VLINDER

VLINDER
Akhir perdamaian


__ADS_3

“Berkat kak yukari. Gue masih ada di sini. Banyak hal kami bertukar cerita. Banyak orang di luar sana mengalami hal yang sama. Ditindas, diremehkan, dihina, dieksploitasi, tapi anehnya itu bukan suatu kesadaran bagi mereka yang melakukan. Tidak merasa bersalah, tidak menyesal bahkan tidak peduli. Karena itu, ketika kak yukari melihat kami dikucilkan oleh kalian, dia datang untuk membantu kami. Akhirnya kami berteman. Disitulah kami merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya, tapi... saat itu juga kami selalu mengadu. Tidak ada henti – hentinya kalian menjadi pengganggu. Kenapa sih?”


“Dan kalian berhasil.” Balas naila. 


Dengan cepat oliv menjawab. “Tidak. Tidak jika bukan dari diri kalian yang memutuskan rantai ini.”


“Maksud lu. Kita harus tunduk pada kalian gitu? Mengaku kesalahan? menyerahkan diri?” Tanya ben. “Jangan harap.” Lalu membuang muka. 


Luffy mengerutkan keningnya melihat perilaku ben masih tetap sama walaupun dirinya menjadi seorang tahanan. “Ben, ben. Terbuat dari apa sih hati lu itu? Bahkan dalam keadaan seperti ini lu masih saja merasa paling hebat. Badan hebat otak nol! Senang dalam penderitaan orang! Padahal orang yang tidak memahami perasaan orang lain lebih rendah dari sampah!” 


Deg! Kata – kata itu menyentak ben. “Bukannya kalian yang lebih rendah dari sampah? Berdiri di sana dengan cucuran air mana, membutuhkan belas kasihan. Lihat teman lu yang botak itu, sudah sekarat tuh. Masih memohon lagi untuk kita merendahkan diri. Bawa dulu tuh teman lu ke rumah sakit sebelum dia mati.” Cetus ben. 


“Lu!” Dengan geram luffy ingin menghajar mulutnya itu, tapi dengan sigap mirai dan oliv menahan tubuhnya. Punya kepribadian pemalu dan pendiam, seorang luffy bisa juga marah. “Eh dengar ya! Kak yukari yang membentuk kami jadi seperti ini, bukan hanya dia merasakan kasihan, bukan dia bertujuan agar kami tidak kesepian atau larut dalam kesedihan, tapi dia merencanakan ini semua untuk kalian! Seharusnya kalian bisa ambil makna dari semua ini! Buka mata kalian, buka! Justru kalian lah yang lebih menyedihkan! Kalian sudah gila! Sakit jiwa!” Luffy melepaskan semua kemarahannya dengan nada tinggi. Teman – temannya membiarkannya, memang seperti itu kenyataan yang mereka rasakan selama ini. “Bukan begitu ben?” Lalu berpaling tatapan.  


“Apa?” Ben menaiki alisnya yang tiba – tiba saja namanya disebut.


“Lu kasar pada teman lu, karena bapak lu juga kasar kan?” 


“Si gila ini.” Ben ikut marah jika permasalahan keluarganya terumbar. 


“Lu di pandang sebelah mata oleh bapak lu! jadi lu lampiaskan kemarahan lu ke gue!”


“Oi!” Bentak ben. 


“Sekarang siapa yang malu? Ha! Padahal lu sendiri lah yang terburuk. Bapak lu selaku kepala kepolisian, tapi dia malu punya anak yang attitude-nya tidak baik kaya lu! Seharusnya lu tuh sadar, bukan seenaknya menjadi pengganggu!”


“Luffy anjing! Diam mulut lu!” Ben mencoba untuk berdiri ingin menghajar luffy sampai puas dengan kedua tangannya, tetapi sangat sulit sekali untuk berdiri.  


“Hahahahahahahahaha.” Luffy tertawa puas melihat ekspresi ben yang begitu marah kepadanya. "Kenapa ben? Apakah lu malu?" Seketika ekspresinya berubah menjadi datar. “Itulah yang gue rasakan. Brengsek!” Ben membuka mulutnya sedikit tak terduga sifat luffy yang pendiam bisa melawan.


