VLINDER

VLINDER
Kecurigaan


__ADS_3

Polisi – polisi sudah mulai melakukan pekerjaan mereka untuk mengumpulkan orangtua korban di tempat yang telah ditentukan. Sementara kirana dan lisa pergi ke arah yang berbeda, ada sesuatu yang mereka berdua ingin ketahui. Sampai tiba di tujuan, lisa memarkirkan mobilnya. Kemudian mereka berdua keluar dari mobil dan berlari ke dalam rumah sakit. Lorong demi lorong dilewati sampai juga di tempat ruangan dimana yukari dirawat. Filing yang dirasakan oleh kirana ternyata benar. Yukari sudah tidak ada di tempatnya. “Sudah kubilang dia tidak ada di sini!” Kata perawat mencoba menghentikan kirana dan lisa, tetapi keduanya tetap kekeh untuk memeriksanya sendiri. “Dia sudah pergi.” 


“Pe-pergi...?” Terkejut lisa. "Artinya pergi, sudah..."


"Pulang. Maksud saya dia sudah pulang dengan ibunya." Hati lisa tampak lega, dia mengira yukari telah meninggal. 


“Jika boleh tahu. Kenapa dia diizinkan untuk pulang? Padahal kondisinya kritis.” Tanya kirana. 

__ADS_1


"Ini permintaan yukari dan ibunya mengerti apa yang diharapkan oleh anaknya." Jawab perawat. 


Kirana memahami jawaban dari seorang perawat, lalu melirik lisa dan lisa mengerti apa yang dimaksud kirana. Kemudian mereka berdua pergi lagi dengan tergesa – gesa. "Terima kasih." Tidak lupa etika jabatannya sebagai seorang polisi. 


Beberapa menit kemudian tiba di tujuan. Kirana segera keluar dari mobil dan berjalan cepat ke tempat di mana rumah yukari tinggal, sementara lisa masih memarkirkan mobilnya. Kirana telah mengetuk pintu berkali-kali, tetapi tidak ada jawaban dari dalam rumah yukari. “Permisi, halo, ada orang di dalam?" Ketika menyentuh pegangan pintu, pintu terbuka dengan sendirinya. Tanpa berpikir panjang, dia pun masuk. Di dalam rumah tampak gelap. Kirana merasakan keanehan saat masuk. Untuk dapat melihat situasi dalam rumah, kirana dan lisa menyalakan lampu senter. Terlihat luas, tapi berantakan. Kirana dan lisa seperti pencuri berjalan dengan hati-hati jika ada seseorang akan menyerang mereka nanti. 


“Kau yakin?” Tanya lisa. 

__ADS_1


Yang pasti kirana membangunkannya lembut agar terlihat sopan, tetapi wanita paruh baya itu tidak kunjung bangun. Kirana dan lisa saling melirik seolah-olah ada sesuatu yang aneh padanya. Dengan begitu kirana mencoba memeriksa keadaan wanita itu, di sisi lain lisa memeriksa sekitar ruangan mungkin ada sesuatu yang bisa di dapatnya. Kolong kursi, lemari meja, bawah bantal maupun tempat – tempat lainnya tidak ada barang ilegal tersembunyi. Sepintas, pandangan lisa tertuju pada tong sampah kecil di ujung dapur. Dengan rasa ingin tahunya dia membuka apa yang ada di dalam tempat sampah. Ketika membongkar tempat sampah tersebut, lisa menemukan klip obat plastik. Untuk mengambil klip obat plastik tersebut, lisa menggunakannya dengan sendok agar saat pemeriksaan sidik jari dari pelaku mudah diidentifikasi. Kemudian lisa memberi tahu dan memberikan kepada kirana. 


Dengan santainya kirana memeriksa klip obat plastik menggunakan tangannya langsung. Dia juga mengendus dalam plastik klip obat untuk memastikan baunya. Dan menurut perkiraannya adalah... “Obat Zopiclone. Ya, tidak salah lagi. Ini adalah pil tidur.” 


“Obat tidur? Lalu siapa yang memberinya obat itu? Apakah sengaja meminumnya atau seseorang sengaja melakukan padanya?” Seketika mata lisa melihat ada dua gelas di atas meja. “Berarti ada seseorang disini.” 


“Dimana anak itu.” Ucap kirana. Alias yukari.

__ADS_1


__ADS_2