Utuh Tapi Rapuh

Utuh Tapi Rapuh
Bab 15 = Mansion


__ADS_3


Mereka berempat sudah berada dalam posisi nya, baru saja Al akan menginjak pedal gas nya, Xira tiba-tiba melompat ke pangkuan Al, Xira seperti anak yang merindukan ayahnya, Al pun membiarkan Xira untuk diam dipangkuan nya, Al lalu melihat kearah Starlla, ia seperti kebingungan dan ragu, "Gapapa, selagi ngga ngeganggu, Xira disini aja dulu", Starlla kemudian mengangguk dan Al mulai menjalankan mobilnya, Levi saat ini merasa bosan lalu ia melihat ke jendela



"BUSET ITU APAAN!".


Mereka memasuki hutan, "Kok kehutan kak?" Saat ini Starlla merasa takut, "Ngga usah takut ya, kita sengaja buat mansion di tengah hutan biar musuh kita ngga tau dan ngga bisa ngelacak kita dari jauh, faham?" Ucap Al sambil menyetir mobil nya, "Musuh?" Starlla masih kebingungan, "Iya, ayah baru kamu dan anak buahnya", Saat itu juga Starlla terdiam *'Apa yang sebenarnya terjadi?'* ucap Starlla dalam hati, Angga melihat wajah Starlla yang masih kebingungan lalu buka suara "Perlahan kamu akan tau semuanya".


Mereka pun sudah sampai dimansionnya lalu Al memarkirkan mobilnya.


__ADS_1


Starlla merasa ketakutan, karena didekat pintu saja sudah ada dua orang berbadan besar yang menjaga pintu belum lagi didalamnya, ia mendekat ke arah Al lalu memeluk tangannya, "Udah ya, ngga usah takut sayang, mereka udah kenal sama kamu kok" ucap Al tersenyum, dan ketika memasuki mansion, Starlla dibuat ketakutan lagi karena semua ruangan tersebut bernuansa hitam.


Al kemudian mengajak Starlla dan temannya untuk pergi ke balkon atas mansion nya untuk mengerjakan tugas kelompok nya, Sedangkan Xira, ia digendong oleh Levi, Xira seperti tidak suka kepada Levi karena Levi terlalu rusuh saat memelihara nya, ia sampai kena beberapa goresan dari kuku Xira, "Kucing Lo galak banget Al!", Levi kemudian memberikan kucing itu kepada Angga, bukannya melawan saat digendong Angga, Xira malah terlihat seperti ketakutan, bagaimana tidak, Angga memiliki otot yang besar dan ia melotot kepada Xira agar diam, Xira pun ketakutan dan langsung diam dipangkuan Angga, "Dih! Gitu amat Lo obat wasir, pake pelet apaan Lo ta!?" Levi menyebut Xira dengan 'obat wasir' ia mengambil kata ujungnya saja.


Mereka berempat pun sudah berada di balkon mansion, lalu Starlla terkejut karena diatas sana ada RADITYA-anak Gracelia sedang duduk sambil merokok, Raditya pun menengok tangga disana ada Starlla dan ketua geng nya, ia tidak kaget akan kehadiran Starlla, karena Al sudah memberi tahu semua anggota Ferocious D'eangle jika Starlla adalah kekasihnya. "Raditya? Kenapa kamu berada disini?" Starlla terlihat kebingungan lalu Al buka suara sambil membawa teman-temannya duduk di kursi "Raditya adalah salah satu anggota Ferocious D'eangle, dia juga termasuk anggota inti, dia sepupu mu kan?" Al bertanya kepada Starlla, "ohh... I-iya kak" Starlla baru tau jika selama ini Raditya selalu jarang pulang dan selalu menghabiskan waktunya disini.


"Gw kerjain bagian yang ini" Al membawa salah satu soal kerja kelompoknya, "Gw ini" Angga membawa soal yang sedikit mudah, dan hanya tersisa dua soal tersulit menurut mereka, Starlla bertanya kepada Levi "Kamu mau ambil ngga?" Starlla tau jika Levi sudah pasti tidak akan mengambil nya, "emm... Gw bantu yang lain aja ya La hehe" Levi tersenyum dan membuat wajah tanpa dosa lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Yaudah, aku ambil dua duanya " Starlla mulai mengerjakan tugas nya sedangkan Al dan Angga sama sekali belum mengisi nya, mereka berdua berbisik-bisik,


"Lo kagak faham ya?" Ucap Al


"Engga...", Starlla mendengar pembicaraan itu walaupun hanya berbisik-bisik.


Starlla kemudian menegakkan kepalanya "Dimana yang ngga faham nya?" Starlla bertanya kepada Al dan Angga, "Kalo gw sih semuanya La" Padahal Levi tidak mengerjakan apapun tetapi ia pura-pura berfikir, Karena tidak ada yang menjawab diantara keduanya, Starlla pun langsung mengajarkan Al, Angga dan Levi untuk bisa menjawab soal-soal tersebut, sekarang mereka mulai faham. "Sudah faham?" Starlla sekarang ini merasa seperti guru yang mengajar murid-muridnya, "Kalo dijelasin sama neng Starlla mah auto faham!" Levi langsung diberi senyuman kematian oleh Al, "Ngerii!" Levi kemudian memeluk Angga, "Lo kalo apa-apa pasti meluk gw! Kenapa sih!?"Angga langsung melepaskan pelukannya, "Kan Lo bilang, Lo ga suka cewek, berarti Lo suka cowok ya?? Jadi... gapapa dong kalo gw deket-deket sama Lo hehe" Angga bangkit dari tempat duduknya begitu pun Levi, Angga langsung mengejar Levi dengan cepat,

