
Sudah beberapa hari ini Venus dan Langit tinggal di kota Y. Suasana kota yang tidak sepadat dibanding kota X membuat mereka sangat betah. Aktivitas mereka sangat sederhana, bangun pagi, sarapan, berlanjut jogging.
****
Venus sedang bersiap untuk masuk ke hari pertamanya bekerja. Pekerjaan ini menurutnya sangat eksklusif, baru pertama kali ini ia bekerja di cabang RS di kota Y milik ayahnya. Ayah Venus memang mewariskan kepada Venus cabang seluruh RS Pelita, tetapi upacara pengesahan pergantian pemilik belum dilaksanakan, jadi tetaplah ayah Venus yang memiliki RS ini sekarang.
" Nah! Selesai! " Venus merapikan sedikit tataan di meja makannya. Hari ini menunya sangat menggugah selera. Sayur kangkung yang menjadi kesukaan Langit, udang tempura, dan beberapa bakwan dan gorengan pendamping lainnya, tidak lupa sambal yang menjadi ciri setiap masakan.
" Bi! Titip Langit ya! " ujarnya kepada Bi Rum.
Venus mengambil kunci mobil B** miliknya.Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sembari menikmati udara segar pagi hari, dan barisan rapi pohon-pohon di jalan. Inilah yang menjadi kesukaan tersendiri Venus. Banyaknya pohon-pohon sehingga udara sejuk masih bisa dijaga kelestariannya. Menurutnya, negeri Y memang lebih unggul dalam hal udara bersih dibanding negeri X yang sudah jelas polusi pabrik dan limbah dimana-mana.
Mobil Venus memasuki RS besar itu. RS tinggi yang menjulang dengan megahnya banyaknya mobil terparkir semakin menambah nilai mewah tersendiri.
Dengan menenteng tas kecil dan jubah kebesarannya Venus masuk dengan rasa percaya diri yang besar bak menara Monas. Di sepanjang jalan, kalimat sapaan tak luput dari bibir para suster dan karyawan.
" Hai, dokter Venus ya? " tanya seseorang berstatus sebagai dokter anak.
" Iya, senang bisa bertemu, mohon kerja samanya! " Venus tersenyum simpul sembari menjabat tangan dokter didepannya itu dengan ramah.
" Baik, dok!. Kalau butuh bantuan silahkan keruangan saya, kalau boleh kenalan nama saya Dokter Anna, dokter spesialis anak "
" Senang berkenalan dengan Anda! " Venus tersenyum dan melanjutkan perjalanan lagi. Tujuannya sekarang adalah keruang kepala RS, meskipun dia adalah anak pemilik RS ini tapi, tetap saja ia harus menjaga etika sopan santun dan tata kramanya.
__ADS_1
Tok .... Tok ... Tok ..
" Permisi, selamat pagi! " Serunya sedikit pelan takut ada yang sedang sibuk di dalam.
Pintu dibuka menampilkan seorang pria paruh baya, kepercayaan ayahnya yang ditunjuk sebagai kepala disini.
" Halo, pak Ahmad! Senang bertemu dengan anda kembali! " Venus tersenyum dan tertunduk dengan sopan. Ia dan teman ayahnya itu memang sudah beberapa kali bertemu.
" Venus, kau sudah amat besar dan cantik, terakhir kali aku bertemu denganmu ketika kau masih berusia 18 tahun "
" Haha ... ia sudah sangat lama rupanya! " Venus tertawa renyah mendengarnya.
Beberapa obrolan singkat menemani kedua manusia berbeda generasi itu. Pak Ahmad menangakan kabar perihal kandasnya rumah tangga Venus dan Mars, dan itu sukses dijawab Venus dengan tenang tanpa termakan emosi. Meskipun gosip yang beredar memang melebih-lebihkan masalah yang ada, nyatanya gosip itu mengatakan bahwa Venus melakukan perselingkuhan keji dengan salah satu rekan dokter. Ampun dehhh!! ... Pembuatnya memang perlu disleding otaknya!
Senyum terus mengembang disudut bibir dokter cantik itu. Bertemu dengan sesama dokter yang ramah memang membuat kesenangan tersendiri bagi dirinya.
" Aduh! ... maaf saya tidak sengaja! " Venus membantu merapikan dokumen yang tercecer akibat tabrakannya dengan dokter lain. " Maaf, bagaimana saya bisa begitu ceroboh? " lirihnya sesal.
" Sudah tak apa, toh, dokumennya masih terlihat baik-baik saja. Tapi, saya mohon untuk lain kali berhati-hatilah dalam berjalan " dokter Tamvan itu menunduk memberi hormat.
" Ba ... baik! "
Ada yang aneh dengan sifatnya, batin
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Dia kayak Ji Chang Wook, ganteng tapi dingin, ganteng tapi se*y "
__ADS_1
****