
Jam menunjukkan pukul 10 malam dan Al bersama teman dan anggota Astheorops masih di mansion nya.
__ADS_1
Suara deringan hp bergetar di saku Al, dan ketika ia melihat nama kontak yang menelponnya ia langsung melotot *'papi...'*pikiran nya sudah berfikir kemana mana, ia pun mengangkat telponnya *"ALVERO! CEPAT KAMU PULANG! KALAU TIDAK MAU DIHUKUM!!"* benar saja, ketika Al baru mengangkatnya suara penuh amarah langsung terdengar di telinga Al, Ia tidak tahu jika papi nya telah kembali dari luar negeri.
__ADS_1
Al berdiri dari tempat duduknya lalu berpamitan kepada teman-temannya "papi gw nyuruh gw pulang, besok kita ketemu lagi" Al buru-buru menaiki motornya, "Widiih papi Lo udah pulang dari luar? pasti bawa banyak oleh oleh jangan lupa bagi bagi nii" Levi, Angga apalagi anggota Astheorops tidak tahu apa yang akan menimpa ketua nya Al ketika papi nya pulang dari luar negeri, mereka hanya diberi tahu jika Al selalu senang ketika papi nya pulang dan selalu membawa oleh-oleh padahal kenyataannya sangat terbalik,"Hm" Al menaiki motornya lalu ngebut ia membelah jalanan agar cepat menuju rumah nya, ia takut terjadi sesuatu terhadap mami nya.
__ADS_1
"JEFRAN!" Daisha mendatangi Jefran dan Al di dekat pintu, kondisi Daisha juga sangat membuat Al terkejut, pipi kiri Daisha merah akibat tamparan dari Jefran. "Mamii..." Al melepaskan genggaman tangan Jefran dari kerahnya lalu mendekati Daisha "Kamu ngga papa nak?" Daisha juga khawatir dengan kondisi Al, posisi Al berada didepan Dasha. Al kemudian menyorot tajam ke arah Jefran "Jika kedatangan Anda ingin menghancurkan saya, silahkan. Tetapi jika mami saya yang kena... Jaga-jaga saja! Nama saya akan selalu ada didalam pikiran Anda!", Jefran menepuk tangannya dan sambil berjalan mendekati Al dan Dasha "Wah wahh, untuk apa saya tidak takut dengan anda!, Anda saja dilahirkan dari rahim yang HARAM! Ck!" Jefran kemudian duduk di kursi ruang tamu lalu meletakkan kaki nya di atas meja, "BAWAIN MAKANAN BUAT SAYA! ANAK HARAM!!", Kemudian Al melirik ke arah Daisha lalu Daisha mengangguk "kali ini saja nak", Al pun berjalan ke dapur dan membawa buah buahan ke ruang tamu lalu meletakkan nya di atas meja, "hm...Saya mendadak menjadi tidak selera, anda pasti sudah memberi racun di makanan ini kan anak haram!? Bawa kembali makanan itu!".
__ADS_1
Al sudah biasa dipanggil anak haram oleh papi nya karena waktu itu sebelum Al dilahirkan, Jefran sedang pergi merantau ke luar negeri untuk mencari pekerjaan dan 5 hari setelah kepergian Jefran, Daisha selalu muntah muntah lalu ia memberanikan diri untuk pergi ke dokter kandungan dan pada saat itu juga ia kaget ternyata ia mempunyai bayi didalamnya baru seminggu setelah itu ia belum mengatakan nya kepada Jefran karena pada saat itu Jefran mengganti nomor hp nya. Daisha pun mengurus bayi yang ada didalam perutnya sendirian sambil terus mencari dan mencoba menghubungi suaminya, setelah 6 bulan kemudian Daisha baru menemukan kontak suaminya lalu mengatakan jika ia sedang hamil 6 bulan lebih satu minggu, tetapi Jefran tetap tidak mengakui jika itu adalah anaknya, ia malah menuduh Daisha melakukan yang aneh aneh ketika suaminya sedang diluar negeri alhasil ketika Daisha sedang melahirkan pun suaminya tidak mendampingi nya hanya teman dekat nya saja yang menemaninya yaitu Gracelia, kakaknya Stevani yang sama-sama bekerja di perusahaan yang sama.
__ADS_1