
Langit pulang, dia menenteng tasnya. Hari ini adalah hari yang melelahkan, banyaknya pasien membuat tenaganya terkuras hebat.
Mercury masih di rumah, tidak di izinkan bekerja, karena kondisi badannya yang masih belum stabil. Dia hanya dirumahku sendiri ditemani oleh pembantu.
" Sayang, aku pulang! Bagaimana dengan keadaan mu? Apakah sudah jauh lebih baik? " Langit menghampiri Mercury yang sedang duduk di sofa sembari menonton acara tv.
Melihat suaminya pulang dia hanya menoleh sedikit, lalu kembali fokus. Entah apa yang terjadi, tapi kali ini dia sedang tidak mood untuk berhadapan dengan suaminya. Apa yang sedang merasukinya ya?
Apa karena kehadiran wanita itu? Ya.... kehadiran Venus yang tiba-tiba dalam rumah tangganya, mungkin tanpa ia sadari membuatnya cemburu.
Oleh karena itu, Mercury hanya diam saja dan jarang sekali menanggapi perkataan dari suaminya.Dia hanya mendengarkan, dia benar-benar telah menjadi batu bernafas.
" Sayang, mengapa kau tidak menjawab pertanyaanku? Bagaimana kondisimu? " Langit meletakkan tasnya, dia duduk di samping istrinya sembari menatap lekat wanita itu.
" Aku baik-baik saja "
Hanya sepatah itu yang di keluarkan Mercury kepada Langit. Langit mulai frustasi sebenarnya apa yang terjadi dengan istrinya!? Mengapa dia menjadi dingin kepadanya?
Dia benar-benar telah kehilangan, dia telah kehilangan sosok Mercury yang periang dan cerewet. Kemana sosok itu pergi? Yang ada sekarang hanyalah Mercury yang diam, Mercury yang selalu menatap Langit dengan tatapan kosong yang sulit diartikan.
" Sayang, ada apa dengamu? Mengapa kau menjadi beda? " akhirnya Langit memberanikan diri untuk bertanya. Dia sudah jenuh dengan keadaan yang selalu begini saja. Dia ingin melihat istrinya yang dulu, yang selalu ceria dan tersenyum
" Apa kau tidak salah menanyakan hal itu kepadaku? " tanya Mercury balik. Kali ini Langit diam, dia sungguh tidak mengerti arti dari pertanyaan balik Mercury.
Memangnya selama dia melakukan apa? Bukannya dia tidak melakukan apa-apa? Dia bekerja seperti biasa, dan pulang selalu tepat waktu. Sifatnya juga sepertinya tidak berubah
__ADS_1
Tapi, mengapa Mercury bertanya demikian? Apa ada sesuatu yang dilakukannya hingga membuat Mercury sedih?
" Apa yang kau maksud sayang? "
" Tidak tahu, pikir saja sendiri! Aku malas berbicara dengamu! Aku lelah "
Kali ini sepertinya Langit sudah mulai paham. Mercury sepertinya sedang merajuk karena Venus.
" Sayang, dia hanyalah direktur rumah sakit! Tidak seharusnya kau cemburu dengannya! "
Mercury diam, dia lalu menatap Langit dengan senyuman. Tapi, entah mengapa senyuman itu sangat menyakitkan bagi Langit.
" Hanya direktur kau bilang? Lalu, bagaimana tatapan dia selama ini dengamu? Bagaimana sikapnya yang selalu ingin dekat denganmu?!"
" Sayang, tolong percayalah! Kami tidak ada hubungan apapun, kami hanya berhubungan sebatas pekerjaan, tidak lebih dari itu! "
Mercury lalu, menatap tajam kepada suaminya. Rasa sesak akibat api cemburu tidak dapat ia sembunyikan lagi. Matanya mulai memerah, berkaca-kaca
" Kau itu cowok atau apa sih? Kenapa kau selalu tidak bisa peka! Kau bahkan tidak peka terhadap perasaan orang yang menyukaimu! Bahkan dengan perasaanku juga! " Kali ini Mercury berteriak, dia berdiri sembari matanya menetes kan air mata
" Kau yang berfikiran terlalu jauh! Kau yang selalu overthinking terhadapku! Kau yang selalu curiga terhadapku! " Kali ini Langit juga ikutan berdiri.
" Oh ... Benar aku yang salah ya! Iya benar, aku yang selalu salah! Dan kau selalu benar! Kau yang selalu benar! Kau tidak tahu betapa sakitnya aku melihat wanita itu selalu ingin dekat dengamu! " Venus berteriak.
Dia menghela nafasnya panjang, sembari melihat kearah lain, matanya sudah tidak dapat membendung air mata. Air mata itu keluar dengan sendirinya.
__ADS_1
" Kau itu bicara apa! Sudah kukatakan berkali-kali bahwa aku tidak ada hubungan apapun dengan Venus! "
" Iya iya! Kita akhiri ini! "
Mercury membawa koper, yang sepertinya sudah ia siapkan sebelumnya
" Kau mau kemana? "
" Aku ingin ketempat ibuku! Kau tidak perlu menyusul! Aku ingin menenangkan diri! Dan soal permasalahan ini, biarkan waktu yang akan menjawab. Kita bersama atau berpisah "
" Tapi kau ...... "
" Aku sudah menyuruh sopir pribadi ibu untuk menjemput. Soal keadaanku kau tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri "
" Cinta tidak salah. Tapi, terkadang karena cinta yang tidak tepat, dapat menimbulkan luka bagi orang lain "
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Halo readers! Gimana kabarnya hari ini? 🤗
Semoga selalu sehat selalu!
Tetap setia baca novel author ya!
Jangan lupa, like, comment and votenya!
__ADS_1
Terimakasih dukungannya! 🤗😘😘😚😚❤❤