu menunggu bunda nya menelpon tetapi Stevani selalu sibuk karena pekerjaan nya yang terlalu berat dan menghabiskan banyak waktu, baru kali ini Stevani sempat menelponnya setelah seminggu yang lalu, "Bunda juga sehat sayang, tapi... Bunda mau minta izin sama kamu" Perasaan Starlla sudah mulai bingung, mengapa bundanya meminta izin kepada dirinya, "Emm... Minta izin apa ya bunda?" Stevani sangat ragu mengatakannya tapi ini demi keluarga nya,"Kamu bolehin bunda buat nikah lagi?" Pada saat itu juga jantung Starlla berhenti berdetak, ia masih belum rela Ayahnya akan digantikan dengan yang baru, "Itu hak bunda yang menentukan pilihan, bukan Starlla, karena bunda juga tau apa yang terbaik untuk keluarga kecil kita, selagi keluarga mereka bisa menerima kita dengan baik, Starlla izinin Bun...", Mereka pun berbincang sampai malam untuk membicarakan tentang hal ini. "Baiklah nak, ini sudah larut malam, bunda besok akan minta izin untuk pulang dan menemui kamu, dan membicarakan ini bersama keluarga baru kita nanti, Selamat tidur sayang" Starlla mengangguk "baik bunda..." Firasatnya sudah tidak enak, ia pun memutuskan untuk segera tidur.
'Hari senin'
Jam 5 pagi, Starlla baru saja bangun dari tidurnya untuk membersihkan rumah nya dan menyiapkan ini dan itu, ia kemudian mandi dan sarapan, setelah selesai semuanya Starlla duduk dikursi lalu membuka hp nya, disana ada 1 notif Instagram yaitu, 'Alvero baru saja mengikuti anda. Ketuk untuk melihat.' , Starlla pun berfikir, Dari mana Al mengetahui Instagram miliknya kemudian ia pun membuka aplikasi tersebut lalu masuk satu notif lagi di Instagram nya 'Alvero_ menyukai foto anda.'
, Starlla kemudian membuka akun Instagram milik Alvero dan seperti nya akun itu baru karena pengikut nya masih 0, Starlla pun mengikuti balik Alvero.
Dimansionnya, Alvero sedang senyam senyum sendiri karena melihat 1 foto yang Starlla unggah di Instagramnya, ia tersenyum tipis lalu ia bergumam "Cantik", Levi langsung mendengar ucapan itu "Anjir,k kesambet apaan Lo?" Kemudian Levi mendekat ke tempat duduk Al, "Hah? Apaan" Al pura-pura tidak tahu, "Sumpah gw gasalah denger kan?" Al merasa tadi ada yang berbicara kata 'cantik', "Salah denger kali Lo" Al langsung keluar dari aplikasi nya dan membuka game favorit nya, Kemudian Levi menunjuk ke arah Al "Lo punya pacar ya? Atau adek kakak an atau...LO punya kontak janda?, GASALAH LAGI GW! Lo pasti punya kontak janda ya! Ga bagi-bagi Lo!" Levi terus-menerus berusaha mencari jawaban, "Ngawurr! Ambil makanan gih" Al bisa-bisa kehabisan kesabaran jika selalu dekat-dengan Levi," Okey! Tapi nanti send kontak nya ya Al!" Karena Levi tidak ingin di omeli lagi, ia langsung berlari ke dapur lalu mengambil makanan.
Starlla dirumah sendirian lalu berjalan mendekati Xira dan memberikan nya makan, "Xira...bentar lagi aku punya ayah baru, kira-kira aku bakal bahagia ngga ya kedepannya? Aku...takut, aku belum bisa nge ikhlasin ayah yang dulu,tapi ini hak bunda yang menentukan, semoga saja mereka memperlakukan kita dengan baik ya Xira..." Starlla kemudian menggendong Xira dan memasukkan nya kedalam kandang yang ada didekat pintu kamarnya.
__ADS_1
Ponsel Starlla kemudian berbunyi dan ia melihat nama kontaknya *'Bunda🤍'*, ia kemudian mengangkat nya "halo bunda?", *"Halo sayang, bunda sedang dalam perjalanan menuju rumah, tetapi sepertinya akan sedikit telat karena disini sedang macet"* Stevani pulang ke rumahnya bersama kakaknya yaitu Gracelia, "baiklah bunda, Starlla sudah selesai siap-siap kok, hati-hati dijalan ya Bun", "Iya, makasih nak, yasudah kalau begitu bunda tutup telpon nya dulu ya, dah sayangg" kemudian Stevani mematikan telepon nya, "daah bunda..." Starlla menyimpan ponselnya di atas meja kemudian ia tidak tahu apa yang akan dilakukannya maka dari itu ia hanya duduk dan menonton film sambil menunggu kedatangan bundanya.
Kemudian ia melihat lagi ponselnya karena ada satu notif Instagram,
< ⚫ Alvero_
⚫P
Lo Starlla kan?
...Ia kemudian membalas dm dari Al,...
^^^🟤^^^
⚫
Gpp, Lo udah siap-siap? Nanti gw kerumah Lo
^^^🟤^^^
^^^Em...kayaknya gabisa kak, Aku ngga masuk sekolah dulu^^^
⚫
__ADS_1
Kenapa?
^^^🟤^^^
^^^Ada urusan keluarga kak, hari Kamis kayaknya juga udah selesai^^^
⚫
Oh, kalo gitu gw duluan
^^^🟤^^^
^^^Iya kak, hati-hati^^^
⚫Hm.
Starlla kemudian mematikan ponsel nya, dan pada saat itu suara bel rumah berbunyi, lalu Starlla membuka pintu dan disana ada Stevani, mereka pun saling berpelukan sebagai tanda mereka sangat saling merindukan.
"Ayo bun" Starlla mengajak bunda nya untuk duduk di kursi tamu lalu mengambil air dari dapur dan memberikan nya kepada Stevani, Stevani kemudian meminumnya "makasih sayang", "iya bunda" lalu Starlla duduk disampingnya, "oh iya, gimana keadaan kamu selama gaada bunda?" Stevani membuka pembicaraan, "baik kok Bun" sebenarnya Starlla sangat kesepian berada dirumah sendirian tetapi ia tidak ingin memberitahu kan kepada bunda nya karena tidak ingin Stevani khawatir.
"Kamu sudah setuju kan tentang pernikahan bunda?" Stevani ragu mengatakannya, "iya... Starlla setuju kok, selagi berdampak baik bagi kita" Sebenarnya Starlla masih ragu tetapi bagaimana lagi, jika ia menolaknya maka Stevani sudah pasti sedih, "yasudah, terimakasih ya sayang, semoga mereka bisa menerima dan memperlakukan kita dengan baik, besok keluarga mereka akan kesini", Starlla mengangguk dan bertanya "Bunda, ayah baru Starlla nanti, dia punya anak ngga sebelumnya?" Starlla menanyakan semua tentang keluarga barunya nanti dan Stevani juga selalu menjawab nya, "Dia punya anak perempuan, dia juga baik dan sopan, beda setahun sama kamu loh, dia kelas Ⅺ dan kamu Ⅻ, dia juga akan pindah ke sekolah kamu nantinya, perlakukan dia dengan baik ya nak, dan jika ada sesuatu, kamu langsung berbicara ke bunda.
"Oh..., iya bunda" Starlla sedikit tersinggung, lalu ia pun mengangguk samar.
__ADS_1