
Dokter Bumi dengan sabar dan teliti memeriksa setiap inci tubuh Langit. Dia kemudian tersenyum, sembari berkata
" Adek namanya siapa? " tanya dokter Bumi sembari mengelus kepala Langit, bocah itu hanya membalas tatapannya dengan lesu dan lemah.
" Langit dok " karena anak angkatnya itu tidak kunjung menjawab akhirnya Venus lah yang menjawab.
" Dek Langit harus jaga pola makan ya, dek Langit punya maag, nanti kalau dek Langit Gak bisa jaga pola makan, perut dedek sakit lagi " Bumi tersenyum menatap Langit yang masih lemah badannya
" Tapi kan Langit juga mau kayak temen Langit, yang bisa makan apa aja, masak iya makan aja Langit harus di larang ini itu ini itu " Langit cemberut, bocah itu belum tahu menahu mengenai pola hidup sehat untuk menjaga badan agar tetap sehat dan bugar
" Tapi, kalau dedek ikutan temen dedek sendiri yang sakit, gak enak kan sakit kayak gini? Temen dedek yang lain mungkin tahan, perut mereka mungkin tidak sesensitif dek Langit, karena pada dasarnya organ tubuh manusia berbeda, ada yang sensitif ada yang tidak. Jadi, dedek Langit harus tetap menjaga pola makan ya! " Bumi dengan sabar menasihati bocah kecil itu
Langit cemberut, dia kan juga ingin seperti temannya yang lain, yang boleh makan seenaknya, boleh makan ini itu ini itu. Masak iya dirinya tidak boleh?
" Tapi, aku juga ingin seperti temanku. Hiks...." Mata Langit berkaca-kaca. Aduh..... kalau begini kan dokter Bumi menjadi merasa bersalah
Aduh.... anak kecil mengapa kau ingin menangis. Bukankah semua yang kukatakan benar? Apa ada yang salah di balik semua perkataanku?!
Yang terpenting sekarang adalah kenyamanan pasien, meskipun dokter Bumi sendiri tau bahwa perempuan didepannya adalah seorang yang sepertinya baik. Tapi, kalau seperti ini, bisa saja mereka tidak akan pernah mau berkunjung kesini lagi
" Iya, nanti saat yang tepat dedek Langit pasti bisa seperti mereka. Tapi, untuk sekarang dek Langit harus tetap menjaga pola makan agar tubuh dek Langit tetap sehat. Kasihan Mama jika melihat dek Langit sakit terus, dek Langit gak mau lihat Mama sedih kan? "
Akhirnya Bumi bisa menjawab perkataan Langit.
" Mama apa sedih kalau Langit sakit? "
" Hah?? "
Venus menjadi bingung, ditengah lamunannya dia malah di ajukan sebuah pertanyaan yang konyol. Bagaimana dia harus menjawab coba?!
__ADS_1
" Tentu saja mama sedih, mama kan sayang sama Langit, kalau Langit sakit mama juga ikut sakit. Makannya Langit harus sehat kalau ingin mama tidak sedih! " Venus tersenyum manis sekali kepada Langit
Degg......
Aduh.... apa ini?!
Dokter Bumi memegang dadanya sendiri, kenapa dia merasa terpesona oleh senyuman Venus. Belum pernah dia melihat senyuman semanis itu.
Jangan bilang kalau dia sedang mengalami cinta pada pandangan pertama. Tidak! Ini tidak mungkin, kalau perempuan itu sudah memiliki anak pasti dia juga sudah memiliki suami! Jadi, aku tidak boleh jatuh cinta terhadapnya
Bumi mencoba mengsugesti dirinya sendiri agar tidak terjebak terlalu jauh lagi dalam senyuman manis itu.
" Mama! Langit mau pulang! " perkataan Langit itu sukses membuat Bumi kembali ke alam sadar.
" Dokter bagaimana kondisinya? Apa perlu rawat inap? "
Venus tersenyum
" Tapi, sebelum itu bolehkah saya meminta nomor ibu? "
" Hah??? "
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Cinta datang tanpa permisi, dan aku harus menjaga cinta itu"
...****************...
Tetap setia sama nih novel ya! π€
See you! βΊπππ€β€β€π
__ADS_1