__ADS_1



Sementara Starlla dan Al masih di kursinya. Al melihat Mata Starlla mencari sesuatu, "Nyari apa?" Al pun bertanya, "ee.. toilet disebelah mana ya kak?" Starlla sudah tidak kuat menahannya lagi, "Perlu aku antar?" Ucap Al menawarkan, "Ngga usah kak, tunjukin aja hehe", Al pun menunjuk tangannya kearah pintu toilet yang berada di balkon atas mansion nya, "oh, iya kak makasih" Starlla kemudian berdiri lalu meninggalkan ponselnya di meja, Al kemudian melirik ke arah ponsel milik Starlla lalu meminta izin untuk bisa membukanya "Sayang, boleh aku buka hp kamu?", Starlla lalu menjawab, lagian isi ponsel nya itu tidak ada apa-apa, Starlla pun mengizinkan nya "Iya kak boleh", lalu Al mengambil hp milik Starlla "Sandi nya apa?", "Tanggal kita nemuin Xira!" kemudian Starlla berjalan cepat menuju toilet karena sudah tidak tahan, Al berusaha mengingat nya sambil membawa Xira ke pangkuan nya, "Hm... Tanggal berapa ya Xira" Al bertanya kepada Xira dan hanya dibalas dengan eongan, Seketika ia pun sudah mengingatnya lalu mengetikkan beberapa angka yaitu '120224' pada ponselnya "Nah!" Kunci ponsel pun terbuka, Al mulai memainkan ponsel milik Starlla, pertama ia membuka galeri nya, tentu saja jika Starlla tau ia pasti malu karena isinya foto-foto Starlla semua dan banyak aib, "Gak salah pilih cewek, gw" Al terus menerus memuji foto-foto Starlla, ia pun membuka aplikasi WhatsApp lalu menyimpan nomor miliknya di ponsel milik Starlla dengan memberi nama *'Majikan Xira🤍'*, kemudian mengirimkan satu foto Starlla untuknya lalu menghapusnya secara sepihak, ia pun buru-buru keluar dari aplikasi nya karena Starlla sudah keluar dari toilet lalu menemui Al.


Mereka telah mengerjakan semua tugas nya, dan waktu menunjukkan pukul 16:30 dan sebentar lagi langit akan berubah menjadi malam, Starlla sudah memasukan semua peralatan nya ke dalam tasnya, Lalu mereka berempat sudah berada didalam mobil untuk mengantar Starlla pulang kerumahnya, "Starlla kamu gapapa pulang telat?" Al bertanya kepada Starlla didalam mobil karena cemas, "Aku udah izin ke bibi kok" Starlla kemudian mengeluarkan Snack dari dalam tas nya yang ia bawa tadi siang didalam kulkas, Ia menawarkan nya kepada teman-temannya, Sudah pasti yang pertama mengambil nya adalah Levi, "makasih Starlla" Levi kemudian memakan satu persatu makanan yang berada ditangannya, "rakus bngt!" Angga juga menerima beberapa dari Starlla lalu memakannya, sedangkan Al fokus menyetir, ia juga ingin memakannya, "Suapin" Hanya kata itu yang keluar dari mulut Al, Starlla yang langsung mengerti pun mengambil beberapa untuk dimasukkan ke mulut Al, Al pun mengunyahnya "terima kasih, tunggu" Al mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, lalu membuka kamera ponselnya dan tanpa aba-aba ia langsung memotret Starlla, "Ihh kakk!!" Starlla malu jika ia di foto sedang tidak siap, Al pun melihat foto nya lalu memperlihatkan foto itu kepada Starlla "Cantik kok!" Al kemudian fokus kembali kejalan raya,



"Ta, sampe kapan kita jadi nyamuk? Apa gw ganti cita-cita aja ya? Gw mau jadi peri aja deh ngikutin jejak awal kita jadi nyamuk",



Mereka pun telah sampai dikediaman Starlla, "Makasih banget buat hari ini ya!" Starlla kemudian membuka pintu mobilnya, "Sama-sama sayang, anyway Xira nya aku bawa dulu kerumah ya" Mereka sudah janjian, kalau hari ini Xira akan dibawa kerumah Al untuk sementara lalu mengembalikan nya lagi lusa, "Iya kak, jagain Xira ya! babaiii Xiraaaa" Starlla melambaikan tangan kepada Xira dan dibalas oleh Al yang mengangkat tangan kanan milik Xira "baii juga mamii", Starlla kaget, ia diberi nama panggilan 'mami' oleh Al untuk Xira kepada Starlla.

__ADS_1


Starlla sudah berada diruang tamu lalu ia tidak melihat keberadaan Nathalia, ia pun bertanya kepada Bi Mita yang sedang mengelap meja, "Bi, Cia udah pulang?", "Belum non, tapi tadi ada cowok kesini dan bilang ke bibi kalo non Cia lagi ada tugas kelompok juga, sama kayak non Starlla", Starlla mulai panik, ia takut terjadi apa-apa kepada Nathalia "emm.. bentar, cowoknya pake kalung silver ga bi?", "Iya non" Bi Mita mulai merasa khawatir jika akan terjadi sesuatu kepada Nathalia, "Yasudah bi, saya masuk dulu ya, nanti saya akan hubungi teman nya dan menanyakan keberadaan Cia" Starlla kemudian berjalan mendekati pintu kamar nya.


__ADS_2