
Rumah sakit. Meskipun, tidak tahu harus pergi ke rumah sakit mana, akan tetapi, tugas polisi adalah menyelidiki dan menginvestigasi semua tindakan kriminal sesuai dengan hukum pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya. Jadi, semua informasi harus dikumpulkan dengan jelas, lengkap dan berdasarkan fakta.
Dari rumah sakit pertama tidak ada nama yang kirana dan lisa cari dari daftar nama pasien. Lanjut ke rumah sakit berikutnya. Namun, hasilnya nihil. Setiap manusia terus mencoba pasti akan mendapatkan hasil. Nama yang selama ini sedang di cari akhirnya ketemu. Salah satu perawat rumah sakit dengan senang hati mengantarkan kirana dan lisa ke kamar pasien. “Kasihan. Umurnya genap dua puluh tahun harus menderita penyakit kanker yang hidupnya tidak akan lama lagi. Kami hanya berserah kepada yang maha kuasa.” Sepanjang jalan koridor, perawat menjelaskan kepada kirana dan lisa tentang keadaan pasien yang mereka berdua cari.
“Bagaimana dengan ibunya?” Tanya kirana.
“Ibunya sedang keluar. Beliau bekerja keras untuk membiayai perawatan anaknya dan selalu memohon pada kami untuk melakukan apa saja agar anaknya segera pulih karena anaknya adalah satu-satunya yang dia miliki.” Lorong demi lorong berlanjut sampai juga di tujuan. “Hallo yukari. Ada yang ingin bertemu denganmu.”
__ADS_1
Nama pasien yang selama ini di cari, bernama yukari. Sekarang tubuhnya terbaring di rumah sakit dengan kondisi lemah. Melihat kondisi yukari, ada keraguan menuduh atas kasus ini. Sebelum bertanya-tanya. Kirana dan lisa menyiapkan apa yang perlu disiapkan sementara perawat tadi berpura-pura memeriksa kondisi yukari agar dia bisa mendengar apa tujuan dua polisi itu. Wawancara pun dimulai. “Hai.” Sapa kirana dengan senyuman simpul. “Maaf mengganggu istirahat mu. Kami dari kepolisian, mm..." Sesekali menoleh ke lisa. "Kami sedang menangani kasus penculikan dan... korbannya adalah teman SD kamu. Kami tidak tahu siapa pelakunya dan pelaku tidak meminta apapun dari pihak – pihak yang terkait. Kami juga telah bertanya-tanya sebagian besar sisa teman – temanmu, tampaknya mereka tidak ada hubungannya dengan kasus ini. Jika diselidiki, ini bisa jadi ada hubungannya dengan masa lalu pelaku seperti---“
"Suster apakah sudah selesai?" Tiba – tiba yukari memutuskan pembicaraan.
Karena perawat terlalu fokus mendengar pembicaraan tentang kasus penculikan yang terjadi. Perawat itu pun tersadar dari bengongnya. “I-ya sudah.”
“Kalau begitu aku ingin istirahat. Tolong.” Pintanya.
Yang sedari tadi menutup mata. Yukari terpaksa membuka matanya lalu menatap kirana tajam. Tidak peduli kirana adalah seorang polisi. "Jika saya jadi kamu. Saya akan memenjarakan semua teman-teman saya." Lagi – lagi yukari menyela perkataan kirana dengan ucapan yang membingungkan. "Saya tidak tahu sama sekali tentang kasus ini apalagi berhubungan dengan saya dan saya tidak peduli. Jadi, tolong kerja samanya, juga." Dengan wajah pucat, bibir pecah-pecah, lingkaran hitam di sekitar matanya. Yukari terus menatap dua orang polisi di sampingnya tanpa rasa takut.
__ADS_1
Terjadilah enam mata saling menatap. “Lalu di mana mereka yang bersamamu?” Pertanyaan lisa seakan – akan tetap menuduh yukari. Namun, seribu kata yukari tidak peduli, ia menutup matanya kembali. “Di mana mereka sekarang?! Di mana orang itu sebagai tangan kananmu?”
Sebagai perawat rumah sakit. Tidak bisa tinggal diam begitu saja mendengar keributan apa lagi dengan pasiennya. "Maaf saya ikut campur. Jika alasan anda datang ke sini untuk menyelidiki. Percayalah. Yukari tidak dapat melakukan kejahatan. Saya seorang perawat di sini. Saya mengurus yukari. Jadi saya tahu segalanya. Tidak ada orang lain datang ke sini, kecuali ibunya.” Jelasnya. “Jika seperti ini. Tolong silakan keluar." Pintanya dengan tegas. Di tengah-tengah percekcokan, yukari mengalami batuk yang cukup parah. Spontan perawat langsung menyeret dua polisi secara paksa keluar dari ruangan yukari untuk menolongnya. Kirana dan lisa tidak menyangka seorang polisi di perlakukan seperti ini.
*End of Flashback*
“Saya pikir ini ada hubungannya, tapi kita tidak bisa begitu saja menuduhnya tanpa adanya bukti.” Ucap kirana.
“Bisakah orang yang sakit terlibat?” Tanya lisa membingungkan dirinya sendiri dengan pertanyaan itu.
__ADS_1
“Kecuali dia memiliki tangan kanan.” Detektif kim menjawab.