VLINDER

VLINDER
Vlinder


__ADS_3

Vlinder's POV 


Api yang berkobar mengubah kegelapan menjadi cahaya, mengubah keheningan menjadi ketegangan. Melihat kelompok vlinder membuat para tahanan terheran, apa sebenarnya yang mereka lakukan hanya berdiri diam. “Woi kalian! Lepaskan kami! Aaaaaghh!” Cowok bernama boy berusaha melepaskan dirinya dari ikatan-ikatan yang mengikat seluruh tubuhnya. “Apakah kalian sudah gila? Sebenarnya siapa kalian?! Apa yang akan kalian lakukan pada kami?” Keselnya.


"Eh, ********, bisakah lo diam?!" Kata seorang tahanan bernama putra.


Mata boy membelalak, lalu dia menoleh setengah ke kirinya ke orang yang mengejeknya itu. "Siapa maksud lo ******** ha?!"


Putra menghiraukan orang seperti boy lalu matanya berpindah pada kelompok vlinder. “Hai, kalian di depan!” Maksudnya adalah kelompok vlinder. “Siapa sebenarnya kalian? Bisakah kalian tunjukkan identitas kalian? Jangan menjadi penjahat yang hanya berani bersembunyi di balik topeng.”


Jika itu yang diminta. Tanpa basa – basi yukari yang berdiri di tengah membuka tudung jaketnya. Setelah membuka, banyak tahanan terkejut dan bertanya-tanya tentang kepalanya yang botak. "Apa yang terjadi padanya?" Namun, ini belum seberapa dari apa yang mereka lihat. Mereka belum mengetahui wajah asli dari gadis berkepala botak. Barulah yukari perlahan membuka topengnya, dan apa yang terjadi? Sepuluh tahanan di sebelah kanan yang merupakan temannya sendiri, tidak ada satu pun mengenali perubahan pada dirinya sekarang.


Jika diperhatikan baik-baik, chika sedikit memiringkan kepalanya, baginya tampak tidak asing melihat cewek berkepala botak itu. “Yukari?! Apakah benar lu.., yukari?” Ucapnya membelalak.


“Ya. Ini gue.” Balas yukari.


Dengan terkejutnya sepuluh tahanan yang merupakan temannya yukari terkejut. “Gue tidak percaya. lu...” Bahkan tidak bisa berkata – kata lagi. "tapi kenapa?" Alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu siapa yang ada di balik topeng vlinder. Pada saat waktu bersamaan anggota vlinder membuka topengnya masing-masing. Dan yang terjadi adalah... keheningan. Mata dan mulut tahanan melebar seperti melihat hantu di depan mata. Benar-benar tidak terduga, pelakunya ternyata adalah teman dari setiap tahanan.


“Alvaro!” Ucap bayu.

__ADS_1


“Elvan.” Ucap maikel.


“Alex.” Ucap boy.


“Oliv.” Ucap naila.


“Luffy.” Ucap ben.


“Mirai.” Ucap rin.


“Temari.” Ucap naomi, bunga, dan indah.


“Marco.” Ucap raihan.


“Galen.” Ucap kenzo.


“Devin.”Ucap jiro.


“Tunggu. Apa! Berarti mereka semua adalah teman kita masing-masing?" Ujar boy tercengang. “Wah... Bagaimana, bagaimana kalian bisa melakukan sampai sejauh ini? apakah polisi tidak mengetahui ini?”

__ADS_1


Alex terkekeh melihat boy terkejut pada dirinya yang tidak dia kenal sebelumnya. “Jangan kalian pikir kami orang bodoh.”


“Apa?” Ucap boy.


“Kami merencanakan strategi ini cukup lama.” Alex menjelaskan semua strateginya. “Setelah itu baru lah kami bergerak untuk menculik kalian lebih mudah saat malam hari. Bukan itu saja. Salah satu teman jenius kami ini bisa memantau kalian dan juga polisi melalui CCTV di komputer miliknya. Jadi, sangat mudah untuk kami bergerak menculik kalian. Setelah beberapa hari polisi mendapat kabar tentang kalian diculik, polisi – polisi mulai bergerak mencari pelakunya, tetapi polisi sampai saat ini tidak bisa menemukan bukti karena semua bukti sudah tidak ada dan pelakunya hanya lah seorang pelajar biasa. Sayangnya kecurigaan polisi tertuju pada kak yukari, karena dia adalah teman kalian! teman yang kalian bully ketika masih SD, untung saja kondisinya kritis jadi polisi ragu untuk menuduhnya.” Nada alex mulai terdengar sedih. "Membuat strategi bukan dari kecerdasan melainkan keberanian. Kami membahas apa yang akan terjadi jika menangkap kalian semua, seperti apakah kelanjutannya dan apakah sulit nantinya. Jadi, kami melakukannya tidak terlalu tergesa – gesa dan tenang, itu poin pentingnya. Ketika polisi sudah mencurigai sebagian dari kami, di situlah kami harus diam karena polisi diam-diam memata-matai kami. Namun, sisanya tetap melanjutkan strategi yang sudah dibuat. Jadilah seperti ini. Berhasilkan? Semuanya berjalan sesuai rencana jika sebuah rencana telah dibuat dengan hati – hati.”


