
Venus memutar mobilnya cepat, ia melaju dengan kecepatan tinggi, menuju RS. Entah kenapa banyak sekali kejadian tak terduga dalam hidupnya setelah perceraiannya dengan Mars.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Venus memarkirkan mobilnya di parkiran RS.
Brak......
Mobil di tutup dengan kencang oleh Venus, ia segera berlari menuju UGD. Hari ini akan diadakan operasi besar kepada Mercury, karena pendarahan di otaknya, yang ditakutkan darah dengan cepat membeku, dan dapat membuat nya cacat, oleh itu lah para perawat, dokter dan tenaga medis lainnya berburu dengan waktu untuk menjamin kelancaran operasi besar ini
" Langit! " Panggil Venus, ia melihat pria itu begitu hancur, dia tahu pasti sakit melihat istrinya terluka di depan matanya
" Bagaimana dengan Mercury? " Venus meletakkan tasnya dan duduk di samping Langit, mencoba memberi kekuatan mental kepada pria itu
" Masih didalam UGD, sebentar lagi akan menjalani operasi! " jawabnya dingin, apa mentalnya begitu tergoncang? Kenapa tatapan matanya begitu dingin, seperti es!
" Sepertinya luka luarnya tidak begitu parah, tadi saya dikirimi foto, hanya beberapa lecet di pergelangan tangan dan lutut. Tapi ..... "
" Pendarahan di bagian otaknya, membuat para tenaga medis kewalahan, area yang sangat sensitif, bisa ditangani tapi kemungkinan besar akan mengalami cacat "
Venus hanya bisa diam tidak berkata apa pun, memang faktanya begitu. Apakah Langit akan baik-baik saja?
" Ya memang kalau dalam medis seperti itu, tapi kan kita tidak tahu keajaiban, siapa tau masih bisa kembali normal " Venus tersenyum lebar, ia ingin sekali memberi dukungan kepada pria besar itu. Tapi yang ada, Langit malah semakin menunduk sedih
Apa? Apa aku salah bicara? Mengapa wajahnya menjadi seperti itu?
Venus tersenyum kecut akhirnya
Dua orang itu akhirnya saling terdiam dalam buaian pikiran masing-masing. Tapi, yang tertuju oleh pikiran mereka sama, yaitu keselamatan dari Mercury
Sekitar 2 menit seorang dokter ahli bedah saraf, menghampiri Venus, ia menunduk hormat untuk Venus. Kemudian ia berkata
" Untuk operasi besar di butuhkan, kantung darah yang besar, sementara penyetor darah sampai sekarang masih belum bisa ditemukan, kondisi bu Mercury akan semakin memburuk. Yang ditakutkan bu Mercury tidak bisa diselamatkan "
__ADS_1
Deg......
Jantung Langit serasa berhenti berdetak, bagaimana ini? Golongan darah AB sulit di temukan, lalu apa yang akan terjadi dengan istrinya?
Venus menyadari perubahan mimik muka dari Langit. Dia lalu bertanya, "bu Mercury memiliki golongan darah apa? "
" AB "
Venus tersenyum, dirinya pun juga memiliki golongan darah yang sama, apakah ini waktunya Venus menjadi pahlawan kesiangan untuk keluarga Langit?
" Saya memiliki golongan darah yang sama dengan bu Mercury, golongan darah saya juga AB. Saya akan menjadi pendonor darah bagi dia " Venus dengan mantap berkata demikian
Langit yang melihat itu sungguh sangat berterima kasih, kemungkinan besar nyawa istrinya akan terselamatkan sekarang.
" Baik, kalau begitu bu Venus, Silahkan ikuti kami di ruang pengambilan darah "
Venus mengikuti langkah dokter itu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dia duduk di samping Langit, dia juga sangat mengharapkan besar keberhasilan operasi ini, dia tidak mau melihat Langit terluka.
" Tenang saja, istrimu pasti akan selamat "0
" Terimakasih, terimakasih atas donor darahnya. Seperti aku akan berhutang budi kepadamu "
Venus tersenyum manis, 'berhutang budi? pikiran macam apa itu? Tentu saja dia membantunya dengan ikhlas' gumam Venus dalam hari
Setelah menunggu cukup lama, pintu ruang operasi di buka.
" Permisi, ibu Mercury........... "
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Plot twins apa lagi yang akan terjadi disini? Apakah harus terjadi banyak sekali adegan, sehingga akan tercipta sebuah akhir yang indah? "
...----------------...
Halo Readers ku tersayang ❤❤
Udah lama banget ya author hiatus??
Maaf...... Karena memang ide author sedang tidak berjalan dengan lancar akhir-akhir ini.
Tapi karena hari ini libur, author usahakan untuk update terus novel ini
__ADS_1
See you eps selanjutnya! ☺💕