Dibalik rencana vlinder, bukan hanya para pembully harus menyadari rasa sakit seseorang akibat perbuatannya, tapi kelompok vlinder juga memberitahu bahwa seorang teman belum tentu baik jika diperhatikan. Mereka akan manis ketika bersama, namun jika ada seseorang yang tidak di sukainya, dia tidak akan peduli dengan orang itu. Tinggal apa yang harus dilakukan setelah mengetahui kebenaran.

__ADS_1


“Semenjak mengenal kak yukari. Betapa nyamannya punya teman yang mengerti apa itu rasa sakit. Rasa sakit tidak sama seperti luka yang mudah disembuhkan. Banyak pelajaran yang kami dapat, banyak kenangan yang kami lalui. Dengan cara itulah rasa sakit kami bisa berlalu.” Sambung oliv sambil merenung ucapannya. 


“Tetap tegar adalah kuncinya. Tersenyum adalah cara terbaik menahan air mata. Itu yang selalu kak yukari ajarkan pada kami.” Sambung temari. 


“Laki – laki bukan dilihat dari kekerenan, tapi perilaku baik terhadap sesamanya.” Sambung devin. 


“Tangan bukan naik,” Marco mempraktekkan tangannya ke atas seperti gambaran orang ingin memukul. “tapi mereda.” Lalu tangannya mempraktekkan lagi seperti gambaran membantu. 


“Tertawa untuk kebahagian bukan tertawa melihat orang lain sedang diperlakukan.” Sambung hazel. 


“Jangan menjatuhkan karena kita sama.” Ucap galen. 


“Kekurangan bukan dijadikan alasan untuk merendahkan orang. Karena semuanya itu akan menerimanya kelak.” Sambung alvaro. 


Dari setiap perkataan anggota vlinder lontarkan. Para tahanan tidak bisa berbalas lagi, diam sepenuhnya seolah – olah mereka telah menyadari bahwa selama ini tindakannya salah. Sikap bantah dari setiap pribadi mulai berubah. Seperti merasakan ada kebenaran jika di simak dengan baik – baik atas perlakuan tersendiri. Bahkan ben yang keras kepala itu menundukkan wajahnya ke bawah untuk menutupi air matanya yang keluar. 


Luffy pun meliriknya ikut meneteskan air mata. Kemudian dengan cepat dia menghapus air matanya dari pipinya. “Sudah cukup. Sepertinya... Semua sudah jelas. Sekarang kami ingin mendengar jawaban tegas dari mulut kalian. Awal dari diri kalian lah yang mengakhiri semua ini. Kesedihan, kesakitan, dan penderitaan walaupun sangat besar kesalahan kalian, tapi kami tidak mau ini akan menjadi canggung nantinya.” 


Sepuluh orang dari teman – temannya yukari mengingatkan mereka kenangan saat sekolah dasar dulu, mereka salah satunya yang selalu mengejek yukari, menjauhkan yukari, menertawakan yukari, apapun itu sekarang menjadi penyesalan terbesar mereka.


Rin, salah satu teman mirai, mengingatkannya pada tindakannya di sekolah, yang selalu mengolok – olok mirai karena memiliki kepribadian yang aneh seperti gadis tomboy, ditambah wajahnya tidak terlalu cantik, dan selalu membuat lelucon.


Reihan memiliki badan bagus. Jadi, dia merasa memiliki hak untuk mengejek yang melebihi badannya seperti marco, gendut. Banyak kesalahannya saat memperlakukan marco seperti hewan, bahkan dia pernah membuat marco pingsan akibat perbuatannya.


Kenzo memanfaatkan galen dalam kepintarannya. Galen adalah seorang siswa yang memiliki kemampuan dalam mengoperasikan komputer layaknya seperti hecker. Pada suatu tugas dia berhasil membuat sebuah perangkat, sampai pada titik ketika dia ingin mengumpulkan pekerjaannya kepada guru hasil karyanya hilang, tidak ada siswa lain yang bisa mengalahkan hasilnya, tetapi anehnya hasil yang dibuat oleh kenzo berhasil menarik perhatian guru dan dia mendapat nilai yang sangat menakjubkan, disitulah galen mulai mengetahui sifat kenzo yang sebenarnya serta perbuatannya yang terus melonjak, dan di sini akhirnya kenzo menyesali perbuatannya.


