Utuh Tapi Rapuh

Utuh Tapi Rapuh
Bab 6 = Mengalir


__ADS_3


Flashback



Al, Angga dan Levi sedang berkumpul dirumah nya Al. "Al, mami Lo bikin makanan ga?" Mata Levi mencari cari makanan tetapi tidak ketemu, "Lo kesini cuma mau nyari makan doang ya?kalo gitu mah gw ga bakalan mau di ajak Lo, malu-maluin" Angga pun mengeluarkan sebatang rokok dari sakunya lalu menyalakan nya dan menghisapnya, "Ah Lo mah, iya iya maapin ya Al" Levi memonyongkan bibirnya dan menundukkan kepalanya lalu menatap Al, "iya dimaapin, Geli gw, gausah kayak gitu, ambil aja tuh makanan yang ada di dapur" Sekujur tubuh Al dibuat merinding dengan kelakuan si bocah luknut Levi.


"Al, gw mau balapan dulu, lumayan nih hadiah nya" Angga berdiri dari tempat duduknya lalu mengisap lagi rokoknya, "Gw aja Ya, gw pasti bakal dapetin hadiah nya, nanti uangnya kita beliin barang-barang buat dikasih ke anak-anak panti asuhan kita, setuju?", "Gw setuju!" Angga menepuk pundak Al "Semangat!", Al berdiri begitupun Levi yang datang dari dapur sambil membawa toples makanan dan lari terbirit-birit menghadapi Al dan Angga.


"Eh ini mau kemana? Kok ngga ngajak gw!?" Wajah Levi sangat panik karena Al dan Angga sudah siap akan menaiki motor nya masing masing, "Heh ya! Lo tuh ga di ajak, males gw bawa bawa lu" Angga juga memang agak ceplas ceplos tetapi mereka sudah saling mengerti bahwa ucapan Angga yang seperti itu hanyalah candaan semata.


"Ihh Abang jahat! Aku tuh cinta ber-".


"Syutttt" Al menutup mulut Levi dengan jari tengahnya.


"Cepetan siap-siap, kita mau pergi ke tempat balapan yang biasa", Angga sudah yakin bahwa Al sudah pasti menang karena ia dijuluki raja jalanan.


Levi sudah bersiap-siap dan menaiki motor nya.


Mereka bertiga pun membelah jalanan dan mengendarai motor nya sangat laju tetapi tetap memperhatikan jalan.


Mereka sudah sampai di tempat balapan, dan lawan balapan nya ialah Reygan. Reygan adalah ketua dari geng ASTHEOROPS D'MASSIVE, ia juga sama jago nya dalam berkendara seperti Al.


Al sudah bersiap ditempatnya, dan disebelah kirinya ada Reygan dengan menggunakan motor berwarna merah sedangkan Al berwarna hitam pekat.


Teriakan dari penonton menjadi tanda balapan sudah dimulai.


Mereka berdua sama-sama menderum derumkan motornya.


*Brumm!*

__ADS_1


*Bruumm brum!!*


Berdera pun dikibarkan yang artinya pertandingan telah dimulai,Mereka sama-sama saling mendahului untuk menjadi posisi pertama.


Reygan maju terlebih dahulu dan diikuti oleh Al dibelakang nya, kemudian motor Al menyalip dan mendahului Reygan pada saat itu pula ban motor milik Reygan meledak.


*Duarr!*


Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang diikuti tak terkendali nya laju motor itu. Ban motor Reygan pecah saat mengenai benda tajam, kemudian Al yang menengok kebelakang untuk memastikan tidak terjadi apa-apa pun berhenti dan memarkirkan motornya lalu berjalan mendekati Reygan.


Kondisi Reygan sangat mengenaskan, jantungnya berpacu cepat, keringat dingin membasahi pelipisnya.


*"ARGHHH"* teriak Reygan kesakitan.


Darah memenuhi jalanan, tubuh, kepala, semuanya bersimbah darah. Pandangannya semakin mengabur. Kesakitan itu sangat menyiksanya.


Kemudian matanya tertutup sempurna, semuanya gelap.


"Tumben banget Al telat" Levi menengok ke arah Angga. Kemudian Angga mengeluarkan hp nya dari saku nya karena berdering.


Suara cool Al langsung terdengar di telinga Angga.


