
Waktu istirahat telah tiba.
Kriingg!
Para siswa dan siswi berhamburan keluar kelas kecuali Starlla ia duduk dikursi belakang nya dan ia mengeluarkan toples makanan yang dibuat oleh bundanya lalu memakannya.
Suara batuk terdengar ditelinga Starlla, ternyata bukan hanya ia yang hanya dikelas tetapi ada satu orang lelaki yang sedang duduk dan bermain game ia bernama ALVERO GENENDRA ALEXAVIOR, lelaki itu menoleh kebelakang dan melihat Starlla yang sedang melihat nya, bisa dibilang eye contact ya. "Ngapain lo liat liat!?" Alvero dengan muka marah tetapi tampang wajah ketampanan nya masih terlihat jelas dan lucu, Starlla langsung menunduk.
Bel pulang telah berdering
__ADS_1
Starlla segera mengemas buku-bukunya dan memasukkan ke dalam tas, ia berjalan ke arah pintu dan kaget nya Starlla, dia didorong dari belakang oleh siswa sekelasnya, "Cupu amat sih lo" perempuan itu langsung pergi saja dan melempar gulungan- gulungan kertas ke arah Starlla,"aduh!" Starlla sudah terbiasa dengan hal ini.
Starlla berdiri dipinggir jalan sambil menunggu ojek yang ia pesan di aplikasi.
Ketika ia sedang melamun, datang motor ninja dengan logo elang, ya! Dia Alvero, "Ngapain lo ngelamun?Mau bunuh diri lo?", Starlla pun tersadar "eh!", "Lo lagi ngapain sih!" Ucap Alvero dengan nada tinggi, "aku lagi nungguin ojek" Starlla merasa takut.
Starlla memasuki pintu rumah dan mencari keberadaan bundanya , "hai bunda!" Starlla melihat Stevani yang sedang memasak di dapur, "eh udah pulang ya?" Stevani tersenyum sambil memasak dan melihat kearah Starlla, "Iya bun! Hhe" ia pun mendekat kearah bunda nya "Wangi banget Bun masakannya pasti enak banget!" Starlla sangat bersemangat ingin segera mencicipi masakan bundanya. "Makasih sayang".
Malam pun tiba dan Starlla memasuki kamar nya dan duduk disamping kasur, seperti biasa ia memakan obat yang telah diberikan oleh bundanya, itu adalah obat untuk penyakit yang ada ditubuh Starlla.
__ADS_1
Entah kenapa tiba-tiba saja ia menangis dan sang bunda yang mendengar isakan tersebut dari luar kamar pun spontan langsung mengetuk pintu "nak, kamu gapapa?" Stevani merasa khawatir, Starlla panik dan langsung menghapus air mata nya.
Stevani pun memasuki kamar Starlla, dan memang benar saja Starlla sedang mengusap jejak air matanya, "Kamu kenapa nak? Kalo ada apa apa bilang sama bunda sayang", "Engga papa kok Bun, aku...cuma keinget ayah aja" Starlla mengucapkan nya dengan ragu, dan Stevani yang mengerti perasaan anaknya pun langsung mendekat dan memeluk Starlla "Sayang, manusia itu ada saatnya datang dan ada saatnya juga pergi, begitupun ayah, kamu ikhlasin ya princess",Starlla sejak secil selalu dipanggil dengan sebutan 'princess' oleh ayah nya ia sangat merindukan sosok itu, lalu dia pun mengangguk "Iya bunda, Starlla udah mulai ikhlasin kok", Stevani pun tersenyum walau hatinya sangatlah rapuh melihat anaknya seperti ini.
Pagi pun tiba dan ini hari Minggu jadi sekolah libur, Starlla membantu membersihkan rumah bersama bunda nya. "Sayang, kamu izinin bunda buat kerja diluar kota engga?" Stevani merasa ragu mengucapkan nya karena ia tidak ingin meninggalkan anaknya sendirian dirumah, tetapi uang yang disimpan oleh Stevani tidak akan selamanya utuh jadi ia memutuskan untuk bekerja diluar kota di perusahaan kakaknya GRACELIA ANATASYA ZEALOTS , "Selagi halal, Starlla gapapa bunda, emang nya bunda mau kerja dimana Bun?"Starlla sebenarnya tidak ingin ditinggalkan oleh ibunya, tetapi bagaimana lagi ini masalah keuangan, "Bunda kerja di perusahaan kakak bunda, nak", "oh, em…mulai kapan Bun?"Starlla masih belum rela ditinggalkan oleh ibunya," besok bunda akan dijemput sama tante Lia".
__ADS_1