Venus Untuk Sang Bumi

Venus Untuk Sang Bumi
Kondisi Terkini Bu Mercury


__ADS_3

2 Minggu kemudian.......


Venus tengah menyiapkan tasnya, jam operasi terakhir sudah dia laksanakan dengan baik. Ini adalah jam makan siang. Venus memutuskan untuk menjemput Langit, dan mengajaknya makan bersama, dia sudah sangat rindu dengan putra nya itu.


Kling......


Sebuah pesan masuk di Hpnya


Venus mengambil Hpnya yang semua tergeletak di atas meja. Pesan dari Bumi?


Ahh....benar! 2 minggu yang lalau dia sempat memberikan nomor telefon kepada dokter itu! Lalu, kenapa dia baru menghubungi Venus sekarang?


" Aku akan menghubungi mu jika ada sesuatu yang penting, apalagi jika soal dek Langit "


Tunggu..... kalau mengingat pesan dari dokter itu, membuat Venus menjadi khawatir, apa ada sesuatu yang terjadi pada anaknya lagi?


Dipesan singkat itu tertera:


Bumi


[Halo! Hari ini jam makan siangmu ya?


Mau gak kita makan bersama?


Kirim alamat kantinnya! ]


Venus berfikir sejenak, dia kan sudah merancang janji untuk menjemput dan makan bersama Langit. Lagi pula anaknya lebih penting dari pada orang aneh yang entah kenapa tiba-tiba menghubunginya itu


Setelah lama berfikir, akhirnya Venus membalas:


Venus


[Maaf dok, saya sudah ada janji makan


siang dengan Langit. Mungkin


lain kalai saja]


Venus memasukan hpnya kedalam tasnya. Dia lalu keluar dari ruangan


......................


Sementara di tempat di mana Bumi berada. Bumi sudah kesal, melihat bahwa Venus menolak ajakan makan siangnya. Padahal dia sudah berasa di cafe, dan kesalnya lagi dia sudah memesan dua hidangan!

__ADS_1


" Kenapa sih?! Kenapa perempuan itu selalu terlihat jual mahal dan tidak tertarik denganku! Padahal banyak sekali cewek, yang ingin selalu dekat denganku"


Bumi menggerutu kesal, padahal dia sudah janji tidak terjebak cinta dengan Venus. Tapi, nyatanya ia tak bisa. Lagi pula, dia punya firasat bahwa Venus sudah bercerai dari suaminya, jadi tak apalah dia mendekati Venus ya kan?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Venus keluar ruangan dengan hati gembira. Tapi, sebelum dia sempat menuju pintu keluar. Dia melihat Langit dan istrinya Mercury. Ahh.... Iya! Bagaimana konsesi Mercury ya? Dia sudah 2 minggu tidak masuk kerja, sekarang sepertinya Langit tengah menemani dia check up


Venus menghampiri mereka berdua. " Mercury, Langit! "


Merasa nama mereka di panggil, mereka berdua menghentikan langkah. Dan melihat kearah sumber suara yang memanggil mereka


"Iya kenapa? " tanya Langit bingung. Mercury hanya bisa menatap Venus bingung


" Hahaha...... tidak! Aku hanya ingin tahu kondisi Mercury. Ingin tahu saja kondisi mentalnya. Kan aku sudah bilang, biasanya orang yang mengalami kecelakaan akan mengalami pengalaman traumatis tersendiri. Jadi apa Mercury juga mengalami itu? "


Venus melirik kearah Mercury. Dia seolah meminta jawaban atas pertanyaannya.


" Tidak..... " Hanya sepatah kata itu yang keluar dari mulut Mercury. Sudah bisa di tebak, bahwa Mercury tidak nyaman dengan kehadiran Venus di tengah mereka berdua


Karna merasa demikian, Venus akhirnya hanya menjawab 'Oh'. Lalu, " Baiklah kalau tidak, saya juga hanya bertanya demikian. Saya undur diri, untuk makan siang"


Venus berlari kecil menuju parkiran mobilnya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Mama, kok tumben jemput Langit? "


" Ya karna mama kangen banget sama Langit, makannya mama jemput Langit. Langit makan siang sama mama ya! "


Venus mengelus puncak kepala putranya sembari mengajaknya untuk masuk kedalaman mobil. Di dalam mobil, Langit terus saja mengoceh tentang temannya, gurunya, dan semuanya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Kita mau makan disini? "


Langit menggandeng tangan Venus, bocah kecil itu meninjau keadaan


" Iya! Ayo masuk! "


Venus membuka pintu cafe itu. Betapa terkejutnya dia........


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


" *Yahaha..... seperti yang keduga dibujuk gak ampuh! ehh.... ternyata mau datang sendiri ya? "


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you readers! 🤗❤*


__ADS_2