
Jantung Venus seakan berhenti berdetak, ia takut akan terjadi apa-apa terhadap Mercury.
Dokter tersebut menatap Venus dan Langit secara bergantian. Membuat mereka semakin deg-degan saja
" Bu Mercury kondisinya dapat di selamatkan, tapi karena operasi saraf otak memang operasi yang memiliki Resiko tertinggi, jadi bu Mercury mengalami cacat ringan, dengan terapi mungkin bu Mercury akan berangsur sembuh "
Venus terdiam dan mengangguk, dia mengerti. "Lalu bagaimana dengan terimanya? biasanya orang yang mengalami kecelakaan akan mengalami keadaan traumatis tersendiri "
" Sejauh ini kami belum tahu, kami akan memantau bu Mercury ketika sudah siuman "
Venus mengangguk, dokter itu pergi. Sekarang tinggal Venus dan Langit sendiri. Venus kemudian menoleh ke arah Langit.
" Kenapa mukamu masih cemberut Hah? " Venus menepuk pelan pundak Langit. " Bukankah kau seharusnya bersyukur karena istrimu selamat? "
" Huft..... Memang benar dia selamat, tapi kan..... "
" Tak apa yang penting istrimu selamat kan? Untuk semua Resiko pasca operasi, pasti bisa di lewati Mercury dengan baik, dia kan wanita hebat "
Dia hebat karena telah membuat mu jatuh cinta.
Venus tersenyum kecut
Dring...... Dring..... Dring.......
Ponsel Venus berdering, dari pengasuh nya Langit. Ada apa dengan anaknya itu?
" Halo, bi! Kenapa kok tumben sekali menelfon? "
Terdengar suara panik di seberang telfon, " Ini nyonya, dek Langit perutnya sakit banget, terus tadi juga muntah, sekarang dek Langit tiba-tiba pingsan di kamar mandi"
Seolah di hantam batu besar, Venus segera mengambil kunci mobilnya. " Kenapa bisa bi? Dia makan apa? Kenapa malam-malam Langit bisa jatuh sakit? "
" Tidak tau nyonya "
__ADS_1
Venus mematikan sambungan telfon, dia segera melaju dengan kecepatan tinggi. Kenapa banyak sekali yang membuatnya panik hari ini? Oh Tuhan.....berikan dia kekuatan lebih!
Pikirannya mulai bercabang, dari memikirkan kondisi mental Mercury, memikirkan kondisi anak angkatnya Langit. Belum lagi memikirkan kondisi dirinya sendiri
Aduh..... kesalahan apa saja yang kubuat di masa lalu?! Hingga membuatku mengalami pencobaan yang berat ini?!
Ingin sekali Venus berteriak, tapi tak boleh! Kan papa, dia harus kuat demi semua orang, dia harus menjadi tembok yang kokoh, untuk Langit, untuk semua orang yang dia sayang.
Tapi, nyatanya apa?! Dia juga seorang manusia biasa, dia tidak bisa menjadi perisai bagi semua orang, dia juga butuh dilindungi, bukan dia terus yang melindungi
Jika, semua orang mengandalkan nya, lalu siapa yang akan dia andalkan?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sretttt.......
Venus menginjak pedal rem. Dia segera berlari menghambur memeluk anaknya, anaknya sungguh pucat
" Tidak tau nyonya " pengasuh itu hanya bisa tertunduk, dia bingung harus menjawab apa. Rasa bersalah kepada majikannya memenuhi dada, tapi, dia juga tidak tau mengapa hal seperti ini bisa terjadi kepada tuan muda kecilnya
" Kita bawa ke dokter saja! Rumah sakit Nyonya? " Akhirnya salah seorang pengasuh lain memberi usul
" Tidak, Rumah sakit tempat aku bekerja terlalu jauh dari sini, kita bawa ke rumah sakit terdekat saja, yang ada dokter spesial dalam!"
Mengapa Venus lebih memilih dokter spesial dalam? Ya karena, sudah berkali-kali anaknya itu pingsan, dan selalu saja urusannya dengan perut.
Akhirnya Venus memutuskan untuk membawa Langit ke Rumah Sakit Pelita Sanjaya
Para dokter langsung sigap membawa tubuh Langit. Seorang dokter muda spesial penyakit dalam muncul, ia sangat tampan
" Anak kecil bangun dong " Langit mengerjap perlahan. Apa ini? apa dia salah satu dokter bertangan dingin?
" Kondisi anak ini sangat lemah, mungkin karena maag, tapi saya belum bisa memastikan saya akan memeriksanya lebih lanjut"
__ADS_1
" Baik dok"
Venus melirik sekilas, Dokter itu bernama Bumi?!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kebahagiaan akan datang ketika kita selalu sabar menunggu
...----------------...
Masih stand di novel ku ya?!
Jangan lupa like, comment, and vote!
See you! 😚😚
__ADS_1