
Venus yang tengah rebahan di kamarnya, terkejut mendapatkan pesan misterius dari nomor misterius juga.
Dia yang semula posisi tidur, langsung terduduk seketika. Dia sedang menerka-nerka siapa yang mengiriminya pesan tengah malam begini.
Apakah ada yang iseng?
Atau siapa?
Isi pesannya sungguh menohok nya.
"Permisi nona, kamu kan perempuan punya etika. Jika, sudah tahu bahwa laki-laki sudah mempunya suami, harusnya kau tidak lancang menyukai dan berusaha mendekatinya. Bukan apa-apa ya, bagaimana jika suatu hari nanti kau berada di posisiku, kau pasti juga akan marah bukan?. Karena kita sama-sama perempuan jadinya kita harus sama-sama menjaga"
Isi pesan yang menohok itu sontak membuat Venus terkejut
Memangnya selama ini dia melakukan apa? Dia tidak pernah merasa kegenitan dengan suami orang.
Akun WA itu sangat misterius. Tidak ada foto profil, maupun info juga di sembunyikan, bahkan tidak ada nama pengguna
Itu sangat menyulitkan Venus untuk tahu siapa yang mengiriminya pesan menohok tersebut
" Di posisiku? " Venus membaca sebuah kalimat pesan yang dia yakini sebagai petunjuk siapa yang mengiriminya pesan tersebut
" Siapa? " Venus berfikir, fikirannya jatuh kepada Mercury istri Langit. Ekspresi Mercury yang tidak senang jika Venus dekat dengan Langit, membuatnya semakin yakin bahwa Mercury lah yang mengiriminya pesan seperti itu
Tapi, apa salah? Bukannya dia juga hanya ingin berteman dengan Langit?. Dia mengakui dia salah, karena saat pertama kali bertemu dengan Langit, dia suka atau naksir dengan Langit.
Tapi, bukankah dia sudah membuang jauh-jauh perasaan itu, karena dia tidak ingin menjadi pelakor dalam kehidupan rumah tangga orang lain
Dia juga perempuan, itu benar. Tapi, tolong di garis bawahi, dia juga punya etika, dia tidak mungkin menggoda suami orang.
Ini sungguh pesan yang menyakitkan hati Venus. Seakan bahwa dia sudah berbuat keji dengan menjadi perebut, padahal tidak.
Apa selama ini dia salah? Kalau salah dia mau minta maaf, tapi, dia tidak merasa melakukan kesalahan apapun.
" Argh .... Mengapa harus aku? Mengapa harus aku yang mengalami semua ini? "
Tanpa Venus izinkan air mata sudah mengalir membasahi pipinya yang putih mulus.
__ADS_1
Dia sedih? Tentu saja! Dia hanya ingin bahagia, dia hanya ingin hidup damai. Dia pindah ke rumah ini, karena ingin melupakan Mars, tapi mengapa? Mengapa harus ada masalah lagi didalam hidupnya
Seolah-olah semesta tidak berpihak untuk membuatnya bahagia.
Apakah begitu banyak kesalahanku? Hingga begitu banyak permasalahan yang datang bertubi-tubi di dalam hidupku?
Jika iya, tolong izinkan aku menebus semua kesalahan itu, dan biarkan aku hidup dengan tenang
Venus menunduk dalam, dia menangis dalam kesepiannya. Selalu seperti ini, selalu saja dia menangis sendiri. Tidak ada yang menemani
Venus tertawa miris, siapa yang akan mau menemaninya? Tidak ada, iya tidak ada selain dirinya sendiri yang menemani dirinya
Tok .... Tok ... Tok
Venus menoleh, dia beranjak dan membukakan pintu, rambutnya acak-acakan matanya merah karena menangis
" Mama! Dedek gak bisa tidur " Langit memeluk Venus.
Selang beberapa menit, Venus berjongkok. Dia memeluk anak angkatnya itu
"Gak bisa tidur ya? Sama mama juga gak bisa tidur. Mau tidur bareng sama mama gak? "
" Mama kenapa? Apa mama habis nangis? Mama nangisin siapa? Siapa yang buat mama sedih? " tangan mungil Langit menyentuh pipi Venus. Kecil dan dingin, tapi Venus merasakan kehangatan
Baru kali ini ada seseorang yang menanyakan dia kenapa.
" Mama gak papa, mama cuman lagi capek " Venus menarik ujung bibirnya berusaha untuk tersenyum. Meskipun senyumnya sungguh sangat terlihat seperti sebuah senyum paksaan
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Karena, sekokoh apapun sebuah tembok, jika terus dihantam oleh batu pasti akan rubuh juga "
.
.
.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀
See you di episode selanjutnya
__ADS_1
Bye! Muach ... 😘😘😘