Naila, selalu cemburu melihat lelaki yang disukainya menyukai gadis lain, yaitu teman sekelasnya sendiri, akhirnya dia mengungkapkan kekesalannya, kekecewaannya pada oliv, dan sekarang dia sudah tahu bahwa sifat lelaki yang disukainya ternyata brengsek. Naomi, bunga, dan indah, merasa dirinya sempurna, cantik, dan memiliki badan ideal, semuanya itu di jadikan sebuah kekuasaan di sekolah, temari lah salah satunya yang menjadi korban mereka bertiga, karena memiliki badannya pendek diperlakukan layaknya seperti pembantu, apapun yang di printahkan, temari selalu menurutinya.


Bayu serta teman – temannya adalah murid nakal, disaat kumpulan bayu cabut dari sekolah dan memutuskan nongkrong di sebuah warnet, tiba – tiba wali guru menanyakan keberadaan mereka, tidak dapat menyembunyikan rahasia dari guru, salah satu siswa membocorkan dimana bayu berada, guru tersebut pun menyuruhnya untuk mengantarkan ke tempat bayu berada, tapi siswa itu menunjuk alvaro. Jadi, akhirnya bayu sangat marah karena tidak bisa menjaga rahasia sebagai seorang teman, dan kemarahannya itu di lontarkan pada alvaro.


Jiro, menyesali perbuatannya karena mengejek devin memiliki kulit hitam, kurus dan jelek. Menurutnya itu sangat lucu untuk di ejek.

__ADS_1


Maikel, walaupun ia berteman dengan elvan, tapi elvan punya beban tersendiri bermain dengan maikel, maikel secara halus mengejek elvan yang memiliki karekter keperempuanan di kumpulannya maupun di kelas, disinilah ungkapan sakit hati elvan yang terpendam.


Cetlin, sangat menyesali perbuatannya, ia tidak habis pikir bisa melalukan hal sangat tidak pantas pada teman sekelasnya sendiri yaitu hazel, tidak merasakan kagum terhadap perjuangan hazel dalam berjualan di sekolah, ia selalu mengejek dan mempermalukannya di depan banyak orang, itulah penyesalan terbesarnya. Boy, sesama lelaki boy merasa aneh jika melihat laki – laki memakai behel seperti alex, dia selalu mengejek elex salah satu di kelas memakai behel, ditambah lagi giginya sedikit maju, karena ejekan boy banyak yang tidak mau berbicara dengan alex maupun bergaul dengannya.


Ben, seperti yang dikatakan luffy memang benar, ben terbilang anak nakal, selalu buat onar di sekolahnya dan merasa paling hebat, semuanya itu disebabkan ben kurang kasih sayang dari sang ayah yang bekerja sebagai kepala kepolisian, bertengkar dalam satu hal, hukuman yang tidak bisa dia dapatkan yaitu tidak akan mendapatkan apapun yang dia mau, akhirnya luffy yang menjadi korbannya, selalu mengambil uang milik luffy bahkan seisi dompetnya, sekarang ben merasa malu, rahasia di balik semua itu luffy sudah mengetahuinya. 


Itulah kesalahan terbesar dari sepuluh teman yukari, rin, raihan, kenzo, jiro, maikel, cetlin, ben, boy, naila, naomi, bunga, indah, dan bayu. Sekarang tidak ada lagi kata tidak menyesal, tidak ada lagi kata siapa yang lebih menyedihkan. Harga diri itu sangat berharga yang tidak boleh dijatuhkan oleh manusia, karena semua sama. Sesuatu yang malu akan tetap malu, itu akan tetap teringat. Mungkin memang sangat menyedihkan dan sangat merendah yukari, devin, galen, hazel, marco, temari, mirai, luffy, oliv, alex, elvan, dan alvaro harus melakukan ini agar semua segera berakhir, tapi perlu di ketahui tidak ada yang lebih kejam di banding bully, penindasan, kekerasan atau semacam lainnya.


Selain vlinder yang mengalami penderitaan, ada banyak lagi di luar sana yang merasakan hal yang sama, banyak juga lebih memilih untuk mengakhiri hidup mereka, karena tidak cukup kuat untuk menghadapi beban hidup yang dialokasikan secara tidak adil. Jadi, pikirkan itu baik – baik perasaan orang di hadapanmu menangis atas mulutmu dan tanganmu. Dilihat dari sisi lemah, orang yang lebih lemah adalah PENINDAS. 


