
Hari Selasa tiba, Stevani dan Starlla sudah siap berpakaian rapih karena keluarga barunya nanti akan datang kerumahnya dan makan bersama.
Setelah Stevani selesai memasak makanan favorit Starlla, ia pun mendatangi Starlla "Kamu sudah siap kan sayang?", "Udah Bun".
Bel rumah kemudian berbunyi, lalu Stevani mendekat ke arah pintu dan membukanya, Disana ada calon suami barunya yaitu RADIAN AIRLANGGA BIANTARA dan anaknya NATHALIA GRACIA BIANTARA.
Starlla kemudian berjalan kearah bundanya, ia melihat wajah Nathalia yang tidak terlihat senang ketika melihat Starlla lalu Starlla memalingkan wajahnya dan melihat kearah Radian lalu ia membungkukkan badan nya sebagai tanda hormat.
"Ayo masuk" Stevani mengajak calon suami dan anaknya duduk di meja makan, Stevani dan Radian berjalan terlebih dahulu lalu diikuti oleh Starlla dan Nathalia dibelakang nya. Nathalia mendekat kearah Starlla lalu berbisik "Sebentar lagi Lo bakal hancur!", Lalu Nathalia berlari kesamping Ayahnya disusul oleh Starlla berjalan mendekati bundanya.
__ADS_1
Mereka pun duduk dikursi nya masing-masing. Starlla dan Nathalia duduk saling berhadapan dan ada Stevani disamping Starlla sedangkan Radian duduk disamping Nathalia. Mereka pun memulai acara nya "Baiklah, Starlla perkenalkan nama saya Radian ayah baru kamu nanti dan akan menikahi wanita yang ada di sampingmu" Lalu Radian memegang pundak Nathalia"Dan ini anak saya bernama Nathalia, ia akan menjadi adik baru mu nanti, semoga kalian bisa berhubungan dengan baik ya, dan bisa menerima kita", Starlla kemudian mengangguk "baik...saya akan menjaga adik baru saya nanti, lalu saya dan bunda saya juga telah bersepakat untuk mengizinkan kalian menikah kembali" Starlla tersenyum tipis kearah Radian, "Kamu seperti nya anak baik ya" Radian juga membalas senyuman Starlla, "terimakasih" lalu Starlla melihat ke arah Nathalia dan terlihat Nathalia mengucapkan sesuatu untuk Starlla yang hanya dimengerti oleh Starlla, "Awas aja Lo" kemudian Nathalia melihat kearah Stevani dan tersenyum.
Stevani pergi ke dapur untuk mengambil makanan yang sudah ia masak, lalu hanya tersisa Starlla, Nathalia dan Radian di meja makan. Radian dan Nathalia menyilang kan tangan nya lalu menatap sinis ke arah Starlla, lalu Starlla yang melihat itu pun langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya dan pura-pura memainkan hp nya, "Ini mah gampang yah" Nathalia melirik ke arah Ayahnya, "iya" Radian memasang muka datarnya dan masih dengan menatap Starlla dengan tajam lalu menaikan sudut bibir kirinya, Perasaan Starlla sudah mulai campur aduk, ada banyak sekali pertanyaan yang ada didalam hatinya, otak dan hati Starlla seperti sedang berdebat, Starlla pun menarik nafas dan mengeluarkannya secara perlahan.
Starlla kemudian bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan kearah dapur untuk membantu bundanya membawa makanan, Nathalia yang melihat itu panik, ia mengira Starlla akan memberitahu kepada Bundanya karena ia berbicara seperti itu, lalu Nathalia pun bangkit dari duduknya dan berlari mendekati Stevani, "bunda Stevani, boleh Cia bantu engga bawain masakannya?" Nathalia lebih suka dipanggil Cia, itu potongan dari nama tengahnya, "eh? Boleh-boleh makasih ya sayang" , Nathalia kemudian membawa beberapa masakan Stevani dari dapur dan ia tidak menyisakan masakan untuk dibawa oleh Starlla. Hati Starlla terasa sakit ketika bundanya memanggil Cia dengan kata 'Sayang', Nathalia melirik sinis kepada Starlla lalu tersenyum penuh kemenangan, dan Starlla menaikan satu alisnya dan mengeluarkan nafas beratnya.
