VLINDER

VLINDER
Tahanan


__ADS_3

Sebentar lagi awan mulai gelap. Itu berarti ruangan tempat tahanan mulai gelap. Vlinder menggunakan sebuah bangunan tua yang sudah tidak digunakan lagi sebagai tempat persembunyian bagi para tahanan yang jauh dari pemukiman. Seperti biasa, kelompok vlinder mengenakan jaket hoodie jumper hitam dan topeng agar wajah mereka tidak diketahui oleh tahanan alias teman mereka sendiri.


Saat ini hanya ada beberapa anggota vlinder berkumpul untuk menjaga para tahanan yang sudah empat belas korban. Tergeletak di batuan retak dengan dua tangan dan dua kaki diikat sehingga tahanan tidak bisa melarikan diri ditambah lagi selotip hitam untuk menutupi mulutnya. Di sebelah kiri, empat tahanan mengenakan seragam sekolah dan sisanya mengenakan pakaian biasa. Mereka telah ditahan selama beberapa hari, tentu saja mereka berontak agar bisa bebas dari ikatan-ikatan yang mengikat diri mereka, tetapi sayangnya itu tidak mudah terlepas. Kelompok vlinder juga tidak merasakan kasihan dengan situasi mereka saat ini. Pakaian mereka terlihat kotor dan wajah mereka tidak terlihat segar lagi.


Cowok bernama galen merupakan kelompok vlinder memiliki tugas untuk memantau tiga komputernya, yang digunakan sebagai CCTV yang dipasang di berbagai tempat, temari, alex dan oliv hanya duduk di atas batu sedangkan alvaro bolak-balik berjalan di depan tahanan sambil menyeret besi besar untuk menakuti tahanan. Lalu datanglah elvan dan devin membawa kardus di masing – masing tangannya berukuran sedang.


"Mereka datang." Ucap Galen. CCTV-nya merekam lima temannya tiba sambil membawa seseorang dari masing-masing mereka.


"Mereka tepat waktu." Sambung devin sambil dia dan elvan memindahkan barang – barang seperti kayu, serbet dan barang lainnya dari dalam kardus ke dua tong besar di depan para tahanan. Jadi, tidak ada bukti yang bisa diperoleh polisi karena semua bukti akan dibakar. Kemudian dua tong tersebut di siram bahan bakar minyak dan menyisihkan sedikit. Jika ada minyak, itu berarti ada api. Elvan menyalakan korek api kayu ke dua tong tersebut. Terjadilah api yang mengebul – ngebul. Sontak membuat tahanan terkejut, api itu menyala – nyala di hadapan mereka. Sekarang apa yang akan mereka lakukan pada dirinya. Hanya ketakutan yang bisa tahanan rasakan.

__ADS_1


Selama ini kelompok vlinder menerangkan ruangannya bukan dengan lampu melainkan sesuatu yang bisa di bakar untuk menghasilkan cahaya. Ide yang luar biasa. Sekarang yang akan vlinder lakukan adalah menunggu jam, karena pertunjukannya akan segera dimulai jika semua target terpenuhi.


Korban yang baru saja ditangkap ditempatkan bersama tahanan lainnya. Ada empat orang yang baru saja mereka tangkap. Dua orang dari empat orang tersebut mengenakan seragam sekolah yang sama. "Astaga." Ujar hazel badannya terasa mau patah ketika menempatkan cewek yang dibawanya, tetapi cewek itu tidak sadar pada dirinya karena sedang pingsan. "Wah. Berat banget sih nih cewek!” Keselnya.


Begitu juga dengan korban lainnya, pingsan dan lemah. Kemudian diikat dan mulutnya diberi plester, sehingga ketika tahanan bangun mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Apa yang dilihat oleh tahanan lainnya itu sesuatu tindakan yang sangat menakutkan sampai sejauh ini vlinder melakukan perbuatannya dalam waktu cepat.


Setelah itu sebelas anggota vlinder kembali berkumpul. Membentuk lingkaran untuk berdiskusi kembali. “Sekarang tinggal gue, oliv dan alvaro.” Ucap temari.


“Gue juga.” Sambung alvaro. “Lu?” Tanyanya pada temari.

__ADS_1


“Ingin sekali rasanya satu kelas harus menerima ini, tapi ada tiga cewek yang sangat gue benci. Jadi, gue butuh bantuan lu devin, dan elvan juga.” Devin dan elvan mengangguk siap.


"Baiklah. Kami akan menunggu kalian." Balas hazel dan memberikan kunci mobil yang baru saja digunakannya. Demikian juga, oliv dan alvaro masing-masing diberi kunci mobil untuk dapat membawa korban.


Salah satu tahanan dari sebelah kanan memberontak, seolah – olah dia ingin mengatakan sesuatu. Jadi, alvaro membuka perban di mulutnya untuk memberinya kesempatan berbicara. Akhirnya tahanan itu lega setelah mulutnya bebas dari plester. "Woi vlinder! Apapun itu yang kalian namakan diri kalian. Berapa banyak lagi kalian menculik orang? Apa sebenarnya yang kalian rencanakan ha?! Sampai kapan kita harus seperti ini? Kita punya orangtua dan rumah, bahkan sudah beberapa hari gue tidak mengikuti mata pelajaran kuliah. Apakah kalian – kalian tidak punya orangtua? Apakah orangtua kalian tidak mencari kalian? Kalian tuh hanya bocah - bocah yang bersembunyi di balik topeng!"


Kata – kata gadis itu, ingin rasanya alvaro mau membuka topengnya, tetapi dengan sigap oliv menahan tangannya. "Tidak perlu." Lalu oliv melangkahkan kakinya mendekati cewek itu dan terjongkok di hadapannya. "Lu ingin tahu apa tujuan kita sebenarnya?" Dengan keberanian cewek itu menantang kembali tanpa rasa takut. "Jika saatnya tiba. Gue yakinkan lu lah yang akan malu. Jadi, tunggu saja." Sambil menepuk – nepuk pipi cewek itu lalu bangkit berdiri. "Ayo kita pergi guys." Ajaknya. Kemudian pergilah oliv, temari, alvaro, elvan dan devin untuk melakukan tugasnya.


“Fuck, ****, ****! Dasar kagak punya akhlak. Aaaaa! Fucking you!” Cewek itu berusaha berdiri untuk menghajar oliv. Karena kedua kaki dan tangannya diikat jadi sulit untuk berdiri dan kehilangan keseimbangan sehingga tubuhnya jatuh ke samping.

__ADS_1


Mirai membenahi posisi duduk cewek itu dan memplester kembali mulutnya. “Lebih baik lu diam.” Kemudian kembali bergabung dengan yang lain.


__ADS_2