Dan itu menyadarkan ben atas perbuatannya, bahkan dia bisa merasakan malunya untuk berkata jujur bahwa dia menyesali perbuatannya, tapi dia tidak bisa menahan mulutnya untuk mengungkapkan. “Ya.. Ya lu benar. Gue terlalu senang dengan dunia gue sendiri sampai gue melakukan hal – hal buruk, gue kira itu bisa menghilangkan rasa sakit gue, sebenarnya tidak. Ternyata perasaan kita sama,” Sebuah pengakuan ben membuat semua tertuju padanya. “Ini benar – benar membuat gue gila.” Lalu terkekeh. “Gue terbayang wajah culunnya itu, penakut dan lemah. Selalu bersembunyi dan berusaha untuk menghindar dari gue, tapi itu terus terjadi. Karena tidak ada keberanian untuk melawan gue. Jadi, gue senang mengganggunya,” Dari ucapannya itu yang dia maksud adalah luffy dan luffy merasakan dirinya sedang dibicarakan. “tapi ini benar – benar mengejutkan. Orang yang memiliki wajah penakut itu ada di hadapan gue sekarang,” Kemudian matanya menatap luffy. “dengan keberanian tanpa rasa takut yang akan menerima resikonya hanya untuk menghakimi perbuatan temannya yang selama ini menjadi beban masalah di hidupnya.”


“Lalu?” Tanya luffy. 


“Lalu...” Ben hanya sekali mengedipkan matanya, setetes air matanya jatuh. “Ya lu benar. Gue hanya berani dengan orang yang lemah, artinya gue yang lebih lemah dari lu. Gue sadar, dan gue... bersalah.” Dari sudut pandang, ben benar – benar menyesali perbuatannya, tidak seperti sebelumnya yang bersikap agresif dan keras kepala, akan tetapi luffy sedikit kurang percaya dengan wajah sedihnya itu. Apakah dia menyerah atau hanya berpura – pura? 


“Apa lu... Apa lu serius yang lu katakan barusan?” Tanya luffy. 


Ben mengangkat kepalanya memandang wajah luffy dengan wajah kesedihan. “Lalu bagaimana agar gue terlihat serius? Apa lu menganggap gue sudah gila, bukankah kalian yang bilang lebih rendah dari sampah mereka yang menyakiti teman, karena kita sama bukan dijadikan alasan untuk direndahkan. Memang benar apa yang kalian katakan. Sekarang semuanya itu kembali pada diri kita masing – masing.” Ben menundukkan kepalanya lagi. 


Boy menoleh padanya dengan senyuman miring melihat ben seperti orang payah. “Ucapan lu tidak seperti diri lu.” Lalu boy tertawa dengan mendongak ke atas dan berteriak... “Hu! Persetanan dengan teman membuat gue gila. Sangking bersenang – senang gue sampai tidak memperhatikan daerah gue sendiri ternyata semua munafik.” Ucapnya kesal. Lalu ekspresinya berubah. “Satu hal gue mulai sadar. Buat apa teman banyak, buat apa melakukan banyak hal, buat apa buat nama geng, buat apa solidaritas, kalau itu semua hanya attidute realita. Bodoh.” 


Seperti ucapan ben dan boy mewakili sebuah pengakuan ataupun penyesalan. Hati devin, galen, hazel, marco, temari, mirai, luffy, oliv, alex, elvan, dan alvaro mulai ada kesenangan yang di ungkapan dengan air mata kesenangan, tapi mereka menahannya. Kilas balik yukari pernah mengatakan... 


Mereka harus menyadari...


Mereka harus tahu kita bukan orang yang menyedihkan, dan gue yakin mereka akan sadar itu.


Ketika kita selalu baik, akan selalu datang hari yang baik.  


Itulah kata – kata yukari untuk selalu di ingat. 

__ADS_1


Galen memejamkan matanya, jika ucapan itu sungguh – sungguh sebuah penyelesaian dan berakhir seperti yang dikatakan yukari, lalu ia kembali membuka matanya. “Begitu ya...Kalau begitu... tunjukkan.”


__ADS_2