*"Ta, cepetan kesini, bantuin gw!! Keadaan Reygan darurat!"*. Angga yang mendengar hal itu pun langsung menaiki motor nya dan memakai kan helmnya.


"Ehh! Lo mau kemana? Gw ikut!" Levi langsung memakaikan jaket nya.


Angga menghiraukan ucapan Levi dan langsung tancap gas menuju lokasi yang dikirimkan oleh Al.


Setelah sampai di lokasi, Angga langsung dikagetkan oleh aliran darah yang keluar dari tubuh Reygan, "Dia kenapa Al!?".


"Gw juga gatau!". Angga langsung memegang detak nadi Reygan. "Al... Lo lakuin apa ke dia?" Angga menyorot tajam ke arah Al.

__ADS_1


"Kenapa Ta? Gw ngga lakuin apa apa ke dia!"


"Serius Lo? Dia... meninggal Al! Dan bisa-bisa Lo bakal dituduh jadi pelakunya!" Ekspresi Angga mulai panik begitupun Al. "Hah!? Gw ngga lakuin apapun ke dia! Gw main adil Ta!" Perasaan Al sudah campur aduk ia memikirkan apa yang akan terjadi setelahnya.


Mereka pun memanggil ambulans dan langsung memanggil geng ASTHEOROPS D'MASSIVE ke lokasi untuk menghubungi keluarga Reygan.


"BANG**T!! LO APAIN SI REYGAN HAH!?" salah satu teman Reygan maju mendekati Al dan langsung memegang kerah baju milik Al lalu menendang Al sampai tersungkur di jalan. "Udah! Bawa ketua Lo pada kerumahnya nanti gw nyusul dan minta penjelasan langsung dari Al! Angga membubarkan kerumunan orang disana.


Begitu geng Reygan masuk kerumahnya, Stevani langsung dikejutkan dengan keadaan Reygan, "ASTAGA YA TUHAN! APA YANG TERJADI!??" Stevani langsung memberi jalan agar teman temannya membawa Reygan masuk kedalam rumah, ia membekap mulutnya lalu mendekati Reygan yang dibaringkan di kursi. Mereka semua membisu, dan disaat keheningan itu pula dua orang lelaki masuk kedalam rumah.


"Dia kecelakaan Bu, mohon maaf dari saya dan semuanya...Reygan tewas ditempat" Al langsung mendekat ke arah Stevani, lalu Stevani yang sedang dilanda amarah pun menangis dan langsung menampar Al dengan kencang, bagaimana tidak, Anak pertamanya tewas ketika sedang berbalapan dengan Al jadilah Al yang dituduh. Al menunduk "maafkan saya bu, tetapi bukan saya pelakunya" Al lalu menegakkan kepalanya, pipinya memerah karena terkena tamparan oleh Stevani.


Seseorang dari lantai dua berlari ke bawah dan ketika sudah sampai dibawah ia melotot lalu menangis dan menutup mulut "KAKAK!!" Starlla berlari ke arah bundanya "Bunda.. apa yang terjadi!?" Air mata terus mengalir dari mata Starlla "Reygan meninggal nak..." Air mata Stevani juga terus mengalir.


Beberapa saat kemudian Starlla terjatuh dan menutup rapat matanya, ia pingsan karena syok dengan banyaknya darah yang masih mengalir dari tubuh kakaknya. "SAYANGG!" Stevani mendekati Starlla ia mengguncangkan tumbuh Starlla lalu menelpon suaminya yang masih ada dirumah sakit. *"Sayang! Kamu cepat pulang kerumah!!"* Suara tangisan Stevani mengguncangkan hati Vino dan ia buru-buru langsung menaiki mobilnya untuk pergi kerumahnya.


Setelah sampai di pintu rumah,Vino sangat terkejut melihat kedua anaknya menutup mata dan paniknya lagi ia melihat banyak darah ditubuh Reygan, "Sayang... Reygan, anak kita meninggal" Stevani mengeluarkan air mata nya lagi, "APA! Gamungkin sayang gamungkin!" Vino buru buru mengambil peralatan medisnya untuk mengecek kondisi Reygan dan berlari ke arah Reygan, begitu ia mengecek kondisi Reygan, ternyata benar, Kondisi Reygan yang seperti ini tidak mungkin membuat dirinya bangun kembali, Vino menundukkan kepalanya dan meneteskan air mata.