Mereka sudah duduk dikursi meja makan nya masing-masing, Stevani kemudian membagikan piring nya "Silahkan dimakan, semoga suka", " Terimakasih, maaf merepotkan" Radian kemudian mengambil beberapa lauk untuk dimakan bersama nasi begitu juga Nathalia dan Starlla, Starlla melihat ke arah rendang daging sapi didepannya dan ketika ia ingin mengambil nya dengan sendok nya tiba-tiba saja sendok milik Nathalia datang dan menepis sendok punya Starlla, alhasil sendok milik Starlla jatuh kelantai, "Eh kak! Maaf ya, Cia engga sengaja", Radian dan Stevani kemudian melirik kebawah yang terdapat sendok Starlla disana, "iya" singkat, padat dan jelas, kemudian Starlla berdiri dari bangku nya "Aku ke dapur dulu" Starlla berniat ingin membawa sendok baru di dapur.
Stevani melihat kearah Starlla dan Nathalia "Seperti nya kalian terlihat akur ya", Spontan Starlla menengok ke Bundanya lalu pura-pura tersenyum dan memakan masakan bundanya lagi.
Setelah mereka selesai memakan makanannya, mereka kemudian duduk diruang tamu. "Stevani, pernikahan kita ingin dilaksanakan pada hari apa?" Radian duduk didekat Stevani "Kalau Kamis saja bagaimana, Selasa dan Rabu akan kita gunakan untuk saling mengaitkan tali persaudaraan kita terlebih dahulu dan saling mengenalkan kepada keluarga besar kita masing masing" Stevani dan Radian kemudian membicarakan lebih dalam tentang pernikahan kedua mereka.
"Kalau begitu kami pamit pulang, sampai ketemu besok calon istri dan anak ku" Radian dan Nathalia berdiri dari tempat duduknya kemudian berpamitan dengan keluarga Stevani.
__ADS_1
Stevani dan Starlla mengantar mereka sampai ke pintu lalu Radian dan Nathalia masuk ke dalam mobil, Didalam mobil, Nathalia dan Radian melambaikan tangan nya, "dadaah bunda Stevanii dan kakak Starlla!!" Nathalia kemudian menutup kaca mobilnya, dan mereka telah pergi dari rumah Stevani.
"Sebentar lagi kita kaya yah!", "Kamu jangan terlihat mencolok jika kamu membenci Starlla, ya" Radian melirik ke arah Nathalia, "Tapi yaah, dia itu terlihat cupu! Aku jadi ingin cepat-cepat melihat dia semakin hancur, aku akan merebut semuanya" Nathalia menyilang kan tangannya, "Hm" hanya itu yang keluar dari mulut Radian.
Sedangkan di rumah hanya ada Stevani dan Starlla, mereka mengobrol tentang kedepannya, Starlla sudah mulai ragu ia ingin mengatakan jika keluarga mereka itu mempunyai niat buruk untuk keluarga Stevani tetapi Starlla ragu mengatakannya, karena persiapan sudah mulai dilakukan dan ia takut bunda nya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Starlla, karena keluarga Radian selalu bersikap baik kepada Stevani tetapi Starlla tidak diperlakukan seperti itu.
"Bunda udah yakin?"Starlla menatap bundanya, "Iya sayang, bunda sudah yakin, kamu juga kan?" Stevani mengelus rambut Starlla, "em... Iya bunda Starlla sudah yakin...", Setelah mengobrol ini dan itu mereka pun melakukan kegiatan nya masing-masing.
Starlla pergi ke kandang Xira dan ingin memasukkan kandang dan juga peralatan nya ke kamar nya karena ia tidak ingin Stevani terkena alergi. Starlla kemudian mendekat ke arah Xira, "Selamat pagi Xira, maaf ya nunggu" "miaww", lalu Starlla menggendongnya dan meletakan Xira di kasurnya, "sebentar ya! Aku mau ambil kandang sama peralatan kamu dulu buat dimasukin kesini" kemudian Starlla keluar dari kamar dan mengambil barang-barang Xira setelah selesai ia pun kembali ke kamar nya.
Starlla menggendong Xira untuk pergi ke dekat kandangnya lalu membawa makanan kucing di atas rak milik Xira dan meletakkannya di atas mangkuk kucing, "Dimakan ya sayang..." Starlla mengikuti cara bicara Al yang waktu itu, dan seolah-olah mengerti, Xira pun mengeong dan langsung memakannya.
Setelah hari Selasa dan Rabu digunakan untuk mengikat tali persaudaraan bersama keluarga Radian, Starlla tidak berhenti ditakuti oleh kata-kata yang dikeluarkan oleh Nathalia.
__ADS_1