
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋
*******
Mobil terparkir di garasi rumah milik Venus. Venus menutup pintu mobil dengan sangat pelan, dan bergegas memasuki rumahnya. Jarum jam menunjukan pukul 23.00, Langit sudah tidur 2 jam yang lalu.
Ceklek ....
Venus membuka pintu kamar anak angkatnya itu dengan sangat perlahan, takut, kalau-kalau Langit terganggu dan terbangun dari tidurnya.
Venus tersenyum melihat Langit yang sudah tertidur pulas, anak itu memang mudah sekali terlelap di dalam buaian mimpi.
Dengan penuh kasih sayang, Venus menyelimuti seluruh tubuh Langit hingga batas leher. Kemudian, Venus mencium kening anak kesayangannya itu.
" Maafin Bunda ya, Bunda belum bisa menjadi yang terbaik bagimu. Bunda selalu membuatmu menangis dan ketakutan, hingga membuatmu kehilangan ayahmu. Tapi, Dede harus tahu, bahwa seberapapun banyaknya kesalahan Bunda, yang paling Bunda sayang, cuman Dede "
Venus menitikan air matanya, dia sudah membuat anak angkatnya itu kehilangan kasih sayang dari ayah angkatnya. Anak kecil yang ditemukan beberapa tahun lalu telah tumbuh menjadi anak yang paling ia sayangi.
Lengit adalah bocah kecil yang harus kehilangan orang tuanya ketika masih berumur 3 tahun. Orang tua Langit adalah korban kecelakaan tunggal. Tante Langit membuang Langit di panti asuhan. Semua kilasan kisah hidup Langit, membuat seorang Venus ingin mengadopsi anak malang itu.
.
.
.
.
.
.
Langit menggeliat kecil, dia segera merapikan kamarnya. Dan turun dari tangga untuk menghampiri Bunda kesayangannya itu.
" Bunda! " Langit berhambur memeluk Bunda kesayangnnya itu. Venus sedang bersiap untuk Dinas ke negeri Y pun terkejut, namun, beberapa detik setelahnya ia pun merentangkan tangannya untuk membalas pelukan dari anak anak angkatnya itu.
" Uwu-uwu ... jagoannya Bunda, dah bangun ya?" Venus mengelus lembut rambut Langit dengan penuh kasih sayang.
" Bunda, mau kemana? Kok bawa koper segala?" tanyanya dengan mimik wajah polos sekaligus bingung
" Bunda mau pergi Dinas ke negeri Y, masak Langit lupa sih?. Nih! ... Bunda dah nyiapin baju-baju Langit " Venus tersenyum manis memperlihatkan aura keibuannya.
Langit mengangguk paham, ia segera berlari menuju meja maka dan mengambil kotak serealnya. Meraciknya, lalu melahap dengan nikmat hingga tak tersisa.
Langit memang selalu diajarkan mandiri sejak dini oleh Venus, pekerjaan Venus yang terkadang menuntut Venus untuk pergi ke luar negeri, adalah alasan utamanya.
__ADS_1
" Bunda, jadwal pesawat kita jam berapa? " tanya Langit yang sudah selesai mencuci piring. Dia duduk disamping Venus yang tengah sibuk mempersiapkan kotak P3K.
" Jam berapa, ya sayang?. Kalau gak salah jam 08.00, kurang 45 menit lagi " jawab Venus sembari tersenyum simpul, sangat cantik sekali.
.
.
.
*****
Venus memperhatikan jam mewah yang melingkar dengan sempurna di pergelangan tangan putih nan halusnya. Jam sudah menunjukan pukul 07.55. Mereka sudah sampai dibandara. Letak bandara memang tidak terlalu jauh dari rumah mereka, hanya membutukan waktu kurang lebih 15 menit untuk sampai.
Dring .... Dring ... Dring ...
Suara bunyi dentang ponsel berhasil mengacaukan konsenterasi Venus. Ia segera merogoh benda pipih itu dari dalam saku jaketnya. Di balik layar tertera suatu chat dari Bintang. Venus menggulum senyum, Bintang dan dirinya memang memutuskan untuk menjadi sahabat dekat dari kemarin.
Bintang
[ Kakak, Sudah sampai belum? ]
Venus
[ Belum juga berangkat, Bin ]
Bintang
[ Oh ya sudah! Kakak hati-hati ya dijalan, titip salam sama Langit ]
Begitulah isi pesan yang dikirimkan Bintang untuknya dan juga Langit.
Venus melihat jam lagi, sudah waktunya ia menaiki pesawat. Venus segera menggandeng tangan Langit yang mungil, agar selalu dekat dengannya.
Venus memang bukan sekedar Dinas biasa, Venus akan tinggal di apartement milik keluarganya di negeri Y untuk beberapa bulan. Jika, Langit merasa cocok, mungkin, Venus akan tinggal selamanya. Venus ingin, memulai hidup baru dan melupakan masa lalunya.
" Bunda, dede mau tanya boleh? "
" Tanya apa, sayangnya Bunda? "
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Langit takut!, kenapa pesawatnya melototit Langit. Apa Langit punya salah? sampai pesawatnya marah sama Langit "
****
Anak modelan kayak gini mah, bukannya gemes malah pengin nabok ya gak? 🙄🙄😂😂🤣🤣
🌹🌹🌹🌹🌹
.
.
.
__ADS_1
.
*****