Tiba – tiba cewek bernama bunga tertawa besar. “Hahahahahhaha... Jadi.. Hahahahha.” Bunga terus saja tertawa membuat semua terheran – heran. Bahkan temannya sendiri di samping kiri dan kanannya sedikit malu melihat bunga tertawa dalam situasi seperti ini.


“Bunga, kenapa lu tertawa? Tidakkah lu lihat situasi saat ini?” Tanya naomi berbisik padanya. 


“Woi ****! Kenapa lu tertawa?” Tanya boy dengan kesalnya.


Bunga hanya mengangguk – anggukkan kepalanya, meskipun dia mengerti, tetapi dia tidak bisa mengendalikan tawanya untuk berhenti. Sesekali mendongak ke atas untuk menghentikan air matanya. "Eh otak kosong! Tidakkah kalian sadar? Lihat di depan mata kalian. Jadi, kepala botak itu pemimpinnya? Hahahahaha! Gue kira orang dewasa yang tidak punya kerjaan, ternyata hanya lah orang – orang bodoh. Tak habis pikir gue.” Cetusnya.


Tanggapan tahanan tentang ucapan bunga tidak lucu, tidak ada yang meresponnya, padahal dia sendiri bisa ditangkap dan bisa berada di sini. Meskipun yukari dihina, teman – temannya tidak mempermasalahkan hal itu, melainkan akan kembali kepada mereka yang meremehkan.


"Yukari." Panggil chika dengan wajah melasnya. "Kenapa? Kenapa? Lu memperlakukan hal segila ini pada temanmu sendiri? Ini, ini tidak seperti dirimu yang, yang dulu.”


Yukari sedikit menaiki wajahnya dan memandangnya sebelah mata. Tidak tergoda dengan ekspresi melasnya itu. "Memangnya seperti apa gue yang dulu? Ouh... Jadi, kalian senang dengan sifat gue yang lemah dan pendiam, seperti orang bodoh. Pantas... Bangga sekali kalian! Padahal gue bilang kalian seperti sampah tak berperasaan yang tak bisa memahami perasaan temannya sendiri.” Kata – katanya itu menusuk hati chika serta yang lain juga. "Kenapa? Apakah kata – kata gue kasar? Atau... apakah kalian terkejut melihat gue sudah berubah? Ah... benar. Memang gue telah berubah. Lihatlah rambut gue. Sudah tidak ada." Sambil membelai kepalanya yang botak itu. "Kalian tahu. Tidak menyenangkan memiliki penyakit keturunan dalam keluarga, padahal gue ingin hidup lebih lama dengan teman – teman baru gue," Sambil merangkul teman kiri – kanannya. "akan tetapi surga sudah menunggu."

__ADS_1


“Ouh jadi maksud lu, lu balas dendam atas perlakuan kita waktu SD dulu?” Sambung cowok bernama patrick ikut membalasnya. “Cih. Gak nyangka gue, lu punya perasaan terpendam.”


Yukari terdiam. Menahan emosinya dengan sifat teman – teman SD-nya yang masih sama seperti dulu. Mengejek, sombong, dan egois. Perkataan patrick benar. Yukari masih merasakan sakit hati tentang kenangan buruknya yang tidak bisa dia lupakan sampai sekarang. Karena itu dia dan sebelas anggota vlinder melakukan tujuan ini. “Lu kira itu hal sepele? Perkataan kalian, tawa kalian, perbuatan kalian, sampai salahsatu teman kalian menjadi korban bully. Sampai harga dirinya dipermalukan karena kalian. Kalian kira itu apa? Ha!” Yukari mengeluarkan semua unek – uneknya dengan sangat marah. “Sebuah lelucon?! Setiap guru tidak di kelas, gue selalu menjadi korban bully! Gue selalu bahan ejekan! Setiap kali gue melakukan sesuatu, kalian selalu mengatakan itu aneh lah, tidak jelas lah, apa lah! Bahkan gue ingin menunjukkan yang terbaik, tapi itu tak ternilai di mata kalian! Oke, gue memang lemah dalam pelajaran, tapi gue punya kemampuan yang tidak bisa kalian lakukan! Gue bisa melakukan banyak hal! Gue bisa melakukan yang seenaknya kalian printah jika belajar kelompok, dan kalian selalu marah – marahin gue, padahal gue selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk mendapatkan nilai bagus, tapi...“ Yukari menggelengkan kepalanya. “Tetap gue! yang paling terbodoh!” Puncak kemarahannya telah melewati batas, yukari lupa bahwa keadaannya sedang sakit yang hampir saja pernafasannya terganggu, lalu dia bertindak diam sejenak dan menarik nafas, anggota vlinder mengetahui akan hal itu, tetapi mereka tetap berpandangan lurus.


__ADS_2