"Benar Bun... Anak kita Reygan meninggal... Lalu bagaimana dengan Starlla, dia kenapa sayang!?" Tanpa mendengar ucapan Stevani, ia langsung mendekat ke arah Starlla, "DIA PINGSAN MELIHAT KONDISI REYGAN, BAWA DIA KE RUMAH SAKIT SAYA!!", "Baik!" Anggota geng Astheorops langsung menggotong Starlla naik ke mobil dan mengantarkan nya ke rumah sakit.


Di rumah Stevani sangat hening, hanya berisi tangisan, Stevani memeluk Vino yang masih terisak-isak "bunda.. udah ya, kita ikhlasin sayang..." Vino menepuk-nepuk punggung Stevani berusaha menguatkannya.


Di rumah itu tidak hanya ada jasad Reygan, Stevani dan Vino saja tetapi ada Al dan Angga disana yang sama-sama sedang terisak, Stevani menunjuk kearah Al "Dia sayang! Dia pelakunya..!" Vino pun melihat ke arah Al "Apa benar kamu pelakunya!?" Vino mendekat ke arah Al lalu karena tersulut emosi ia juga menampar Al dengan kencang dan keras. "SUDAH PAK! dia bukan pelaku nya! Kalaupun kita pelakunya kita akan mengakuinya tetapi ini memang bukan kesalahan kami" Angga memegang tangan Vino yang akan menampar Al lagi. "Baiklah! Coba kalian nanti buktikan kalau kalian memang bukan pelakunya!" Vino melepaskan tangan nya dari genggaman Angga, "Akan kami usahakan! Kalau begitu kami pamit pak, kami sangat berduka cita atas meninggalnya anak ibu dan bapak, semoga kalian diberi kesabaran dan bisa mengikhlaskan nya, terima kasih" Al dan Angga keluar rumah lalu menaiki motornya masing-masing.


Pagi pun tiba dan Keluarga Vino dan anggota Astheorops telah selesai menguburkan jenazah Reygan dan telah berdoa. "Yang sabar ya sayang, kita masih mempunyai harapan untuk anak kita yang satu nya lagi yaitu Starlla ia pasti akan baik-baik saja, nanti kita akan menjenguknya, Stevani mengangguk dan memeluk suaminya "Ayo kita jenguk Starlla, yah!".


"Sayangnya bunda sama Ayah, kami pergi dulu ya, semoga kamu tenang dialam sana... Kami selalu menyayangimu" mereka berdua mencium batu nisan Reygan dan pergi menuju mobilnya, mereka akan menjenguk Starlla dirumah sakit. Mereka pun sudah tiba di ruangan dimana Starlla di baringkan. Vino dan Stevani dibuat kaget lagi karena mendengar dua kata yang keluar dari mulut Starlla "Kalian siapa?", Sontak Stevani melirik kearah Vino, lalu Vino berlari kearah Starlla yang masih kebingungan "Sayang...?" Vano semakin panik karena Starlla seperti tidak ingat wajah kedua orangtuanya, "KALIAN SIAPA!? KENAPA AKU NGGA INGAT APA APA! arghh pusing" Starlla memegang kepalanya lalu Orang tuanya memanggil suster yang merawatnya " Nak! Kami orang tua mu!" Vino semakin dibuat panik dan pada saat itu juga Stevani meneteskan air mata nya karena takut terjadi apa-apa yang akan menimpa anaknya.


Perawat Starlla pun datang dan menjelaskan kondisi Starlla "Kepala beliau terbentur ketika pingsan dan pada saat itu juga ia kehilangan ingatannya, ia menderita Amnesia, mohon bersabar pak Bu..." Perawat itu pun keluar dan Stevani langsung mendekati Starlla. "Sayang, apapun yang akan terjadi, kami akan berusaha memulihkan ingatan kamu" Stevani memeluk Starlla yang terpejam begitupun Vino, mereka sama-sama memeluk Starlla.


9 bulan berlalu dan ingatan Starlla mulai kembali pulih. Dan mereka mengharuskan pindah rumah karena banyak keperluan yang harus Vano urus dan agar tidak terlalu jauh untuk berangkat dari rumah ketempat kerja nya ia pun memutuskan untuk pindah rumah dan juga sekolah Starlla.

__ADS_1



__ADS_2